Monday, January 25, 2016

Wanita

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=8931368490173885066

“W A N I T A” 

Tahukah engkau, bahwa yang pertama kali tinggal di Masjidil Haram adalah wanita??
Itulah ibunda kita Siti Hajar istri Nabi Ibrahim As.

Tahukah engkau, bahwa yang pertama kali beriman pada Rasulullah sholallahu alaihi wasallam adalah wanita?? Itulah istri beliau Siti Khadijah RA. 

Tahukah engkau, bahwa darah yang pertama kali tumpah di jalan ALLAH Subhanallah Ta’ala adalah darah wanita?? Itulah darah Syahidah Sumayyah ibunya Ammar bin Yasir. 

Tahukah engkau, Allah Subhanallah Ta’ala menurunkan Al-Qur’an dan di dalamnya ada surah berjudul wanita ( An-Nisa’ )??  Itulah surah ke 3 terpanjang dalam Al Qur’an.

Tahukah engkau, Nabi bersabda sholallahu alaihi wasallam : "aku berwasiat pada kalian agar baik terhadap wanita" ?? Itulah kalimat yang beliau ulang-ulang sampai 3 kali dalam khutbah perpisahan (wada’) sebelum beliau sholallahu alaihi wasallam wafat. 

Tahukah engkau, Nabi sholallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang memiliki 3 anak wanita kemudian mendidiknya dan berhasil baik dalam pendidikannya maka itu akan menjadi pembebas baginya dari api neraka,”?? Sahabat bertanya : “Bagaimana kalau 2 anak wanita saja ?” Jawab Nabi sholallahu alaihi wasallam : "2 anak wanitapun bisa" Kata Sahabat lagi : “Bagaimana kalau hanya 1 anak wanita saja ?” Jawab Nabi sholallahu alaihi wasallam : "1 anak wanitapun bisa".

Tahukah engkau, Surga terletak di bawah kaki wanita ( ibu ) ?? Sampai-sampai Habib Abu Bakar Assegaf wali qutb Gresik berkata: “ketahuilah wahai fulan doa orangtuamu itu lebih hebat dari pada doa 70 orang seperti ku”, Aljannata tahta akdamil ummahat : “Syurga itu dibawah telapak kaki ibu Apakah ada kemuliaan yang melebihi semua ini bagi wanita …? 

Katakanlah wahai wanita : “Alhamdulillah ‘alaa ni’matil Islam”

-Habib Umar bin Hafidz-

Saturday, January 23, 2016

Rasulullah SAW Memberikan Syafaat Kepada Umatnya

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=8636518169592244139

Ini adalah sekelumit “kisah masa depan”, ketika seluruh manusia berkumpul di hari kiamat. Kisah ini disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Dalam kisah itu diceritakan bahwa Allah SWT mengumpulkan seluruh manusia dari yang pertama hingga yang terakhir dalam satu daratan. Pada hari itu matahari mendekat kepada mereka, dan manusia ditimpa kesusahan dan penderitaan yang mereka tidak kuasa menahannya.

Lalu di antara mereka ada yang berkata, “Tidakkah kalian lihat apa yang telah menimpa kita, tidakkah kalian mencari orang yang bisa memberikan syafa’at kepada Rabb kalian?”
 
Yang lainnya lalu menimpali, “Bapak kalian adalah Adam AS.”
 
Akhirnya mereka mendatangi Adam lalu berkata, “Wahai Adam, Anda bapak manusia, Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya, dan meniupkan ruh kepadamu, dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadamu, dan menempatkanmu di surga. Tidakkah engkau syafa’ti kami kepada Rabb-mu? Apakah tidak kau saksikan apa yang menimpa kami?”
 
Maka Adam berkata, “Sesungguhnya Rabbku pada hari ini sedang marah yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya Dia telah melarangku untuk mendekati pohon (khuldi) tapi aku langgar. Nafsi nafsi (aku mengurusi diriku sendiri), pergilah kalian kepada selainku, pergilah kepada Nuh AS.”
 
Lalu mereka segera pergi menemui Nuh AS dan berkata, “Wahai Nuh, engkau adalah Rasul pertama yang diutus ke bumi, dan Allah telah memberikan nama kepadamu seorang hamba yang bersyukur (abdan syakuro), tidakkah engkau saksikan apa yang menimpa kami, tidakkah engkau lihat apa yang terjadi pada kami? Tidakkah engkau beri kami syafa’at menghadap Rabb-mu?”
 
Maka Nuh berkata, “Sesungguhnya Rabbku pada hari ini marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sesungguhnya aku punya doa, yang telah aku gunakan untuk mendoakan (celaka) atas kaumku. Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Ibrahim AS!”
 
Lalu mereka segera menemui Ibrahim dan berkata, “Wahai Ibrahim, engkau adalah Nabi dan kekasih Allah dari penduduk bumi, syafa’atilah kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang menimpa kami?”
 
Maka Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya aku telah berbohong tiga kali. Nafsi nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Musa AS!”
 
Lalu mereka segera pergi ke Musa, dan berkata, “Wahai Musa, engkau adalah utusan Allah. Allah telah memberikan kelebihan kepadamu dengan risalah dan kalam-Nya atas sekalian manusia. Syafa’atilah kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
 
Lalu Musa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dan sesungguhnya aku telah membunuh seseorang yang aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Nafsi nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Isa AS!”
 
Lalu mereka pergi menemui Isa, dan berkata, “Wahai Isa, engkau adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang dilontarkan kepada Maryam, serta ruh dari-Nya. Dan engkau telah berbicara kepada manusia semasa dalam gendongan. Berilah syafa’at kepada kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
 
Maka Isa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Muhammad SAW!”
 
Akhirnya mereka mendatangi Muhammad SAW, dan berkata, “Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan datang. Syafa’atilah kami kepada Rabb-mu, tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
 
Lalu Nabi Muhammad SAW pergi menuju bawah ‘Arsy. Di sana beliau bersujud kepada Rabb, kemudian Allah membukakan kepadanya dari puji-pujian-Nya, dan indahnya pujian atas-Nya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepada seorangpun sebelum Nabi Muhammad. Kemudian Allah SWT berkata kepada Muhammad, “Wahai Muhammad, angkat kepalamu, mintalah, niscaya kau diberi, dan berilah syafa’at niscaya akan dikabulkan!”
 
Maka Muhammad SAW mengangkat kepalanya dan berkata, “Ummatku wahai Rabb-ku, ummatku wahai Rabb-ku, ummatku wahai Rabb-ku!”
 
Lalu disampaikan dari Allah kepadanya, “Wahai Muhammad, masukkan ke surga di antara umatmu yang tanpa hisab dari pintu sebelah kanan dari sekian pintu surga, dan mereka adalah ikut memiliki hak bersama dengan manusia yang lain pada selain pintu tersebut dari pintu-pintu surga.”
 
***
 
Di dalam kisah ini, Rasulullah SAW juga menceritakan bahwa lebar jarak antara kedua sisi pintu surga itu, bagaikan jarak Makkah dan Hajar, atau seperti jarah Makkah dan Bushro. Hajar adalah nama kota besar pusat pemerintahan Bahrain. Sedangkan Bushro adalah kota di Syam. Bisa kita bayangkan, betapa tebalnya pintu-pintu surga itu..
 
Itulah sekelumit kisah masa depan ketika hari kiamat. Pada hari itu, Rasulullah SAW memberi syafa’at kepada ummatnya. Pada hari itu Rasulullah SAW menjadi sayyid (tuan)nya manusia. Shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW. (hudzaifah)
Maraji’ : Hadits Riwayat Bukhari – Muslim.

Friday, January 22, 2016

Kisah Sepotong Roti

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=2611232967298330131;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=1;src=link


Dahulu..
ada seorang lelaki yang beribadah selama 60 tahun lamanya..
lalu ia terfitnah oleh seorang wanita..
dan berzina dengannya selama enam hari..
lalu ia sadar dan bertaubat..

ia pun pergi meninggalkan tempat ibadahnya..
lalu ia singgah di sebuah masjid..
dan tinggal di sana selama tiga hari tak ada makanan..

suatu ketika, ada orang yang memberinya roti..
ketika ia hendak memakannya..
ia melihat dua orang yang amat membutuhkan..
ia pun memotong roti..
dan memberikannya kepada keduanya..
sementara ia tak makan..

maka Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang..
antara amalannya selama 60 tahun dan zinanya selama 6 hari..
ternyata lebih berat zina selama 6 hari..

lalu Allah memerintahkan menimbang zinanya 6 hari dengan dua potong roti..
ternyata lebih berat dua potong roti

diriwayatkan oleh Nadlr bin Syumail dari perkataan ibnu Mas'ud..
dan ibnu Abu Nuaim meriwayatkan juga kisah yang sama dari Abu Musa Al Asy'ari dengan sanad yang shahih..

lihatlah..
ibadah 60 puluh tahun dikalahkan oleh zina 6 hari..
tidakkah menjadi takut hati kita untuk berbuat maksiat..

lihat juga..
ternyata berinfak di saat kita butuh..
melebihi ibadah selama 60 tahun..

namun..
itu tak mudah..
karena jiwa amat mencintai harta..
kecuali orang yang Allah berikan kekuatan

Sumber :  Ust Abu Yahya Badrusalam, Lc

Thursday, January 21, 2016

Rekening Tertua Di Dunia Berumur 1400 Tahun

Hasil gambar untuk utsman bin affan



Atas Nama Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhu

1. Mungkin tak pernah terbayang oleh siapa pun, bila ada satu bank di Saudi Arabia yang sampai saat ini menyimpan rekening atas nama USMAN BIN AFFAN.

2. Apa kisah sebenarnya di balik pembangunan hotel 'Usman bin Affan Ra’ yang saat ini sedang di bangun dekat Masjid Nabawi?

Apakah ada anak cucu keturunan Usman saat ini yang membangunnya atas nama moyang mereka?

Penasaran? Ikuti kisahnya berikut ini. Barangkali kita dapat mengambil pelajaran.

3. Setelah hijrah, jumlah kaum Muslimin di Madinah semakin bertambah banyak. Salah satu kebutuhan dasar yang mendesak adalah ketersediaan air jernih.

4. Kala itu sumur terbesar dan terbaik adalah Bi'ru Rumah, milik seorang Yahudi pelit dan oportunis. Dia hanya mau berbagi air sumurnya itu secara jual beli.

5. Mengetahui hal itu, Usman bin Affan mendatangi si Yahudi dan membeli 'setengah’ air sumur Rumah. Usman lalu mewakafkannya untuk keperluan kaum Muslimin.

6. Dengan semakin bertambahnya penduduk Muslim, kebutuhan akan air jernih pun kian meningkat. Karena itu, Usman pun akhirnya membeli 'sisa’ air sumur Rumah dengan harga keseluruhan 20.000 dirham (kl. Rp. 5 M). Untuk kali ini pun Usman kembali mewakafkannya untuk kaum Muslimin.

7. Singkat cerita, pada masa-masa berikutnya, wakaf Usman bin Affan terus berkembang. Bermula dari sumur terus melebar menjadi kebun nan luas.

Kebun wakaf Usman dirawat dengan baik semasa pemerintahan Daulah Usmaniyah (Turki Usmani).

8. Setelah Kerajaan Saudi Arabia berdiri, perawatan berjalan semakin baik. Alhasil, di kebun tersebut tumbuh sekitar 1550 pohon kurma.

9. Kerajaan Saudi, melalui Kementrian Pertanian, mengelola hasil kebun wakaf Usman tersebut. Uang yang didapat dari panen kurma dibagi dua; setengahnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Usman bin Affan.

10. Rekening atas nama Usman tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf.

Dengan begitu 'kekayaan’ Usman bin Affan yang tersimpan di bank terus bertambah. Sampai pada akhirnya dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi.

11. Di atas tanah tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah hotel berbintang lima dengan dana masih dari 'rekening’ Usman.

Pembangunan hotel tersebut kini sudah masuk tahap akhir. Rencananya, hotel 'Usman bin Affan’ tersebut akan disewakan kepada sebuah perusahaan pengelola hotel ternama.

12. Melalui kontrak sewa ini, income tahunan yang diperkirakan akan diraih mencapai lebih 50 juta Riyal (lebih Rp. 150 M).

Pengelolaan penghasilan tersebut akan tetap sama. Separuhnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di 'rekening’ Usman bin Affan.

13. Uniknya, tanah yang digunakan untuk membangun hotel tersebut tercatat pada Dinas Tata Kota Madinah atas nama Usman bin Affan.

14. Masya Allah, saudaraku, itulah 'transaksi’ Usman dengan Allah. Sebuah perdagangan di jalan Allah dan untuk Allah telah berlangsung selama lebih 1400 tahun…..berapa 'keuntungan’ pahala yang terus mengalir deras kedalam pundi-pundi kebaikan Usman bin Affan di sisi Allah Swt..

Itu asli “amal jariyah”!!! Semoga kita mampu mengikuti jejaknya (Utsman bin Affan). Allahumma Aamin…

Sumber : Ustadz Almahdi Akbar, Lc, MH

Wednesday, January 20, 2016

Ulama Syiah Berubah Menjadi Babi

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=7029154106622024801;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=0;src=link

Pada perayaan Maulid Nabi Muhammad s.a.w di Ponpes Anwarut Taufiq, Kota Batu (17/1/2016), yang diasuh oleh Habib Achmad Jamal bin Thoha Baagil, salah satu penceramah yang berasal dari Malang, KH. Nur Hasanudin bertutur tentang kisah pribadinya ketika bersama gurunya ulama besar Aswaja Sayyid Prof. DR. Muhammad bin Alawy Al Maliki di Makkah
Beliau mengisahkan dari Sayyid Maliki yang mendengar langsung dari salah satu cucunya bahwasanya ada salah satu Ulama Sunni dan Ulama Syiah di sebuah kota. Pada satu ketika, ulama syiah ini mengundang ulama sunni untuk mengisi ceramah di rumahnya. Namun tidak serta merta dipenuhi undangan tersebut hingga sampai yang ketiga kalinya.
Pada undangan yang ketiga, ulama sunni memenuhi undangan tersebut dan datang ke rumah ulama syiah.

Sesampai di rumahnya, dia teringat akan sesuatu dan disampaikan kepada tuan rumah, “Saya tadi lupa belum melaksanakan shalat dhuha, bolehkah saya numpang shalat dhuha di rumah ini?” ujar ulama sunni tersebut. “Oh, baik. Silahkan anda shalat dhuha dulu,” jawab ulama syiah.

Ketika ulama sunni melaksanakan shalat dhuha, samar-samar dia mendengar obrolan ulama syiah dengan keluarganya, “Alhamdulillah, akhirnya dia berkenan datang ke rumah kita. Saya ingin menjamunya dengan jamuan yang istimewa.

Siapkan ‘Aisyah’ untuk disembelih dan hidangkan untuk tamu kita.” ujarnya.

Mendengar ucapan ulama syiah, dia terkejut dan penasaran, apa yang dia maksud dengan ‘menyembelih Aisyah?’

Maka dia percepat shalat dhuha-nya dan dia datangi tuan rumah, “Maaf, ditengah shalat dhuha tadi saya mendengar kau akan menghidangkan sesuatu kepada saya. Apa itu?” tanyanya kepada ulama syiah yang mengundangnya. “Ya, saya akan sembelihkan ‘Aisyah’ untuk anda. Karena ketika saya mengundangmu yang pertama kali, saya menyembelih ‘Abu Bakar’, namun anda tidak datang.

Undangan yang kedua, saya menyembelih ‘Umar’, namun lagi-lagi anda tidak datang. Dan sekarang yang tersisa dari kambing saya cuma si ‘Aisyah’, jadi akan saya sembelih dia untuk anda.” jelas ulama syiah kepada tamunya.

Mendengar penjelasan dari tuan rumah, ulama sunni tersebut terkejut dan kaget.

“Apa? Kamu akan menyembelih kambing yang kau sebut ‘Aisyah’? Baiklah jika begitu tunggulah sebentar, saya akan pulang ke rumah untuk mengambil sesuatu,” ujar ulama sunni.

Selang beberapa saat kemudian datanglah ulama sunni kembali di rumah ulama syiah sambil membawa sebuah pedang yang terhunus. Dia berkata kepada tuan rumah, “Sebelum kau sembelih ‘Aisyah’, saya akan menyembelihmu terlebih dahulu,” ujarnya sambil langsung menebas kepala ulama syiah yang disaksikan oleh beberapa anggota keluarganya.

Setelah menyembelih ulama syiah, dia kembali pulang ke rumahnya dan tertidur.

Dalam tidurnya ulama sunni itu sayup-sayup mendengar kegaduhan di luar rumahnya, dan dia bangkit dari tempat tidur untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata di luar rumah sudah berkumpul masyarakat yang ingin menghakiminya. Melihat suasana itu, sang ulama sunni ketakutan dan kembali ke kamarnya. Di tengah ketakutannya, dia tertidur dan bermimpi di datangi oleh Rasulullah dengan pakaian serba putih seraya berkata, “Keluarlah, temui mereka dan katakan :

Saya tidak membunuhnya!”
Melihat mimpi itu, sang ulama sunni terbangun kemudian beranjak keluar dari kamar dan melihat ke arah jendela. Dia mengurungkan niatnya dan kembali lagi ke kamar kemudian tertidur.

Dalam tidurnya, dia kembali bermimpi didatangi oleh Rasulullah sambil berkata, “Keluarlah, temui mereka dan katakan : Saya tidak membunuhnya!”
Kembali dia terbangun dan merenung dalam ketakutan, benarkah apa yang disampaikan Rasulullah?.

Ulama sunni tersebut bimbang dan akhirnya kembali tertidur. Dalam tidurnya kali ini Rasulullah kembali datang sambil berkata,
ﻣﺎ ﻗﺘﻠﺘﻪ ﺇﻻ ﺧﻨﺰﻳﺮﺍ

“Keluarlah sekarang, dan katakan pada mereka : Saya tidak membunuhnya, karena sesungguhnya yang saya sembelih adalah seekor ‘babi’.”

Mendengar ucapan Rasulullah kali ini dia beranikan diri untuk keluar dan menemui masyarakat.

 “Wahai saudara-saudaraku, saya tidak membunuhnya!” ujarnya kepada warga yang hadir. “Bohong, kamulah yang membunuh ayah saya!” jawab anak dari ulama syiah.

“Tidak, saya tidak menyembelihnya. Yang saya sembelih adalah seekor babi hutan. Kalo tidak percaya, ayo kita lihat ke rumahnya,” jelas ulama sunni.

Mendengar itu, warga yang sudah geram dan ingin menghakimi ulama sunni kembali berbondong-bondong pergi ke rumah ulama syiah untuk membuktikan apa yang terjadi. Ketika sudah tiba di rumah ulama syiah, mereka tidak menemukan apapun kecuali bangkai babi yang tergeletak di lantai dengan kepala yang terputus.

Dalam kisah ini, KH. Nur Hasanudin mendengar langsung dari Sayyid Prof. DR. Muhammad bin Alawy Al Maliki. Sayyid Maliki mendengar cerita dari cucunya yang bertemu langsung dengan ulama sunni dalam kisah di atas.

Begitulah kondisi kaum syiah yang hobi menghujat para sahabat Nabi dan isteri-isteri Nabi s.a.w. Nabi pun tidak rela dengan kondisi itu dan menunjukkan siapa jati diri sesungguhnya bagi siapapun yang menghina keluarga serta sahabatnya.

Syekh as-Shalihi menyebutkan dalam Subulul Huda war-Rasyad (XI/169), mengutip riwayat Ibnu Asakir dan Abu al-Hasan al-Khal’i bahwa Rasulullah saw pernah bersabda kepada Sayidah Aisyah:

ﻳﺎ ﻋﺎﺋﺸﺔ، ﺇﻧﻪ ﻟﻴﻬﻮﻥ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﺃﻧﻲ ﻗﺪ ﺭﺃﻳﺘﻚ ﺯﻭﺟﺘﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ

“Aisyah, mati terasa ringan bagiku karena aku tahu bahwa engkau tetap menjadi istriku di surga.”
Radliyallallahu anhum. Wallahu Alam.

"semoga kita bisa memetik hikmahnya dari kisah tsb diatas"

Tuesday, January 19, 2016

inilah Syaratnya Seorang Istri Masuk Surga

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=5451219297747626698;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=0;src=link

Di antara keutamaan istri yang taat pada suami adalah akan dijamin masuk surga. Ini menunjukkan kewajiban besar istri pada suami adalah mentaati perintahnya.

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga." (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Yang dimaksudkan dengan hadits di atas adalah jika seorang wanita beriman itu meninggal dunia lantas ia benar-benar memperhatikan kewajiban terhadap suaminya sampai suami tersebut ridha dengannya, maka ia dijamin masuk surga. Bisa juga makna hadits tersebut adalah adanya pengampunan dosa atau Allah meridhainya. (Lihat Nuzhatul Muttaqin karya Prof. Dr. Musthofa Al Bugho, hal. 149).

Begitu pula ada hadits dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, "Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka." (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dengan ketaatan seorang istri, maka akan langgeng dan terus harmonis hubungan kedua pasangan. Hal ini akan sangat membantu untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Islam pun memuji istri yang taat pada suaminya. Bahkan istri yang taat suami itulah yang dianggap wanita terbaik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Siapakah wanita yang paling baik?" Jawab beliau, "Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci" (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Sebagian istri saat ini melupakan keutamaan taat pada suami. Sampai-sampai menganggap ia harus lebih daripada suami sehingga dialah yang mesti ditaati karena karirnya lebih tinggi dan titelnya lebih mentereng. Wallahul mustaan.

"Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayahnya, semoga mata hati dan zahir kita selalu di buka kan oleh Allah SWT agar bisa tahu mana yang baik dan mana yang buruk"


Monday, January 18, 2016

Sebuah Penyesalan yang Tak Berguna

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=4521492645354132242


Disebuah Perkampungan yang terpencil, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota yang mengalami 4 musim yang selalu mengintai kondisi kehidupannya. Hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari anak dan ibunya...hanya berdua di antara musim dingin pada saat itu. Anak yang sebenarnya tidak diinginkan dan diharapkan untuk bisa hidup bersama dan dibesarkan olehnya seorang diri.

Memang kehidupan hedonis di masyarakat barat sudah menjadi kebiasaan yang lumrah. Perzinahan dan Kemaksiatan bukanlah suatu fenomena asing dan melanggar hukum, bahkan dilindungi oleh HAM (Hak Asasi Manusia) dan Liberalisme (Kebebasan), sehingga mereka bisa melakukannya di mana saja sekehendak hawa nafsu mereka, selama keduanya sepakat tanpa adanya rasa malu. Namun ternyata meskipun kehidupan serba bebas dan beranekaragam prilaku hedonis, satu hal yang mereka takutkan adalah mengandung anak yang "Kecolongan" dari aktivitasnya. Inilah awal dari dampak buruknya hedonisme dan prilaku dari kebebasan berekspresi.

Tingkat HIV/AIDS yang tinggi meskipun dengan memakai pelindung"Kondom" tetap saja Allah memudaratkan mereka akibat kehinaanya sebagai Manusia dan prilakunya yang menghancurkan tatanan kehidupan manusia di dunia.

Cathy, adalah salah satu wanita yang "Kecolongan" akibat perbuatan  zinanya, sehingga ia tidak tahu siapa bapak dari anak yang dikandung dan dilahirkannya. Semakin tumbuhlah anak yang tidak diinginkannya, dengan kebencian akibat kebebasan berprilaku sehingga ia curahkan kepada anaknya dengan prilaku keras yang sekarang beranjak 10 Tahun, sebut saja namanya yusuf.

Kehidupan keduanya tidak pernah mengalami ketenangan karena selalu ada masalah yang ditimbulkan dan dipermasalahkan meskipun hanya sedikit. Namun yusuf adalah seorang anak yang sangat penurut terhadap ibunya,..ia melakukan apa saja yang selalu di inginkan dan diperintahkan oleh ibunya. Setiap pagi yusuf Selalu berjualan makanan kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara ibunya hidup dalam kefoya-foyaan.

yusuf Berangkat setiap pagi dan harus kembali siang hari, seandainya telat dan tidak mendapatkan uang, maka punggungnya sudah siap untuk dipukuli dan tampar, bahkan dikurung digudang serta tidak dikasih makan, (sudah berzina menyiksa pula). Itulah hari-hari yusuf yang selalu diliputi kemarahan, kesedihan, keterpurukan, kegelisahan dan penderitaan yang tidak pernah berujung.

Suatu ketika, yusuf pergi berjualan seperti biasanya....bagi yusuf hari itu adalah hari istimewa buatnya,...bukan karena ia mendapat suatu rizki yang besar, namun ia menyadari bahwa hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Hari itu ia bertekad untuk menghabiskan jualannya agar uang yang didapat cukup besar untuk membelikan sebuah kado kecil untuk ibu terkasihnya meskipun ia selalu menderita ketika berada di dekatnya.

Ibu yang baru pulang dari foya-foya dengan "teman kencannya", serontak kaget melihat anak yang seharusnya menyiapkan makan siang, ternyata belum pulang...spontan darahnya naik keubun-ubun dan panas 200 derajat, merah mukanya layaknya dibakar dengan api amarah.."Dasar nih anak Iblis, jam segini belum pulang malah main-main, bukannya pulang" sahutnya dari mulut sampai berbusa. Kemarahannya semakin memuncak ketika menjelang sore yusuf belum pulang juga, sungguh tiada terkira marahnya si Ibu. Akhirnya ia punya cara yang paling efektif untuk menghukumnya, "Biarkan ia tidur di jalanan" sahutnya sambil pergi untuk berfoya-foya dengan "teman kencannya" sampai besok pagi.

Salju terus turun, angin malam mulai menghampiri dan dinginpun mulai masuk ke dalam pori-pori. yusuf Pulang dengan Riangnya, ia berharap ibunya akan membukakan pintu agar ia bisa masuk kerumah dan menikmati hangatnya selimut. Namun, Harapan tetaplah harapan..ketika yusuf sampai depan pintu, ia pun tidak mendapati ibunya dan rumah dalam kondisi sepi. yusuf coba membuka pintu dan mencari kunci rumahnya ternyata semuanya sia-sia belaka, malah dingin yang semakin memuncak dan sangat menyengat, suhu lingkungan mencapai 0 derajat celcius.

"Mungkin ibu sedang pergi sebentar, saya tunggu aja ..ah..". pikirnya sambi tidur di depan pintu.

Keesokan harinya...ibu datang dengan cerianya...maklum dapat kepuasan yang lebih habis "kerja keras" tadi malam. Ia mendapati anaknya yang sedang tidur di depan pintu."Rasakanlah sekarang anak iblis, kamu kedinginankan, rasakanlah". katanya sambil tertawa. Namun yusuf, tidak bergerak sedikitpun. akhirnya ibu itupun kesal dan membangunkan dengan cara kasar..ditendang-tendangnya tubuh mungil tersebut sambil berkata,"Bangun anak iblis, bangun..." sahutnya sambil kesal. Namun, yusuf Masih belum bergerak juga. Kebingunganlah si Ibu untuk membangunkannya. Dengan perasaan kacau dan galau ibu pun berusaha mencoba membangunkannya, namun semuanya sia-sia. yusuf tinggal namanya..Ia meninggal karena kedinginan dengan air mata yang membentuk kristal dipipinya.

Ditangan yang membeku ia menggengam sebuah Liontin Perak dan sebuah Pucuk surat yang tertulis rapi. Isinya sebagai berikut :

Mama yang selalu dihati ini, maafkan anakmu ini yang belum bisa membahagiakan mama, meskipun yusuf selalu berusaha untuk itu, ternyata di mata mama hanya tampak kebencian dan kemarahan yang tak berujung meskipun yusuf tidak tahu dimanakah kesalahan yusuf ini.

Mama yang tersayang, mama masih inget ga hari ini hari apa...???. ya...benar hari ini adalah hari ulang tahun mama yang ke-40. Mama, yusuf mohon maaf kemarin agak pulang malem karena yusuf ingin agar jualan makanan yusuf habis terjual dan mendapatkan uang yang cukup untuk membeli kado kecil ini buat mama.

Mama yang terbaik, di dalam hidup ini yusuf merasa sendiri meskipun ada mama, namun yusuf tidak merasakan kehadiran mama dalam kehidupan yusuf, yusuf rindu seorang yang menyayangi yusuf selayaknya seorang ibu, Namun yusuf tidak mendapatkannya dari mama,..untuk itu yusuf ingin memberikan hadiah ini untuk sekedar menaruh harapan agar yusuf bisa melihat mama tersenyum,dan bahagia. Selama ini yusuf selalu menganggap mama sebagai seorang terbaik dihati ini, karena yusuf tidak punya siapa-siapa lagi.

Mama selamat ulang tahun ya..mudah-mudahan mama menyadari bahwa ada yusuf yang selalu menyayangi mama dan merindukan mama..sekian mama...

Sakit dan merananya hati ibu yang selalu menjadikan amarah dan hawa nafsu menjadi sumber dari segala tingkah lakunya. Hilang lenyap dunia yang ternyata malah menghinakannya. Penyesalan yang tiada akhir itulah akibat dari perbuatannya.."Menyesalpun tiada gunanya"

Sahabatku...terkadang kita membenci seseorang yang didalam hatinya terdapat cinta yang tulus. Menghinakan orang lain padahal ia lebih mulia dari kita, memburukkan akhlak seseorang padahal lebih baik akhlaknya, ketulusan cinta ternyata hanya didapat dalam diri yang tidak perlu di umbar kemana-mana, Rasa Kasih sayang itu lahir dari hati yang tulus dan suci yang menginginkan orang yang kita sayangi itu bahagia dan selalu tersenyum dalam setiap hidupnya meskipun diri kita menderita.

"Kebagiaan yang hakiki adalah ketika kita melihat orang yang kita sayangi bahagia dan tersenyum", maka sahabatku bahagiakanlah orang yang terkasih diantara kita dengan menjaga kehormatan dirinya.