Monday, June 20, 2016

Larangan Memilih Pemimpin Non Muslim Di Dalam Al-Qur'an



https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=7225228351211693826
   
1. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai PEMIMPIN :

TQS. 3. Aali Imraan : 28.
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).”

TQS. 4. An-Nisaa’ : 144.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN/ PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?”

TQS. 5. Al-Maa-idah : 57.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

2. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai PEMIMPIN walau KERABAT sendiri :

TQS. 9. At-Taubah: 23.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN/ PELINDUNG), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”

TQS. 58. Al-Mujaadilah: 22.
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.”

3. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai TEMAN SETIA :

TQS. 3. Aali Imraan : 118.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

TQS. 9. At-Taubah: 16.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

4. Al-Qur’an melarang SALING TOLONG dengan kafir yang akan MERUGIKAN umat islam :

TQS. 28. Al-Qsashash : 86.
“Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Qur’an diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir.”

TQS. 60. Al-Mumtahanah: 13.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMUMU yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”

5. Al-Qur’an melarang MENTAATI orang kafir untuk MENGUASAI muslim :

TQS. 3. Aali Imraan : 149 – 150.
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong.”









6. Al-Qur’an melarang beri PELUANG kepada orang kafir sehingga MENGUASAI muslim :

TQS. 4. An-Nisaa’ : 141.
“…..dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”

7. Al-Qur’an memvonis MUNAFIQ kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :

TQS. 4. An-Nisaa’ : 138 – 139.
“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”

8. Al-Qur’an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :

TQS. 5. Al-Maa-idah: 51.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.”

9. Al-Qur’an memvonis FASIQ kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :

TQS. 5. Al-Maa-idah: 80 – 81.
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasiq.”

10. Al-Qur’an memvonis SESAT kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :

TQS. 60. Al-Mumtahanah : 1
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus.”

11. Al-Qur’an mengancam AZAB bagi yang jadikan kafir sebagai pemimpin/ teman setia :

TQS. 58. Al-Mujaadilah : 14 – 15.
“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”

12. Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi SASARAN FITNAH orang kafir :

TQS. 60. Al-Mumtahanah : 5.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”



Sumber : habibrizieqsyihab.com

Friday, June 17, 2016

Mahalnya Hidayah Tidaklah Cukup Hafal Al-Qur'an Dan Hadist

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=1129512258211784734;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=1;src=link


"MAHALNYA HIDAYAH"

Tidaklah cukup hafal Al-Qur'an dan hadist.

Kisah nyata ini pernah dituturkan oleh Habib Quraisy bin Qosim Baharun Cirebon, dari kisah perjalanannya tahun 1996 silam. Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita, betapa berharganya iman dan Islam bagi kita.

Kala itu sebuah pesawat melintasi daratan benua Afrika, atmosfer dan lautannya beserta biosfernya yang rumit. Sayap pesawat nan kokoh melibas setiap awan yang ada dihadapannya. Penumpang pesawat duduk tenang di kursi empuk sambil menikmati sesuatu yang nyaman baginya sembari menunggu pesawat itu lending pada bandara tujuan selanjutnya.

Diantara penumpang pesawat itu ialah Habib Quraisy serta seorang ibu Tua berpakaian penutup jilbab disebelahnya. Usia ibu Tua itu berkisar sekitar 65 atau 70 tahun. Di dalam perjalanan ibu Tua itu menyapa Habib Quraisy dan menanyakan tempat tujuannya dengan berbahasa arab yang fasih.

“Kemana Anda akan pergi ?” Tanya Ibu Tua itu.

“Saya akan transit ke Yordan kemudian melanjutkan perjalanan ke Yaman”. Jawab Habib.

“Dimana asal Anda ?” Tanya ibu Tua itu kembali juga dengan bahasa arab yang sangat fasih.

Habib jawab “Saya berasal dari Indonesia”..

Mengetahui Habib Quraisy orang Indonesia, sejurus ibu Tua mentranslate bahasanya dengan bahasa Indonesia. Padahal dari perbincangannya Ia mengetahui bahwa ibu Tua itu sendiri adalah wanita kelahiran Jerman dan warga Negara Jerman. Pada gilirannya ibu Tua itu lantas berbahasa Indonesia yang amat fasih pula. Lalu bertanya lagi..

“Adik di Indonesia dimana?”

Habib Quraisy katakan :“Saya di Jawa”.

Tak ubahnya seperti mengetahui sesuatu, Ibu itu lantas merubah dialognya dengan menggunakan bahasa Jawa yang dialegnya sangat halus dan hampir-hampir Habib Quraisy tidak paham dan Ia katakan pada Ibu itu “Luar biasa, Ibunda begitu banyak menguasai bahasa sampai bahasa Indonesia dan Jawa sekalipun, padahal Anda orang Barat”.

Ibu Tua itu hanya tersenyum bijak sambil berkata “Saya ‘Alhamdulillah’ menguasai sebelas bahasa dan duapuluh bahasa daerah”.

Silih waktu dari perbincangan Habib Quraisy bersama Ibu Tua itu mengarah kepada hal-hal yang berkaitan dengan agama. Wanita Tua itu mulai mengupas pembahasan Al Qur’an dengan indah dan mahirnya. Habib pun penasaran atas kehebatannya menjelaskan Al Qur’an dan bertanya,

“Apakah Ibunda hafal Al Qur’an ?”

Beliau menjawab “Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal”.

Tidak sampai disitu saja, Ibu Tua itu melanjutkan bicaranya “Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist. Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadist tentang hukum sehingga saya hafal kitab hadist Bulughul Marom di luar kepala”.

“Lantas saya masih belum merasa cukup, karena di dalam Islam bukan hanya ada halal dan haram tapi harus ada fadhailul amal, maka saya pilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal dan saya hafal”. Kata Ibu itu menuturkan pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.

Dan lagi Ibu itu kembali bertutur “Di sisi agama ada namanya tasawuf, maka saya cendrung pada tasawuf sehingga saya memilih kitab Ihya Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkan membacanya. Saking seringnya saya membaca Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala”.

Habib Quraisy terperangah melihat kehebatan dan luar biasanya Ibu Tua itu. Namun karena tidak mau percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba mentest kebenaran perkataannya. Apakah benar Ia telah hafal Al Qur’an? Apakah benar Ia menguasai Tafsir Jalalain tentang asbabunnuzul dan qaul Ibnu Abbas? Setelah melalui beberapa pertanyaan. Ternyata memang benar Ibu itu hafal Al Qur’an bahkan Ia mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan piawai.

Ketika Habib mengangkat permasalahan ihya mawat yang ada di dalam kitab Bulughul Maram Ibu Tua itu pun menjabarkannya cukup jelas. Ketika Habib membahas tentang hadist Riyadhus Sholihin maka Ibu Tua itu menyebutka sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah kitab hadist tersebut.

Dan lagi Ia menjelaskan masalah hati psikologi berbasis kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub. Kembali Habib dibuat heran akan kehebatan Ibu Tua itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Menurutnya, sejauh ini selain gurunya Habib belum pernah menemukan orang sekaliber Ibu yang ada duduk di sampingnya.

Pesawat mendarat lending di airport. Ketika pesawat itu sudah benar-benar berhenti para penumpang semuanya menyiapkan diri termasuk barangnya bawaannya menuruni pesawat. Begitu pula Ibu itu mengambil tasnya yang di ada di kabin, karena sudah merasa kenal Habib mencoba bantu mengambilkan tas itu dan menurunkan tiga tas ke lantai pesawat.

Subhanallah… ketika Ibu itu menunduk untuk mengambil tas itu ternyata keluar dari bilik jilbabnya seutas kalung yang bertanda palang salib. Seperti petir menyambar di siang bolong, Habib Quraisy menunduk dengan lemah. Ibu itu hanya tersenyum dan mengatakan,

“Akan saya jelaskan kepadamu nanti di hotel”.

Seperti katanya Habib akan transit dulu selama satu hari satu malam, pun Ibu Tua itu. Maka di ruang receptioner (ruang tunggu) Ia tunjukkan nomor kamarnya kepada Habib dan kemudian berjanji untuk bertemu di ruang lobi restaurant. Sesuai kesepakatan keduanya akhirnya bertemu.

Kepada Habib Quraisy Ibu itu mengatakan,

“Saya bukan orang Kristen, mengapa saya keluar dari Kristen ?… karena saya menganggap Kristen itu hanya dongeng belaka. Dan kalung ini bukan berarti saya Kristen, tapi kalung ini adalah pemberian almarhumah ibu saya”.

Ibu Tua itu pun mengatakan bahwa Ia telah mempelajari beberapa agama, Kristen, Hindu juga Islam.
Ia juga sempat mengungkapkan ketertarikannya mengenai keagungan yang ada di bilik wahyu Allah Swt dan hadits Nabi Muhammad SAW.

“Ibu apa agamanya sekarang ?” Habib bertanya.

Dia katakan “Saya tidak beragama”

“Seandainya Ibu masuk agama Islam, begitu membaca syahadat, ibu akan langsung mendapat titel kiyai haji”. Karena demikian luas ilmu yang ia miliki kata Habib.

Ia menjawab “Mungkin karena saya belum dapat hidayah dari Allah”

Habib Quraisy sempat meneteskan air mata bersyukur kepada Allah SWT, bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Al Qur’an dan lain sebagainya belum Allah izinkan untuk beriman kepada-NYA. Sementara kita tanpa usaha apapun, telah dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi seorang yang muslim.

Demikian kisah ajib ini.

Semoga yang membaca dan yang turut merilis kisah ini, dapat mengambil iktibar betapa bersyukurnya kita telah dianugrahkan iman. Semoga Iman, Islam kita semakin bertambah kuat sampai ajal menjemput, sehingga kita termasuk orang yang husnul khotimah.

Tulisan 'Mahalnya Hidayah'.., yang dituturkan Habib Quraisy bin Qosim Baharun ...mungkin orang yang dimaksud namanya Anna Marie Schimmel seorang ahli terkemuka dalam literature Islam & mistisisme (tasawuf), sebagai professor mengajar di 3 Universitas terkenal di 3 Negara berbeda, dikenal memiliki ingatan fotografis.  
Wafat Pada tahun 2003 usia 80 tahun, entah bagaimana tentang keimanannya pada akhir umur nya...wallahu alam...

Thursday, June 16, 2016

Tangisan Sebatang Pohon Kurma Yang Rindu Kepada Rasulullah SAW

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=1820919566749888036;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=1;src=link

 
"Sesungguhnya ia menangis karena menyesal atas hilangnya apa yang bisa ia dengar, yakni dzikrullah."

Sebagai seorang kekasih Allah, segala sesuatu yang ada pada diri Rasulullah Saw. memiliki barakah yang banyak. Tak heran jika ketika Rasulullah Saw berwudhu, orang-orang di sekitarnya mengambil air yang jatuh dari bekas wudhu beliau untuk diusapkan ke tubuhnya sendiri. Ada pula yang sekadar mengusapkan air itu ke wajah dan kepalanya. Hal itu disebabkan air tetesan wudhu dari Rasulullah Saw tersebut memiliki berkah yang banyak. Sebab, air itu menetes dari tubuh kekasih Allah, tubuh yang penuh berkah. Berbeda dengan manusia biasa. Jika manusia biasa yang berwudhu, maka tetesan air bekas wudhu yang jatuh dari anggota badannya itu membawa dosa-dosanya. 

Di samping mengambil berkah dari air tetesan bekas wudhu, orang-orang di sekitar Rasulullah Saw juga mengambil keringat Rasulullah Saw. Suatu siang, Ummu Sulaim menadah keringat Rasulullah Saw yang pada saat itu sedang tidur. Beliau terbangun dan bertanya: 

"Apa yang sedang engkau lakukan, Ummu Sulaim?"

Lalu Ummu Sulaim menjawab, bahwa ia menadah keringat Rasulullah Saw untuk diberikan kepada anak-anaknya agar mereka semua memperoleh berkah dari tubuh Rasulullah Saw yang mulia. "Kami akan memberikannya sebagai berkah untuk anak- anak kami," ujar Ummu Sulaim. 

Rasulullah Saw. membenarkan tindakan Ummu Sulaim tersebut. "Engkau memang benar," tegas Rasulullah Saw.

Bahkan, Rasulullah Saw sendiri pernah memberikan keringatnya kepada seorang bapak yang ingin
memberikan hadiah untuk anak perempuannya yang akan menikah. Bapak itu datang menemui Rasulullah Saw dan meminta sesuatu dari Rasulullah Saw untuk dijadikan hadiah bagi anaknya. Sudah barang tentu, sang bapak meminta dari Rasulullah Saw bukan karena ia seorang peminta-minta. Melainkan karena ia ingin memperoleh berkah dari pemberian Rasulullah Saw untuk diserahkan kepada anak putrinya yang akan melangsungkan pernikahan.

Rasulullah Saw tak memiliki sesuatu untuk diberikan. Maka, beliau meminta bapak itu membawa botol dengan mulut yang cukup besar. Setelah permintaan Rasulullah Saw dipenuhi, beliau kemudian meletakkan bagian sikut dari lengannya di atas mulut botol. Maka meneteslah keringat beliau ke dalam botol itu. Keringat itulah yang kemudian diberikan Rasulullah Saw kepada bapak tersebut untuk dihadiahkan kepada putrinya.

Tak hanya keringat. Bahkan, air ludah Rasulullah Saw pun diperebutkan oleh orang-orang badui untuk diusapkan ke tubuh mereka. Mereka menginginkan berkah dari Rasulullah Saw. Jangankan manusia, makhluk lainnya pun menginginkan berkah dari Rasulullah Saw seperti yang dikatakan Jabir bin Abdullah dengan rawi Imam Bukhari, "bahwasanya sebatang pohon kurma pernah menangis karena merasa kehilangan berkah dari tubuh Rasulullah Saw".


Pada awainya, batang pohon kurma itu dijadikan sebagai semacam podium untuk tempat berdiri Rasulullah Saw. Tatkala beliau menyampaikan khutbah. Akan tetapi, bentuknya masih asli, atau masih berupa batangan pohon kurma. Selama beberapa waktu, batang pohon kurma itu senantiasa digunakan oleh Rasulullah Saw. Seiring dengan perkembangan waktu, Rasulullah Saw merasa perlu untuk membuat podium baru sebagai tempat Rasulullah Saw berdiri ketika menyampaikan khutbah.

Maka para sahabat pun kemudian bergotong-royong membuat podium baru. Pada hari jumat, mulailah podium baru itu dipakai oleh Rasulullah Saw untuk menyampaikan khutbah jumat. Tatkala khutbah akan dimulai dan Rasulullah Saw berdiri di atas podium baru itu, maka tiba-tiba saja para jamaah mendengar suara tangisan. Suara tangisan itu mirip seperti suara tangisan anak kecil.

Makin lama, suara tangisan itu terdengar makin keras. Mendadak orang-orang mendengar batang pohon kurma itu bergemeretak seperti akan terbelah. Rasulullah Saw segera turun dari atas podium dan mendekati batang pohon kurma itu. Beliau mendekap batang pohon kurma itu seperti seorang ayah mendekap anaknya. Dan suara tangisan itu mereda. Beberapa saat, masih terdengar isak-isak kecil dari batang pohon itu.

Setelah batang pohon kurma itu terdiam, Rasulullah Saw kemudian melepaskan dekapannya dan bersabda kepada orang- orang yang hadir: "Sesungguhnya ia menangis karena menyesal atas hilangnya apa yang biasa ia dengar, yakni dzikrullah." Batang pohon kurma itu menangis karena tak bisa lagi mendengar dengan jelas suara Rasulullah Saw ketika menyampaikan khutbahnya. Dengan demikian, ia juga tak lagi bisa menjadi tempat bagi kaki kekasih Allah yang mulia itu berpijak. 

Ia merasa sedih karena berkah yang selama ini ia peroleh dari Rasulullah tak lagi ia dapatkan. Ketika Rasulullah Saw mendekap batang pohon kurma itu, alangkah gembiranya jika pada saat itu, kita
sajalah yang menjadi batang pohon kurma itu. Siapa yang tidak ingin didekap penuh kasih sayang oleh tubuh yang penuh berkah Allah itu?

Sebagaimana seorang sahabat Rasulullah Saw yang telah melihat beliau menguburkan dan mendoakan seorang syahid dalam sebuah peperangan. Sahabat itu kemudian berharap, sekiranya dirinyalah yang saat itu berada di dalam liang kubur tersebut. Sebab ia ingin memperoleh berkah dari doa Rasulullah Saw.


Dikutip dari Mutiara Hikmah Kelompok Penerbit AR-Ruzz Media

Wednesday, June 15, 2016

Tausiyah Habib Jindan Bin Novel Bin Jindan Tentang Sifatnya Nabi Muhammad SAW


 

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuh..

Kali ini saya akan sedikit mengulas tentang isi tausiyah yang disampaikan oleh Al-Habib Jindan Bin Novel Bin Jindan, yang isinya adalah tentang Sifat-sifat mulia dari Nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW. 

Sungguh begitu teramat banyak sifat-sifat mulia baginda Nabi SAW yang patut kita teladani dan kita contoh serta amalkan sehari-hari. Habib jindan berkata dalam tausiyahnya, "Rasulullah SAW adalah seorang yang akhlaknya paling cakep, yang fisiknya paling keren dan paling cakep", makannya kata Sayyidina Ali bin abi thalib, "saya tidak pernah melihat seseorang yang seperti Rasulullah SAW sebelum dan sesudah Rasulullah SAW"

Bahkan Hasan bin Tsabit juga mengatakan, "Yang lebih ganteng, yang lebih cakep gak pernah di lihat oleh mata saya, yang lebih indah dari engkau yaa Rasulullah gak pernah dilahirkam oleh seorang ibu, gak ada yang lebih indah daripada Rasulullah SAW".

Siti halimah pun ketika melihat dan menggendong Rasulullah SAW masih Bayi maka seketika itu pula lah siti halimah langsung jatuh hati, bayangkan saja, ketika bayi (Rasulullah SAW) digendong maka bayi itu langsung menatap dan tersenyum kepada siti halimah. Lalu suami siti halimah mengatakan kepada istrinya saat itu, "cepatlah kau bawa pulang, bayi ini adalah bayi yang penuh berkah".

Rasulullah SAW adalah orang yang akhlaknya paling bagus. Fisiknya paling sempurna. Jika Nabi Yusuf A.S diberikan keindahan, ketampanan, diceritakan ada sebuah Mahluk ciptaan Allah SWT yang bernama KETAMPANAN. Nah dari mahluk yang bernama Ketampanan itulah Nabi Yusuf A.S dikaruniai oleh Allah SWT hanya setengahnya saja. Sedangkan Rasulullah SAW dikaruniai oleh Allah SWT 100% FULL. Oleh sebab itu seorang wanita yang memandang Nabi Yusuf A.S sampai terpotong tangannya, karena keindahan ketampanannya hanya setengah saja. Sedangkan Rasulullah SAW diberikan FULL, lengkap, 1 paket sehingga orang yang memandangnya tidak timbul kontradiksi, tidak timbul efek sampingnya.

Namun Bahkan ada seorang sahabat Nabi SAW yang rela potong lehernya demi Rasulullah SAW. Bayangkan saja salah 1 seorang sahabat ketika perang tiba-tiba dari belakangnya ditombak hingga tembus kedepan dadanya lalu dicabut hingga darahnya mengalir deras sambil ditadangi darahnya itu dengan kedua matanya yang melotot kemudian dilemparkan semua darahnya itu kewajahnya sambil berkata, "Demi Allah, Tuhan pemilik ka'bah aku beruntung..aku begini karena untuk Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW adalah orang yang paling lurus, istiqomah. Kala itu orang Quraisy ingin mencari kesalahan Rasulullah SAW namun mereka berkata, "1 kebohonganpun tidak kami temukan pada diri Rasulullah SAW, bahkan tidak ada 1 kebohonganpun yang keluar dari lisannya Nabi Muhammad SAW".

Sayyidah Siti A'isyah pun mengatakan, "jika ingin membicarakan akhlaknya Rasulullah SAW, akhlak beliau adalah Al-Qur'an (Qur'an berjalan)". Rasulullah SAW juga adalah seorang yang pemaaf, penuh dengan maaf. Kemudian Beliau juga seorang yang gemar meberikan nasihat, memberikan kebaikan pada setiap orang, tidak diam. Jika seseorang mengganggunya atas nama diri pribadinya maka ia akan memaafkan. Tapi jika sudah menyinggung urusan ajaran agama ia katakan "Tidak" ini adalah ajaran Allah SWT. Selama menyangkut urusan pribadinya, entah di caci dan dihina maka Beliau Nabi SAW masih bisa memaafkannya. Tapi jika sudah menyangkut haknya Allah SWT maka jangan main-main.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengatakan, "apabila seseorang yang melihat Rasulullah SAW keluar tiba-tiba atau bertemu tiba-tiba dijalan spontan dia akan gentar, tetapi jika sudah duduk bareng, berkumpul bareng, menatap senyumnya serta mendengarkan bicaranya Rasulullah SAW maka saat itu juga mereka langsung jatuh cinta kepada Nabi Muhammad SAW".

Jika kita bayangkan saat ini, sesungguhnya jarak antara zaman sekarang dengan zaman Rasulullah SAW adalah kurang lebih 15 abad 1500 tahun jaraknya, tetapi ketika kita sedang menyebut nama Rasulullah SAW saja maka begitu terasalah rasa cinta ini kepada-nya. Seseorang yang memandang wajahnya Rasulullah SAW maka ia tidak akan kenal yang namanya sial lagi.

Semoga sekelumit kisah tentang sifat-sifat Rasulullah SAW diatas bisa menambah rasa cinta kita kepada Beliau. Semakin membuat kita cinta kepada majelis ilmu. Dan kita bisa sama-sama menjalankan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW. Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.


Kisah Hasan & Husein (Cucu Nabi SAW) Yang Dihadiahi Pakaian Lebaran Oleh Malaikat

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=1610339853742445950;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=0;src=link


Diriwayatkan pada masa kecil menjelang lebaran, Alhasan dan Alhusain tidak memiliki pakaian baru untuk lebaran, sedangkan hari raya sebentar lagi datang.

Mereka bertanya kepada ibunya,

"Wahai ummah anak2 di Madinah telah dihiasi dg pakaian lebaran kecuali kami, mengapa bunda tidak menghiasi kami?"

Sayyidah Fathimah menjawab,

"sesungguhnya baju kalian berada di tukang jahit".

Ketika malam hari raya tiba, mereka berdua mengulangi pertanyaan yang sama, Sayyidah Fathimah menangis karena tidak memiliki uang untuk membeli baju buat kedua buah hatinya itu..

Ketika malam tiba, ada yang mengetuk pintu rumah, lalu Sayyidah Fathimah bertanya, 

"siapa?"

Orang itu menjawab, 

"Wahai putri Rasulullah, aku adalah tukang jahit, aku datang membawa hadiah pakaian untuk putra-putramu".


BACA JUGA :

Maka beliaupun membuka pintu, tampak seseorang membawa sebuah bingkisan hadiah, lalu diberikan kepada Sayyidah Fathimah.

Kemudian beliau membuka bingkisan tersebut, ternyata didalamnya terdapat 2 gamis, 2 celana, 2 mantel, 2 sorban serta 2 pasang sepatu hitam yang kesemuanya sangat indah.

Lalu Sayyidah Fathimah membangunkan kedua putra kesayangannya lalu memakaikan hadiah tersebut kepada mereka.

Kemudian Rasulullah Saw datang dan melihat keduanya sudah dihiasi dari semua hadiah yang terdapat dalam bingkisan tersebut.

Kemudian Rasulullah Saw menggendong kedua cucunya dan menciumi mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Rasulullah Saw bertanya kepada Sayyidah Fathimah, 

"Apakah engkau melihat tukang jahit tersebut?"

Sayyidah Fathimah menjawab:

"Iya, aku melihatnya",

Lalu Rasulullah Saw bersabda, 

"Duhai putriku, dia bukanlah tukang jahit, melainkan Malaikat Ridwan penjaga surga..."

Bahkan para penghuni langit dan bumi pun berbahagia jika kedua cucu Rasulullah berbahagia dan bersedih jika mereka bersedih....

اللهم صلى على سيدنا محمد وعلى اله سيدنا محمد

مشـــاء اللـــہَ

"Semoga bermanfaat dan kita bisa sama-sama mengambil hikmah dan pelajarannya"

Monday, June 13, 2016

Malaikat Izrail Tertawa, Menangis Dan Kaget Saat Mencabut Nyawa

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=8585856412921914799

Kematian merupakan rahasia ilahi dan tidak ada satu pun manusia yang dapat mengetahuinya. Tidak dapat dipastikan tibanya kapan, penyebabnya pun terkadang adalah sesuatu yang tidak terduga sebelumnya. Bahkan ada orang yang awalnya sehat, semenit kemudian bisa meninggal jika sudah ajalnya.

Dalam kitab Tadzkirah karangan imam Qurthubi dijelaskan, rahasia Allah SWT terhadap ajal ini telah membuat Malaikat Izrail menangis dan tertawa saat akan mencabut nyawa. Ia menyaksikan bagaimana manusia dengan percaya diri akan menyambut hari esok, tanpa mengetahui bahwa esok adalah hari kematiannya. 



Kisah ini dijelaskan dalam kitab Tadzkirah karangan imam Qurthubi. Ia merupakan ahli tafsir terkemuka di kalangan Ahlussunnah.

ALLAH swt. bertanya kepada malaikat maut: “Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?”

Maka Malaikat pun menjawab: “Aku pernah tertawa, pernah juga menangis, dan pernah juga terkejut dan kaget.”

“Apa yang membuatmu tertawa?”

“Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, ‘Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun’,”.

“Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu dia sudah kucabut nyawanya.”

Allah swt. lalu bertanya: “Apa yang membuatmu menangis?”

Maka malaikat menjawab: “Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus, dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir di gurun tersebut. Lantas kucabut nyawa wanita itu sambil menangis karena mendengar tangisan bayi tersebut karena tidak ada seorang pun yang mengetahui hal itu.”

“Lalu apa yang membuatmu terkejut dan kaget?”

Malaikat menjawab: “Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya terang benderang keluar dari kamarnya, setiap kali Aku mendekatinya cahaya itu semakin menyilaukanku seolah ingin mengusirku, lalu kucabut nyawanya disertai cahaya tersebut.”

Allah swt bertanya lagi: “Apakah kamu tahu siapa lelaki itu?

“Tidak tahu, ya Allah.”

“Sesungguhnya lelaki itu adalah bayi dari ibu yang kau cabut nyawanya di gurun pasir gersang itu, Akulah yang menjaganya dan tidak membiarkannya.” 


"Semoga bermanfaat untuk kita semua khususnya pembaca blog ini"

Sumber: http://www.infoyunik.com/2015/10/kisah-malaikat-izrail-yang-menangis-dan.html

Sunday, June 12, 2016

Fadhilah & Keistimewaan Surah AL-MULK (Tabarak)

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=658547591269809981;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=0;src=link


Dalam sebuah hadits Nabi ‘alayhis-shalâtu wa-salâm disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنْ الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ta’âlâ dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya ada satu surat dalam al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat, dan dapat memberikan syafa’at kepada seseorang hingga dia diampuni, yaitu surat TABAARAKAL LADZII BIYADIHIL MULKU.” (HR. at-Tirmidzi)

Maksud daripada “dapat memberikan syafa’at”, yakni ketika nanti di Yaumil Qiyamah orang-orang akan dilempar ke Jembatan Shirath, namun datanglah surat Tabarak, maka ia-lah yang akan menolong orang tersebut dan mengantarkannya hingga masuk ke dalam Surga. 

Dan keistimewaan yang lain daripada surat Tabarak adalah AL-MANI’AH MIN ‘ADZAABIL-QABR atau MENCEGAH DARI AZABNYA KUBUR. Dalam hal ini ada dua fawaidhu qishah yang masih berkaitan dengan keistimewaan surat Tabarak ini. Mudah-mudahan kisah berikut ini dapat menyemangati kita dalam merutinkan bacaan surat Tabarak di malam hari, sebelum tidur.

Adapun kedua kisah ini terjadi di Hadhramaut, Yaman. Kisah pertama, diceritakan ada seorang yang sering membaca surat Tabarak sebelum tidurnya. Namun, orang ini disebutkan ada banyak maksiatnya. Nah, di saat ia meninggal dan di kubur, orang-orang pun pulang meninggalkan kuburannya. Ketika itu, hanya tinggal beberapa dari kerabat keluarganya yang masih ada di kuburan orang tersebut. Tiba-tiba dari kuburan orang tersebut keluarlah anjing yang besar berwarna hitam dan pergi begitu saja.



Kemudian, salah seorang dari kerabat orang yang di kuburan tersebut mengikuti anjing itu. Ia merasa heran, “Kok anjing ini bisa keluar dari kuburan? Dari mana anjing ini?” Dan ia pun menangkapnya seraya berkata, “Man anta/ Siapa kamu ini, kok bisa keluar dari kuburan?” Ternyata anjing itu pun bisa menjawab, dia berkata, “Ana sayyiatun fulan/ Akulah amal buruknya fulan ini. Dan aku keluar, karena surat Tabarak yang mengusirku.” Masya Allah, jadi orang tersebut tidak punya lagi sayyiah atau amal buruk, lantaran amal burukanya itu sudah keluar dengan menjelma menjadi seekor anjing hitam yang besar. Ini semua tidak lain berkat surat Tabarak.

Kisah kedua, diceritakan bahwasanya di Tarim sana ada seorang ulama besar bernama al-Habib Abdurrahman ibn Ali Abi Bakar as-Sakran ibn Abdurrahman Assegaf. Dalam salah satu wiridnya, beliau juga senantiasa membaca surat Tabarak di setiap malamnya. Nah, suatu ketika tatkala ada pergantian kuburan baru (memang sistem yang ada di sana ketika kuburan seorang telah mencapai 40 tahun, maka kubruannya boleh ditumpuk). Kuburan yang akan ditumpuk di sini adalah kuburannya al-Habib Abdurraman ibn Ali as-Sakran.

Singkat cerita, tatkala penggali kuburan tersebut menggali kuburannya al-Habib Abdurrahman, maka ia mendapatkan al-Habib Abdurrahman duduk di kursi emas dengan membaca surat Tabarak. Masya Allah Tabarakallah. Penggali kuburan ini terkejut dan al-Habib Abdurrahman pun berkata, “Tutup, tutup, cari tempat yang lain.” Maka Si Penggali Kuburan itu bertanya kepada al-Habib Abdurrahman, “Ya Habib, kok bisa kayak gini?” Lalu al-Habib Abdurrahman berkata, “Ia karena bacaan surat Tabarak, ente jangan bilang-bilang ke orang. Kalau ente bilang orang-orang, ente bisa mati langsung!!” Maka kuburannya pun ditutup kembali. Walhasil, Si Penggali Kuburan itu diam-diam tidak bilang ke siapa-siapa. Tetapi, ketika di masa tuanya, ia pun sudah sakit-sakitan, akhirnya ia menceritakan peristiwa tersebut kepada anak-anaknya. Dan di esok harinya, ia pun meninggal. 

Wallahu A’lam. Semoga ada manfaatnya.

#RamadhanKareem1437H