Sunday, March 6, 2016

Sahabat Rasulullah SAW Salman Al-Farisi R.A

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=8459219800907765013;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=0;src=link

Salman al Farisi adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mengusulkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.

Nama lengkapnya adalah Mabah bin Budzkhasyan bin Mousilan bin Bahbudzan bin Fairuz bin Sahrk Al-Isfahani. Namun, ia lebih dikenal dengan nama Salman Al-Farisi. Nama panggilannya adalah Abu Abdillah dan digelari dengan Salman Al-Khair.

Ia berasal dari desa Ji di Isfahan, Persia. Ia adalah sosok sahabat yang terkenal memiliki ide-ide brilian, memiliki tubuh yang kuat, dan pandai dalam ilmu-ilmu syariat. Ia pernah menjadi penjaga api di kuil tempat pemujaan orang-orang Persia.


Masuk Islamnya Salman

Sebelum Islam datang, Salman memeluk agama Nasrani, karena ia terpikat dengan model sembahyang mereka. Suatu ketika, atas saran seorang pendeta yang ditemuinya di Mosul, Salman pergi menemui Rasul yang saat itu sudah hijrah ke Madinah. Sang pendeta mengabarkan bahwa seorang Nabi akan diutus pada zaman itu. Ia berpesan agar Salman mengikuti Nabi tersebut dan Nabi itu akan hijrah ke sebuah daerah yang banyak ditumbuhi pohon kurma dan daerahnya diapit dua bidang tanah yang berbatu hitam.

Setibanya di Madinah, pada malam harinya, ia pergi menemui Rasulullah sambil membawa makanan sembari berkata, ''Makanan ini adalah sedekah.'' Nabi tidak memakan makanan tersebut dan mempersilahkan para sahabatnya untuk menyantapnya. Kemudian Salman datang lagi dan membawa makanan sambil mengatakan, ''Makanan ini adalah hadiah.'' Kali ini Nabi memakan sebagiannya dan sebagiannya Beliau berikan kepada para sahabatnya.

Suatu hari, Salman melihat ciri kenabian di pundak Nabi. Takala ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Nabi, di mana Beliau tidak makan sedekah, menerima hadiah, dan di pundaknya ada cap kenabian, Salman pun langsung mengikrarkan diri masuk Islam dan menceritakan liku-liku perjalanannya kepada Beliau.


Ikut perang Khandaq (parit)

Perang Khandaq merupakan perang pertama kali yang diikuti oleh sahabat mulia ini. Karena sebelumnya ia masih terkungkung oleh perbudakan. Sampai akhirnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memobilisasi para sahabat agar membantu Salman, yaitu untuk menebusnya. Setelah itu, Salman al Farisi tidak pernah absen menyertai Rasulullah dalam peperangan selanjutnya.

Dalam perang Khandaq, Salmanlah orang yang mengusulkan untuk menggali parit berdasarkan pengalamannya dalam peperangan di Persia. Orang-orang Arab takjub dengan usulan Salman untuk menggali parit tersebut.


Menjadi Gubernur Kufah

Tatkala masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Salman diangkat untuk menjadi Gubernur Kufah. Mendengar gubernur baru akan datang, para penduduk Kufah lantas memadati jalan raya untuk menyambut kedatangannya. Mereka menyangka Sang Gubernur akan diiringi oleh rombongan besar pasukan. Namun ternyata mereka salah, Salman al Farisi datang ke kota itu sendirian dan hanya menunggang seekor keledai. Dia duduk di atasnya sambil memegang tulang berdaging yang digigitnya sedikit demi sedikit.

Saat menjabat sebagai gubernur, Salman bertemu dengan seorang saudagar yang baru pulang berniaga dari Syam membawa kurma dan buah tin. Saudagar itu menyuruh Salman untuk mengangkut barang dagangannya karena ia mengira Salman seorang kuli angkut barang. Salman pun membawa barang dagangan saudagar tersebut. Ketika si saudagar mengetahui bahwa Salman adalah gubernur Al-Madain, ia meminta maaf atas kelancangannya. Akan tetapi Salman tetap membawa barang dagangan tersebut sampai ke tempat tujuan.


Kisah anak sholeh yang mengendong ibunya

Suatu hari ada seorang anak sholeh (Salman al farisi) yang mengendong ibunya yang tercinta. dikisahkan ibunya sedang sakit dan tidak memungkinkan untuk berjalan sendiri.

Saat perjalanan dari kota Madinah menuju kota Mekah dalam rangka melaksanakan ibadah Haji . Bisa dibayangkan panasnya terik matahari ketika siang dan dinginnya malam hari serta beratnya gendongan yang ada di pundaknya bukan? Betapa berbaktinya anak ini kepada ibunya, ingin membahagiakan ibunya yang sedang sakit dengan mengantarkanya menuju rumah Tuhan bahkan dengan menggendongnya, betapa besar pengorbanan dan usahanya.

Ketika akhirnya mereka sampai di kota Mekah untuk melaksanakan ibadah Haji mereka bertemu dengan Rasulullah. Bahagia sekali sang anak beserta ibunya ini ketika mereka bertemu denga Utusan Tuhan yang sangat mereka cintai dan mereka rindukan. Terjadilah percakapan yang kurang lebih seperti ini,

Sang anak bertanya kepada Rasul, “Ya Rasul..apakah saya sudah berbakti kepada orang tua saya? Saya menggendong ibu saya di pundak saya berjalan dari Madinah sampai Kota Mekah untuk melaksanakan ibadah haji”.

Seketika itu pula Rasul menangis, Kemudian Rasul menjawab dengan diiringi tangisnya yang tersedu-sedu, “Wahai Saudaraku, engkau sungguh anak yang luar biasa, engkau benar-benar anak sholeh, tapi maaf…..(sambil tetap menangis) apapun yang kamu lakukan di dunia ini untuk membahagiakan orang tuamu…. apapun usaha kerasmu untuk menyenangkan orang tuamu …. tidak akan pernah bisa membalas jasa orang tuamu yang telah membesarkanmu”


Kisah cinta Salman al Farisi 

Pada suatu waktu, Salman berkeinginan untuk menggenapkan dien (agama) dengan menikah. Selama ini, ia juga diam-diam menyukai seorang wanita salehah dari kalangan Anshar. Namun ia tak berani melamarnya. Sebagai seorang imigran, ia merasa asing dengan tempat tinggalnya, Madinah.

Salman pun kemudian mendatangi seorang sahabatnya yang merupakan penduduk asli Madinah, Abu Darda’. Ia bermaksud meminta bantuan Abu Darda’ untuk menemaninya saat mengkhitbah wanita impiannya.

Setiba di rumah wanita shalehah tersebut, keduanya pun diterima dengan baik oleh tuan rumah. Singkat cerita Abu Darda’ mengutarakan maksud kedatangannaya kepada tuan rumah tentang lamaran Salman kepada putri sang tuan rumah.

Mendengarnya, si tuan rumah merasa terhormat. Tentu saja, ia kedatangan dua orang sahabat Rasulullah yang utama. Salah satunya bahkan berkeinginan melamar putrinya.

Namun sang ayah tidaklah kemudian segera menerimanya. Seperti yang diajarkan Rasulullah, ia harus bertanya pendapat putrinya mengenai lamaran tersebut.

Mewakili sang putri, ibunya pun mengatakan bahwa putrinya menolak lamaran Salman. Kemudian sang ibu menjelaskan bahwa putrinya akan menjawab iya bila Abu Darda’ memiliki keinginan yang sama seperti Salman.

Jika seperti pria pada umumnya, maka hati Salman pasti hancur berkeping-keeping. Ia akan merasakan patah hati yang teramat sangat. Namun Salman merupakan pria shaleh, seorang mulia dari kalangan shahabat Rasulullah. Dengan ketegaran hati yang luar biasa, ia justru menerima keputusan sang wanita dengan lapang dada.

Tak hanya itu, Salman justru menawarkan bantuan untuk pernikahan keduanya. Tanpa perasaan hati yang hancur, ia memberikan semua harta benda untuk persiapan pernikahan. Salman juga akan menjadi saksi pernikahan mereka berdua.


"Semoga sepenggal kisah riwayat dari salah satu sahabat Nabi SAW di atas bisa menjadi inspirasi untuk kita semua, khususnya untuk para pembaca blog ini" 

Dahsyatnya Fadhilah Surah Al-ikhlas

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=4873965149833089144;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=0;src=link

 Dahsyatnya Surah Al-Ikhlas

Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Ketika Aku (Rasulullah SAW) isra' ke langit, maka Aku telah melihat 'Arsy di atas 360.000 sendi dan jarak jauh antara satu sendi ke satu sendi ialah 300.000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap sendi itu terdapat padang sahara sebanyak 12.000 dan luasnya setiap satu padang Sahara itu seluas dari timur hingga ke barat (masyrik ke maghrib). Pada setiap padang sahara itu terdapat 80.000 malaikat yang mana kesemuanya membaca surah Al-Ikhlas.

Setelah mereka selesai membaca surah tersebut maka berkata mereka, "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini kami berikan kepada orang yang membaca surah Al-Ikhlas baik lelaki maupun perempuan."

"Para sahabat kagum tercengang mendengarnya. Lantas Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya, 

”Herankah kamu sahabat-sahabat ku ? 

Mereka menjawab, ” Ya benar, kami heran.” 

Beliau melanjutkan, ”Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis di sayap Jibril A.S. “Allahush Shomad” tertulis disayap Mikail A.S . “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis disayap Izrail A.S . “Walam Yakun Lahu kufuan Ahad” tertulis disayap Israfil A.S. Maka barangsiapa di antara ummatku membaca “Qul Huwallahu Ahad” niscaya dikurniai Allah ia pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.”

Kemudian beliau bertanya lagi, ”Herankah kamu, mendengarnya?

Mereka menjawab, ”Ya, benar kami heran.” 

Lantas beliau bersabda, ”Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis di kening Abu Bakar Shiddiq. “Allahush Shomad” tertulis di kening Umar Al-Faruq. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis di kening Usman Zin-Nurain. Dan “Walam Yakun Lahu Kufuan Ahad” tertulis di kening Ali As-Sakhiy. Maka barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas niscaya dikurniai Allah ia pahala Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.

Sebuah kisah yang terjadi di zaman lampau bahwa seorang lelaki meninggal dunia. Alangkah sedihnya perasaan kedua ibu bapaknya. Maka pada malam setelah anak itu dikebumikan, ayahnya bermimpi melihat anaknya disiksa di dalam neraka Jahannam. Malam ke 2 si ayah bermimpi melihat anaknya sedang bersukaria di dalam syurga. Lalu si ayah bertanya dalam mimpi itu kepada anaknya,

“Semalam aku melihat engkau di dalam neraka, mengapa malam ini engkau berada di dalam syurga? 

Lalu si anak menjawab, “Hari ini ada orang yang lewat dekat kuburku dan ia hadiahkan surah Al-Ikhlas 3x dan pahalanya dihadiahkan kepadaku. Itulah sebabnya ayah lihat saya berada di dalam syurga sekarang.”

Sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang maksudnya, “Hai Aisyah, engkau jangan tidur dulu sebelum engkau kerjakan empat perkara :
1. Khatamkan Al-Quran,
2. Jadikan semua Nabi membelamu nanti pada hari kiamat,
3. Jadikan semua orang mukmin rela kepadamu, dan
4. Kerjakan Haji dan Umrah.”
Kemudian Rasulullah pun shalat, sedangkan Aisyah tinggal ditempat tidur.
Selesai Shalat, Aisyah pun berkata : “Rasulullah, tebusanmu ibu dan ayahku, Rasulullah suruh saya mengerjakan empat perkara yang saya tidak sanggup melakukannya pada waktu ini.” Baginda tersenyum, seraya bersabda : ” Apabila engkau membaca Qul Huwallahu Ahad (tiga kali), maka seolah-olah engkau telah mengkhatamkan Al-Quran. Jika engkau membaca shalawat kepadaku dan kepada semua Nabi sebelumku, maka kami nanti akan mensyafaatimu pada hari kiamat. Dan apabila engkau meminta ampunkan orang-orang mukmin, maka tentu semua mereka nanti akan rela kepadamu. Dan apabila engkau membaca “Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillallah, Wallahu Akbar, maka sesungguhnya engkau berarti telah mengerjakan Haji dan Umrah.”

آللهم صل على سيدنآ محمد وعلى آل سيدنآ محمد

Saturday, March 5, 2016

Pengertian Shalat istikharah


https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=7929743189451649664;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=0;src=link

 A. Pengertian Sholat Istikharah

Sholat istikharah adalah Sholat Sunnah 2 rakaat yang dikerjakan untuk memohon petunjuk yang baik kepada Allah terhadap sesuatu di antara beberapa pilihan yang masih diragukan untuk memperoleh keputusan. baik itu untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan umum.

Shalat istikharah ialah shalat sunat dua rakaat untuk memohon kepada Allah ketentuan pilihan yang lebih baik di antara 2 hal yang belum dapat ditentukan baik buruknya. Yakni apabila seseorang berhajat dan bercita-cita akan mengerjakan suatu maksud, sedangkan ia ragu-ragu untuk menentukan pilihannya tersebut, apakah harus dilakukan atau tidak, diambil atau tidak.

Contoh kasus : Salah satu aplikasi shalat istikharah ini misalnya dalam kasus menentukan pasangan hidup.
Misalnya saja seorang perempuan bernama fulan yang dipinang oleh 2 orang lelaki yang sama-sama dicintainya. Maka, untuk menghilangkan keragu-raguannya tersebut, Fulan melaksanakan shalat istikharah agar Allah memberinya petunjuk, lelaki mana yang baik untuk menjadi pasangan hidupnya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath (11/220), “Ibnu Abi Hamzah berkata : Amalan yang wajib dan yang sunnah tidak perlu melakukan istikharah dalam melakukannya, sebagaimana yang haram dan makruh tidak perlu melakukan istikharah dalam meninggalkannya.

Maka urusan yang butuh istikharah hanya terbatas pada perkara yang mubah dan dalam urusan yang sunnah jika di depannya ada dua amalan sunnah yang hanya bisa dikerjakan salah satunya, mana yang dia kerjakan lebih dahulu dan yang dia mencukupkan diri dengannya.” Maka janganlah sekali-kali kamu meremehkan suatu urusan, akan tetapi hendaknya kamu beristikharah kepada Allah dalam urusan yang kecil dan yang besar, yang mulia atau yang rendah, dan pada semua amalan yang disyariatkan istikharah padanya. Karena terkadang ada amalan yang dianggap remeh akan tetapi lahir darinya perkara yang mulia.”

B. Tata Cara Sholat Istikharah

Salat istikharah boleh dikerjakan paling sedikit 2 rakaat atau hingga 12 rakaat (enam salam) Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, baca Surah Al-Kafiruun (1 kali), dilanjutkan membaca surat Al- Qashash ayat 68-69 sebanyak 7x. Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, baca 1 Surah Al-Ikhlas (1 kali), dilanjutkan membaca surat Al-ahzaab ayat 36 7x. Ada pula bacaan lainnya, selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, baca ayat Al-Kursi (7 kali). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, baca Surah Al-Ikhlas (11 kali).

*note : (Setelah membaca surah Al-fatihah, boleh dilanjutkan dengan surah-surah lain didalam Al-qur'an)

Shalat istikharah lebih utama jika dikerjakan pada waktu malam hari, karena biasanya pada suasana hening hati akan khusyu’ dalam sholat dan membaca doa.

- Bacaan Niat shalat istikharah:

Ushalli sunnatal istikharah rak’ataini lillaahi ta’alaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunat istikharah dua rakaat karena Allah.”

seusai shalat lalu berdoalah dengan doa istikharah. Lalu setelah itu, mintalah petunjuk atas apa yang diragukannya.

C. Doa Setelah Sholat Istikharah

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻰ ﺃﺳﺘﺨﻴﺮﻙ ﺑﻌﻠﻤﻚ ﻭﺃﺳﺘﻘﺪﺭﻙ ﺑﻘﺪﺭﺗﻚ ، ﻭﺃﺳﺄﻟﻚ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻚ
ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ، ﻓﺈﻧﻚ ﺗﻘﺪﺭ ﻭﻻ ﺃﻗﺪﺭ ﻭﺗﻌﻠﻢ ﻭﻻ ﺃﻋﻠﻢ ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻼﻡ ﺍﻟﻐﻴﻮﺏ ،
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻥ ﻛﻨﺖ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻷﻣﺮ ﺧﻴﺮ ﻟﻰ ﻓﻰ ﺩﻳﻨﻰ ﻭﻣﻌﺎﺷﻰ
ﻭﻋﺎﻗﺒﺔ ﺃﻣﺮﻯ ﻓﺎﻗﺪﺭﻩ ﻟﻰ ﻭﻳﺴﺮﻩ ﻟﻰ ﺛﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻰ ﻓﻴﻪ ، ﻭﺇﻥ ﻛﻨﺖ
ﺗﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻷﻣﺮ ﺷﺮ ﻟﻰ ﻓﻰ ﺩﻳﻨﻰ ﻭﻣﻌﺎﺷﻰ ﻭﻋﺎﻗﺒﺔ ﺃﻣﺮﻯ
ﻓﺎﺻﺮﻓﻪ ﻋﻨﻰ ﻭﺍﺻﺮﻓﻨﻰ ﻋﻨﻪ ، ﻭﺍﻗﺪﺭ ﻟﻰ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﺣﻴﺚ ﻛﺎﻥ ﺛﻢ
ﺃﺭﺿﻨﻰ
Allahumma inniy astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim, fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa ‘Abdullah’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amru khairul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” atau; ‘Aajili amriy wa aajilihi faqdurhu liy wa yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amru syarrul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” aw qaola; fiy ‘aajili amriy wa aajilihi fashrifhu ‘anniy washrifniy
‘anhu waqdurliyl khaira haitsu kaana tsummar dhiniy.”

Artinya : (Ya Allah aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmuMu dan memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon karunia-Mu yang Agung. Karena Engkau Maha Mampu sedang aku tidak mampu, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa nanti- maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah kemudian berikanlah berkah padanya. Namun sebaliknya ya Allah, bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa nanti- maka jauhkanlah urusan dariku dan jauhkanlah aku darinya. Dan tetapkanlah buatku urusan yang baik saja dimanapun adanya kemudian jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu itu”. Beliau bersabda: “Dia sebutkan urusan yang sedang diminta pilihannya itu”. (HR. Al-Bukhari no. 1162)

D. Berbagai Petunjuk yang Mungkin Datang Seusai Istiharah

Allah memberikan petunjuk melalui mimpi Petunjuk melalui firasat Petunjuk melalui ketetapan hati
Petunjuk dengan menjauhkan orang tersebut dariyang tidak baik untuk dirinya dan mendekatkan dengan apa yang baik untuknya

E. Dalil yang berhubungan dengan Sholat Istikharah

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu berkata:

ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻌﻠﻤﻨﺎ ﺍﻟﺎﺳﺘﺨﺎﺭﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺄﻣﻮﺭ
ﻛﻠﻬﺎ ﻛﻤﺎ ﻳﻌﻠﻤﻨﺎ ﺍﻟﺴﻮﺭﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺇﺫﺍ ﻫﻢ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺑﺎﻟﺄﻣﺮ
ﻓﻠﻴﺮﻛﻊ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻔﺮﻳﻀﺔ ﺛﻢ ﻟﻴﻘﻞ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺳﺘﺨﻴﺮﻙ ﺑﻌﻠﻤﻚ ﻭﺃﺳﺘﻘﺪﺭﻙ ﺑﻘﺪﺭﺗﻚ ﻭﺃﺳﺄﻟﻚ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻚ
ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ﻓﺈﻧﻚ ﺗﻘﺪﺭ ﻭﻟﺎ ﺃﻗﺪﺭ ﻭﺗﻌﻠﻢ ﻭﻟﺎ ﺃﻋﻠﻢ ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻠﺎﻡ ﺍﻟﻐﻴﻮﺏ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻥ ﻛﻨﺖ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺄﻣﺮ ﺧﻴﺮ ﻟﻲ ﻓﻲ ﺩﻳﻨﻲ ﻭﻣﻌﺎﺷﻲ
ﻭﻋﺎﻗﺒﺔ ﺃﻣﺮﻱ ﺃﻭ ﻗﺎﻝ ﻋﺎﺟﻞ ﺃﻣﺮﻱ ﻭﺁﺟﻠﻪ ﻓﺎﻗﺪﺭﻩ ﻟﻲ ﻭﻳﺴﺮﻩ ﻟﻲ ﺛﻢ
ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻲ ﻓﻴﻪ ﻭﺇﻥ ﻛﻨﺖ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺄﻣﺮ ﺷﺮ ﻟﻲ ﻓﻲ ﺩﻳﻨﻲ
ﻭﻣﻌﺎﺷﻲ ﻭﻋﺎﻗﺒﺔ ﺃﻣﺮﻱ ﺃﻭ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﻋﺎﺟﻞ ﺃﻣﺮﻱ ﻭﺁﺟﻠﻪ ﻓﺎﺻﺮﻓﻪ
ﻋﻨﻲ ﻭﺍﺻﺮﻓﻨﻲ ﻋﻨﻪ ﻭﺍﻗﺪﺭ ﻟﻲ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﺣﻴﺚ ﻛﺎﻥ ﺛﻢ ﺃﺭﺿﻨﻲ ﻗﺎﻝ
ﻭﻳﺴﻤﻲ ﺣﺎﺟﺘﻪ

Artinya : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami istikharah dalam setiap urusan yang kami hadapi sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Qur’an. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang dari kalian menghadapi masalah maka ruku’lah (shalat) dua raka’at yang bukan shalat wajib kemudian berdo’alah: Allahumma inniy astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim, fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa ‘Abdullah’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amru khairul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” atau; ‘Aajili amriy wa aajilihi faqdurhu liy wa yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amru syarrul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” aw qaola; fiy ‘aajili amriy wa aajilihi fashrifhu ‘anniy washrifniy‘anhu waqdurliyl khaira haitsu kaana tsummar dhiniy.” (HR. Al-Bukhari no. 1162)

"Semoga artikel yang singkat ini bisa bermanfaat untuk kita semua, khususnya untuk para pengunjung blog saya ini"

Rizki Ada Dilangit Bukan Ditempat Kerja

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=4313678445781004935;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=1;src=link

Belajar Tawakal Kepada Putri 10 Tahun .

Hatim Al Ashom rahimahullah, Ulama besar muslimin, teladan kesederhanaan dan tawakal. Hatim rahimahullah, suatu hari berkata kepada istri dan 9 putrinya bahwa ia akan pergi untuk menuntut ilmu. Istri dan putri-putrinya keberatan. Karena siapa yang akan memberi mereka makan. Salah satu dari putri-putri itu berusia 10 tahun dan hapal Al Quran. Dia menenangkan semua dengan berkata,

 "Biarkan beliau pergi. Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!"

Hatim pun pergi Hari itu berlalu, malam datang menjelang. Mereka mulai lapar. Tapi tidak ada makanan. Semua mulai memandang protes kepada putri 10 tahun yang telah mendorong kepergian Ayah mereka. Putri yang hapal Al Quran itu kembali meyakinkan mereka dengan berkata,

"Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!"

Dalam suasana seperti itu, pintu rumah mereka diketuk. Pintu dibuka. Terlihat para penunggang kuda. Mereka bertanya,

"Adakah air di rumah kalian?"

Penghuni rumah menjawab,

"Ya, kami memang tidak punya apa-apa kecuali air".

Lalu air dihidangkan. Menghilangkan dahaga mereka. Pemimpin penunggang kuda itu pun bertanya,

"Rumah siapa ini?"

Penghuni rumah menjawab, 

"Hatim al Ashom".

Penunggang kuda terkejut, 

"Hatim, ulama besar muslimin.."

Penunggang kuda itu mengeluarkan sebuah kantong berisi uang dan dilemparkan ke dalam rumah dan berkata kepada para pengikutnya,

"Siapa yang mencintai saya, lakukan seperti yang saya lakukan.."

Para penunggang kuda lainnya pun melemparkan kantong-kantong mereka yang berisi uang. Sampai pintu rumah sulit ditutup, karena banyaknya kantong-kantong uang. Mereka kemudian pergi.

Tahukah antum, siapa pemimpin penunggang kuda itu...?

Ternyata Abu Ja'far Al Manshur, Amirul Mukminin.

Kini giliran putri 10 tahun yang telah hapal Al Quran itu memandangi ibu dan saudari-saudarinya. Dia memberikan PELAJARAN AQIDAH yang sangat mahal sambil menangis, dia berkata,

" JIKA SATU PANDANGAN MAKHLUK BISA MENCUKUPI KITA, MAKA BAGAIMANA JIKA YANG MEMANDANG KITA ADALAH AL KHOLIQ ..!! "

Terimakasih Nak, kau telah menyengat kami yang dominasi kegelisahannya hanya urusan dunia.

Hingga lupa ada Al Hayyu Ar Rozzaq...

Hingga lupa jaminan- Nya:
"dan di LANGIT lah RIZKI kalian..."

Bukan di pekerjaan...
bukan di bank...
bukan di kebun...
bukan di toko...
tapi .........
DI LANGIT !!

Hingga kami lupa tugas besar akhirat,

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا

"Duhai Allah, jangan Kau jadikan dunia sebagai kegundahan terbesar kami....."

✒ الفَقيْر إلَىٰ عفو رَبِّه

Barakallahu fiikum....


Sumber : Ustadz Zaenal Abidin, Lc حفظه الله تعالى

Thursday, March 3, 2016

Renungan Masa Senja

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=3073542439875769265;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=1;src=link

RENUNGAN UNTUK MASA SENJAMU
Abu Sulaiman Ad-Darani pernah mengatakan, “Allah memiliki beberapa orang hamba, mereka menyibukkan diri dengan ibadah kepada Allah, bukan karena takut neraka atau berharap surga. Lalu, bagaimana mungkin mereka disibukkan oleh dunia dan meninggalkan Allah?”

Maka, wajar saja jika ada seorang murid dari Ma’ruf Al-Karkhi bertanya kepada gurunya, 
“Apa yang membuatmu beribadah dan meninggalkan pergaulan dengan manusia yang lain?”

Sejenak Ma’ruf Al-Karkhi terdiam. Lalu menjawab, “Aku ingat mati.”

“Ingat apanya?” tanya muridnya lagi.

“Aku ingat kuburan dan barzakhnya,” jawab Al-Karkhi.

“Ingat kuburan? Bagian yang mana?” tanya murid itu lagi.

“Rasa takut pada neraka dan berharap surga,” jawab Al-Karkhi.

“Bagaimana bisa begitu?”

“Sesungguhnya dua malaikat ini ada dalam kekuasaan-Nya. Jika engkau mencintai-Nya, maka engkau akan melupakan itu semua. Jika engkau mengenal-Nya, maka cukuplah itu semua!”

Ma’ruf Al-Karkhi mengingatkan kita bahwa perasaan takut dan berharap masuk surga adalah harapan rendah bagi orang yang beribadah. Sebab, orang yang benar-benar beribadah kepada Allah dan mengharap perjumpaan dengan-Nya, pasti merindukan-Nya dengan penuh cinta, dan pasti akan melupakan segalanya. Dia hanya berharap memandang wajah-Nya. 

Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa Nabi Isya a.s. bersabda, “Jika engkau melihat seorang pemuda mencari Tuhannya, maka sungguh dia akan lupa segala-galanya!”

Abu Sulaiman berkata, “Siapa saja yang hari ini sibuk dengan dirinya sendiri, maka besok dia juga akan sibuk dengan dirinya sendiri. Siapa saja yang hari ini sibuk dengan Tuhannya, maka besok dia akan sibuk dengan Tuhannya.”

Sofyan Ats-Tsauri suatu ketika bertanya kepada Rabi’ah Al-Adhawiyah, “Apa hakikat imanmu?” 

Lalu dia menjawab, “Aku tidak menyembah-Nya karena takut neraka atau berharap surga. Aku tidak seperti buruh yang jahat jika dibayar bahagia, jika tak dibayar bersedih Aku menyembah-Nya semata-mata karena cinta dan rindu kepada-Nya.”


Sumber : Imam Al-Ghazali dalam kitab Al-Mahabbah wa al-Syawq wa al-Uns wa al-Ridha

Wednesday, March 2, 2016

Rejeki Itu Banyak Bentuknya

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=7071766307298796402;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=2;src=link

Tempo hari hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya (Yeti Haryati) masih penuh gerobaknya, buah­-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al­-Qur'annya. Sampai jam 10 hujan belum berhenti. Saya mulai khawatir karena sepi tidak ada konsumen datang. Saya keluar memberikan air minum.

Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak…?

Mana masih banyak banget, Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-­mudahan ada rezekinya.. . ”jawabnya. 

“Aamiin, ” kataku.

“Kalau tidak habis bagaimana, Pak? ”. tanyaku.

“Kalau tidak habis ya resiko, Bu.., seperti semangka, melon yang sudah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng dari pada kebuang. seperti bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus dapat disimpan. Mudah­-mudahan saja dapet nilai sedekah, ” katanya tersenyum.

“Kalau hujan selalu sampai sore bagaimana, Pak? ” tanyaku lagi.

“Alhamdulillah bu… Berarti rezeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan apabila hujan saat mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga rezeki, Bu…”

“kalau tidak dapet uang bagaimana, Pak? ” tanyaku lagi.

“Berarti rezeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rezeki, Bu… Saya tergantung sama Allah.. Apa saja bentuk rezeki yang Allah kasih ya saya syukuri saja. Namun Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan. “Pernah tidak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup mencari apa Bu, yang utama dapat makan agar ada tenaga buat beribadah serta usaha, ” katanya lagi sambil memasukan Alqur'annya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya dapat jalan.. Terima kasih yaa, Bu…”

Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah saat hujan datang, begitu khawatirnya rezeki materi tidak didapat hingga mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.
Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh semakin lebih berharga dari pada uang, harta dan jabatan.

MANUSIA serta BOTOL Saya, kamu, dan kita (ibarat) hanya sebuah botol.
1. Apabila di isi air mineral, harga nya tiga ribu
2. Apabila di isi jus buah, harga nya sepuluh ribu
3. Apabila di isi Madu Yaman, harga nya ratusan ribu
4. Apabila di isi wangi-wangian chanel harganya bisa jutaan.
5. Apabila di isi air got, botol itu hanya akan dibuang pada tong sampah karena tidak berharga dan tidak ada yang suka.

Botol yang sama namun harga nya tidak sama sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…
Begitu juga saya, kamu dan kita semuanya yaitu sama… sama­-sama manusianya secara wujud… yang membedakan kita pada satu sama lainnya yaitu TAQWA, IMAN & AMAL yang ada dalam diri kita… yang akan mengakibatkan kita bernilai di sisi ALLAH atau kita dipandang hina oleh ALLAH lalu dibuang ke dalam neraka…

"sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah yaitu orang yg paling bertakwa, sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha teliti”

Tuesday, March 1, 2016

Kisah Sang Raja, Pelayan, Dan Rencana Allah SWT

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=1552808923620986161;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=1;src=link

Ada seorang Raja yang mempunyai seorang pelayan, yang dalam setiap kesempatan selalu berkata kepada sang Raja,

"Yang Mulia, jangan khawatir, karena segala sesuatu yang dikerjakan Allah adalah sempurna, Ia tak pernah salah."

Suatu hari, mereka pergi berburu, pada saat itu seekor binatang buas menyerang sang Raja. Lalu Si pelayan itu berhasil membunuh binatang tersebut, namun tidak bisa mencegah Rajanya dari kehilangan sebuah jari tangan yang putus.

Geram dengan apa yang dialaminya, tanpa merasa berterima kasih, sang Raja berkata, 

"Kalau Allah itu baik, saya tidak akan diserang oleh binatang buas dan kehilangan satu jari saya..!"

Pelayan tersebut menjawab,

"Apapun yang telah terjadi kepada Yang Mulia, percayalah bahwa Allah itu baik dan apapun yang dikerjakanNya adalah sempurna, Ia tak pernah salah."

Merasa sangat tersinggung oleh respon pelayannya, sekembalinya ke istana, sang Raja memerintahkan para pengawalnya untuk memenjarakan si pelayan. Sementara dibawa ke penjara, pelayan tersebut masih saja mengulangi perkataannya: "Allah adalah baik dan sempurna adanya."

Dalam suatu kesempatan lain, sang Raja pergi berburu sendirian, dan karena pergi terlalu jauh ia ditangkap oleh orang-orang suku primitif yang biasa menggunakan manusia sebagai korban.

Diatas altar persembahan, orang-orang suku primitif tersebut menemukan bahwa sang Raja tidak memiliki jari yang lengkap. Mereka kemudian melepaskan Raja tersebut karena dianggap tidak sempurna untuk dipersembahkan kepada dewa mereka.

Sekembalinya ke istana, sang Raja memerintahkan para pengawal untuk mengeluarkan si pelayan dari tahanan, dan Raja itu berkata,

"Temanku.. Allah sungguh baik kepadaku. Aku hampir saja dibunuh oleh orang suku primitif, namun karena jariku tidak lengkap, mereka melepaskanku."

Tapi aku punya sebuah pertanyaan untukmu. "Kalau Allah itu baik, mengapa Ia membiarkan aku memenjarakanmu ?

Sang pelayan menjawab,

"Yang Mulia, kalau saja baginda tidak memenjarakan saya, baginda pasti sudah mengajak saya pergi berburu, dan saya pasti sudah dijadikan korban oleh orang-orang suku primitif sebab semua anggota tubuh saya masih lengkap."
      
Semua yang dikerjakan Allah adalah sempurna, Ia tak pernah salah. Seringkali kita mengeluh mengenai hidup kita, dan pikiran negatif pun membunuh pikiran kita yang positif.


"Marilah berpikir positif dan percayalah akan kebaikan Allah setiap saat, Allah pasti tahu mengapa Ia memilihmu untuk membaca blog ini. Berbagilah dengan orang-orang yang anda kenal, semoga kisah diatas bisa menjadi inspirasi untuk kita semua"

Selamat berbaik sangka kepada Allah, atas segala kejadian & keadaan hidup kita..

sumber : bunyai sya'wanah Ishaqy