Kisah Ta'dzim Nya Al Imam Hujjatul Islam Assyeikh Al Allamah Abdullah Bin Ahmad Basaudan Ra dengan Habaib
Dulu pernah Assyeikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan Ra di datangi oleh salah satu Habaib yang nakal memakai rida' dan berambut panjang.
Assyeikh Abdullah Basaudan bertanya pada nya;
"Siapa kamu??"
Si Habib menjawab;
"Ana Fulan Bin Fulan".
Kemudian Assyeikh Abdullah Basaudan menyambut nya dengan senang hati.
Kebiasaan Assyeikh Abdullah Basaudan ini kalau ada seorang Sayyid datang kepada nya, beliau akan menjamu dan melakukan apapun untuk si Sayyid dengan sendiri nya, tidak memerintah pelayan nya.
Assyeikh Abdullah Basaudan pun melayani nya dengan sesempurna mungkin.
Kemudian Si Habib ini berkata kepada Assyeikh Abdullah Basaudan;
"Aku ingin merokok..!!"
(Padahal Assyeikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan ini adalah seorang yang sangat benci dengan rokok, tapi beliau malah mengatakan) :
"Tidak mengapa".
Akhir nya Assyeikh Abdullah Basaudan pun mecarikan rokok untuk si Habib, dan memberikan apapun yang di inginkan oleh si Habib.
Setelah Isya' si Habib ingin tidur, kemudian Assyeikh Abdullah Basaudan mengambil minyak dan memijat kaki Si Habib.
Seusai memijat nya, Assyeikh Abdullah Basaudan berkata :
"Apakah ada yang kurang Wahai Habib??"
Si Habib menjawab :
"Iya, ada yang kurang, itu kuda yang aku tunggangi tadi sedang lelah banget, aku ingin kuda itu kamu pijat seperti aku..!!"
Assyeikh Abdullah Basaudan pun segera keluar menuju kuda nya dan memberi nya minyak kemudian beliau memijat kaki kuda tersebut.
BACA JUGA :
Seusai memijat kuda, Assyeikh Abdullah Basaudan tidur, di dalam tidur nya Assyeikh Abdullah Basaudan melihat Rasulullah Saw mendatangi nya seraya berkata :
"Sesungguh nya kamu telah berbuat ini dan itu dengan Si Habib tadi, maka apa yang kamu inginkan dari ku??"
Assyeikh Abdullah Basaudan menjawab :
"Aku ingin melihat mu secara terjaga (ya'ni secara langsung)..!!"
Rasulullah Saw pun berkata :
"Bukalah matamu..!!"
Tiba-tiba Rasulullah Saw ada di depan Assyeikh Abdullah Basaudan dan mengajak nya bicara.
Setelah itu Assyeikh Abdullah Basaudan keluar menuju kepada si Habib dan duduk di samping nya hingga si Habib bangun.
Setelah si Habib terbangun dari tidur nya, Assyeikh Abdullah Basaudan bertanya kepada nya :
"Bagaimana kamu memasuki waktu pagi??, Semoga kamu tidur nya bisa nyenyak".
Si Habib menjawab :
"Aku tidur dan rasa lelahku hilang, dan aku melihat mu tadi malam memberi minyak dan memijat kuda ku, semoga Allah membalasmu dengan baik".
Assyeikh Abdullah Basaudan berkata :
"Aku tadi malam mendapatkan sesuatu yang begitu agung berkat kamu".
Kemudian beliau menceritakan kejadian nya, (ya'ni melihat Rasulullah Saw secara terjaga / langsung).
"Bagaimana ini bisa terjadi, sedangkan diriku keadaan nya seperti ini (ya'ni nakal dan tidak sejalan dengan leluhur nya), dan aku tidak sholat subuh, maka panggilkanlah tukang cukur (untuk mencukur rambutku yang panjang), dan aku tidak akan pergi dari mu kecuali kalau aku sudah menjadi seperti dirimu dan lebih..!!". (Kata si Habib).
(Si Habib bertaubat dan merubah diri nya dengan drastis dan menjadi orang sholeh berkat Assyeikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan Ra)
Di ceritakan oleh Al Habib Al Imam Al Allamah Abdul Bari Bin Syeikh Al Aydrus Ra
Referensi kitab :
Faidhul Kuus Min Anfasil Al Habib Al Imam Abdul Bari Bin Syeikh Al Aydrus.
Karya;
Assyeikh Abdullah Bin Awud Bin Muhammad Arragi Bafadhal Ra.
Halaman;
(80).
Ket :
Al Imam Hujjatul Islam Assyeikh Al Allamah Abdullah Bin Ahmad Basaudan Ra adalah seorang wali besar di negeri Hadhramaut, beliau murid Al Habib Al Imam Al Quthub Umar Bin Abdurahman Al Bar Maula Jalajil, beliau pengarang Hadhrah Basaudan yang sudah tersebar di penjuru dunia, beliau hidup di zaman Al Habib Al Imam Al Quthub Abdullah Bin Husein Bin Thohir & Al Habib Al Imam Al Quthub Abdullah Bin Husein Bilfagih & Al Habib Al Imam Al Quthub Hasan Bin Sholeh Al Bahr Dan lain-lain.
Kenapa Abuya Muhammad Al Maliki paling sungkan dengan muridnya dari faam Al Athos?
⠀
Beliau adalah "AL HABIB ALI bin AHMAD bin HASAN AL-ATHOS"
Setelah 40 tahun hilang bersama Nabiyullah Khidhir AS, Beliau bersama Al Habib Gutb Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf, Abuyya Assayyid Muhamad bin Alwy al Maliki, Al Habib Ahmad Masyhur bin Thoha Al Haddad, Rodhiallahu anhum Ajmain.⠀
⠀
Dahulu Njid Abuya Maliki kepingin punya anak laki-laki belum dikasih oleh Allah Ta'ala.
Lalu bertemulah dengan Al Gutb Al Habib Ahmad bin Hasan Al Athos minta doa barokah.
Maka dijawab oleh Al Habib Ahmad bin Hasan Al Athos sebelum berdoa :
"Engkau akan mempunyai anak laki laki, beri nama dia Alwy, Dari Alwy ini keluar keturunan kamu ahli hadist ulama ahlu sunnah wal jama ah yang kuat wali min Auliya Allah. Beri nama dia Muhammad"
Rodhiallahu anhum Ajmain.⠀
BACA JUGA :
Kata-kata wali Allah terjadi, maka dari itu Abuya Maliki sebelum lahir sudah dibahas oleh Al Habib Gutb Ahmad bin Hasan Al Athos. Maka dari itu Abuya paling sungkan dengan anak muridnya dari faam Al Athos, itu semua disebabkan jaza' dari Al Habib Gutb Ahmad bin Hasan Al Athos.
Wallahu a'lam bishshowab
Al Fatihah buat beliau-beliau Rodhiallahu anhum Ajmain ⠀
⠀
⠀
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ⠀
⠀
ABUYA SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKI
Bercerita...
Dahulu ada seorang wanita bertanya kepada mufti :
"Bagaimana caranya membangunkan anak-anak saya yang sedang tertidur nyenyak untuk sholat Subuh ?"
Mufti menjawab dengan balik bertanya kepada wanita tersebut :
"Apa yang akan kamu lakukan jika rumah kamu terbakar dan pada saat itu anak-anak kamu sedang tidur nyenyak ?"
Wanita tersebut berkata :
"Saya pasti akan membangunkan mereka dari tidur."
BACA JUGA :
Mufti menjawab :
"Bagaimana jika mereka sedang tertidur sangat nyenyak ?"
Wanita itu kemudian menjawab :
" Demi ALLAH! Saya akan membangunkan mereka sampai benar-benar bangun, jika mereka tidak bangun juga, saya akan menarik menyeret mereka sampai keluar dari rumah."
Mufti kemudian menjawab :
"Jika itu yang kamu akan lakukan untuk menyelamatkan anak-anak kamu dari api dunia, lakukanlah hal yang sama untuk menyelamatkan mereka dari api neraka di akhirat kelak."
Pertama : Bila kamu melihat semut, maka janganlah kamu membunuhnya. Carilah dengan itu ridho Allah, semoga Allah mengasihani kamu sebagai mana kamu mengasihaninya. Kamu ingatlah bahwa ia bertasbih kepada Allah, maka jangan engkau hentikan tasbih ini dengan membunuhnya.
Kedua : Bila kamu nampak burung sedang minum air dari kolam, maka jangan lah kamu lalu di sebelahnya sehingga menakutkannya. Biarkan ia dengan perasaan yang aman. Engkau carilah dengan itu ridho Allah, semoga Allah mengamankan kamu pada hari di mana, nyawa telah sampai di tenggorokan.
Ketiga : Bila kamu hendak mengalihkan kucing yang sedang mengganggu di tengah jalan, elak kan dari membuatnya terkejut. Carilah dengan itu ridho Allah. Semoga Allah memelihara engkau dari kematian yang mengejut.
BACA JUGA :
Keempat : Bila engkau terpaksa membuang sisa atau bekas makanan, jadikanlah niat engkau hendak memberi mahluk lain makan. Carilah dengan itu ridho Allah. Semoga Allah mengkaruniakan engkau rizqi dari jalan yang tak disangka.
Bila engkau berniat menyebarkan perkataan-perkataan ini, niatkanlah dengannya kebaikan, semoga Allah melepaskan engkau dengannya kesusahan dari kesusahan dunia dan akhirat.
Oleh itu, buatlah kebaikan walau sekecil apapun karena engkau tidak akan tahu amalan mana yang dapat memasukkan engkau ke surga Allah SWT seluas langit dan bumi.
[ Syeikh Mutawalli Sya'rawi rahimahullah ]
Ada yang bilang, jodoh itu tidak akan tertukar, cerminan diri sendiri? Ya, itu benar.
Jodoh itu..
Orangnya sama, Tapi Kualitasnya berbeda (Jangan khawatir jika kita sudah berubah menjadi lebih baik, tapi jodoh kita yang sudah ditetapkan Allah adalah orang yang berlawanan dengan kita atau tidak mencerminkan diri kita.
Allah akan memberi jalan, atau mungkin ketika kita sudah berubah menjadi lebih baik, Allah akan menuntun Jodoh kita menjadi lebih baik (Sama-sama berubah menjadi lebih baik, walaupun terpisah oleh jarak yang jauh)
Saling Melengkapi..
Pernah lihat pasangan suami istri yang suaminya cuek tapi istrinya periang?
itulah saling melengkapi.
BACA JUGA :
Takdir Allah Tidak Ada Yang Buruk (semua telah tercantum di Lauh Mahfudz).
Pernah ada wanita sholihah di Arab, yang berjodoh dengan lelaki yang bisa dibilang tidak mencerminkan istrinya yang sholihah. Tapi dengan izin Allah dan kerja keras dan doa si wanita sholihah, alhamdulillah lelaki tsb diberi hidayah oleh Allah SWT.
- Tetap perbaiki diri.
- Perbaiki diri selama belum dipertemukan.
- Jangan terlelap godaan syetan, siapa tau pacarmu sekarang adalah jodoh orang lain. Tidak bisa kan kita memastikan pacar kita sekarang adalah jodoh kita?
- Dan tidak usah fokus mendoakan satu nama, karena siapa tahu orang yang sering kita sebut dalam doa adalah jodoh orang lain.
*Wallahu 'alam bisshowab
Lagi-lagi ini terjadi pada guru kami KH. Nur Hasanuddin (mudirul ma'had Darussa'adah Tumpang) ketika beliau bersama dengan Abuya Ahmad Al Maliky.
Cerita ini terjadi di Madinah tepatnya dimasjid Nabawy masjidnya Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam.
Ketika itu Abuya Ahmad al Maliky sedang majlas (duduk santai) di masjid Nabawy sambil menikmati Qohwah (wedang kopi) dan tidak heran lagi pasti banyak orang yang mengelilingi beliau untuk mengambil barokah dari sisa Kopi yang beliau minum.
Salah satu dari sekian banyak orang yang mengelilingi Abuya adalah KH. Hasanuddin, tetapi beliau duduk lumayan jauh dari Abuya yang mana pasti KH. Hasanuddin tidak akan bisa mendapatkan sisa Qohwah Abuya dikarenakan banyaknya orang didekat dan disamping Abuya Ahmad pada saat itu.
BACA JUGA :
Tetapi, Lagi-lagi KH. Hasanuddin mengatakan dalam hati beliau : "ya Allah... jika memang maqom (kewalian) Abuya Ahmad sama dengan Abahnya (yaitu Abuya Muhammad Al maliky) maka beliau akan memberikan sisa Qohwanya kepada saya".
MASYA ALLAH... sungguh diluar dugaan Abuya Ahmad langsung mengatakan : "Ta'al ya Hasan... isyrob hadzil qohwah (kesinilah ya Hasan... minumlah kopi ini), padahal jarak antara KH. Hasanuddin dan Abuya Ahmad lumayan jauh.
Abuya tidak memberikan Qohwah itu kepada orang didekat beliau itu pasti karena Abuya mendengar kata hati KH. Hasanuddin.
Inilah kewalian dan keistimewaan Abuya Ahmad yang pasti beliau meniru dari Abahnya yaitu Abuya Muhammad bin Alawy al Maliky.
ﺭﺏ ﻓﺎﻧﻔﻌﻨﺎ ﺑﺒﺮكتهم ﻭﺍﻫﺪﻧﺎ ﺍلحسنى بحرمتهم ....
Diceritakan bahwa pada suatu waktu, Imam Asy-Syibli datang ke majelis Imam Ibnu Mujahid. Begitu melihat Imam Asy-Syibli datang, Ibnu Mujahid segera berdiri untuk menyambutnya, lalu memeluknya dan mencium dahinya.
Melihat kejadian itu, orang-orang bertanya heran: “Kenapa engkau lakukan itu, wahai imam?”
Ibnu Mujahid menjawab: “ Aku bermimpi melihat Asy-Syibli datang ke suatu majelis Rasulullah SAW. Saat itu, beliau sedang duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Asy-Syibli, Rasulullah lalu bangun menyambut Asy-Syibli dan mencium dahinya. Aku heran dibuatnya.
kemudian aku bertanya kepada beliau : "Wahai Rasul, kenapa engkau sampai berbuat seperti itu kepada Asy-Syibli?"
Rasulullah SAW menjawab: "iya, karena setiap selesai sholat fardhu, ia selalu membaca
.
لقد جاءكم رسول من أنفسكم.....الآية
.
hingga akhir surat at-Taubah, dan setelahnya ia membaca sholawat kepadaku “