Tuesday, December 24, 2019

Inilah 4 Amalan Yang Mendapatkan Ridho Allah Swt


 https://syarifalfarisi.blogspot.com/

Pertama : Bila kamu melihat semut, maka janganlah kamu membunuhnya. Carilah dengan itu ridho Allah, semoga Allah mengasihani kamu sebagai mana kamu mengasihaninya. Kamu ingatlah bahwa ia bertasbih kepada Allah, maka jangan engkau hentikan tasbih ini dengan membunuhnya.

Kedua : Bila kamu nampak burung sedang minum air dari kolam, maka jangan lah kamu lalu di sebelahnya sehingga menakutkannya. Biarkan ia dengan perasaan yang aman. Engkau carilah dengan itu ridho Allah, semoga Allah mengamankan kamu pada hari di mana, nyawa telah sampai di tenggorokan.

Ketiga : Bila kamu hendak mengalihkan kucing yang sedang mengganggu di tengah jalan, elak kan dari membuatnya terkejut. Carilah dengan itu ridho Allah. Semoga Allah memelihara engkau dari kematian yang mengejut.

BACA JUGA :


Keempat : Bila engkau terpaksa membuang sisa atau bekas makanan, jadikanlah niat engkau hendak memberi mahluk lain makan. Carilah dengan itu ridho Allah. Semoga Allah mengkaruniakan engkau rizqi dari jalan yang tak disangka.

Bila engkau berniat menyebarkan perkataan-perkataan ini, niatkanlah dengannya kebaikan, semoga Allah melepaskan engkau dengannya kesusahan dari kesusahan dunia dan akhirat.

Oleh itu, buatlah kebaikan walau sekecil apapun karena engkau tidak akan tahu amalan mana yang dapat memasukkan engkau ke surga Allah SWT seluas langit dan bumi.


[ Syeikh Mutawalli Sya'rawi rahimahullah ]

Monday, December 23, 2019

Filosofi Sebuah Jodoh

 https://syarifalfarisi.blogspot.com/

Ada yang bilang, jodoh itu tidak akan tertukar, cerminan diri sendiri? Ya, itu benar.

Jodoh itu..

Orangnya sama, Tapi Kualitasnya berbeda (Jangan khawatir jika kita sudah berubah menjadi lebih baik, tapi jodoh kita yang sudah ditetapkan Allah adalah orang yang berlawanan dengan kita atau tidak mencerminkan diri kita.

Allah akan memberi jalan, atau mungkin ketika kita sudah berubah menjadi lebih baik, Allah akan menuntun Jodoh kita menjadi lebih baik (Sama-sama berubah menjadi lebih baik, walaupun terpisah oleh jarak yang jauh)

Saling Melengkapi..

Pernah lihat pasangan suami istri yang suaminya cuek tapi istrinya periang? 
itulah saling melengkapi.

BACA JUGA :


Takdir Allah Tidak Ada Yang Buruk (semua telah tercantum di Lauh Mahfudz).
Pernah ada wanita sholihah di Arab, yang berjodoh dengan lelaki yang bisa dibilang tidak mencerminkan istrinya yang sholihah. Tapi dengan izin Allah dan kerja keras dan doa si wanita sholihah, alhamdulillah lelaki tsb diberi hidayah oleh Allah SWT.

- Tetap perbaiki diri.

- Perbaiki diri selama belum dipertemukan.

- Jangan terlelap godaan syetan, siapa tau pacarmu sekarang adalah jodoh orang lain. Tidak bisa kan kita memastikan pacar kita sekarang adalah jodoh kita?

- Dan tidak usah fokus mendoakan satu nama, karena siapa tahu orang yang sering kita sebut dalam doa adalah jodoh orang lain.


*Wallahu 'alam bisshowab

Sunday, December 22, 2019

Maqam Kasyaf Yang Di Miliki Abuya Ahmad Al-Maliki

 https://syarifalfarisi.blogspot.com/

Lagi-lagi ini terjadi pada guru kami KH. Nur Hasanuddin (mudirul ma'had Darussa'adah Tumpang) ketika beliau bersama dengan Abuya Ahmad Al Maliky.

Cerita ini terjadi di Madinah tepatnya dimasjid Nabawy masjidnya Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam.

Ketika itu Abuya Ahmad al Maliky sedang majlas (duduk santai) di masjid Nabawy sambil menikmati Qohwah (wedang kopi) dan tidak heran lagi pasti banyak orang yang mengelilingi beliau untuk mengambil barokah dari sisa Kopi yang beliau minum.


Salah satu dari sekian banyak orang yang mengelilingi Abuya adalah KH. Hasanuddin, tetapi beliau duduk lumayan jauh dari Abuya yang mana pasti KH. Hasanuddin tidak akan bisa mendapatkan sisa Qohwah Abuya dikarenakan banyaknya orang didekat dan disamping Abuya Ahmad pada saat itu.


BACA JUGA :


Tetapi, Lagi-lagi KH. Hasanuddin mengatakan dalam hati beliau : "ya Allah... jika memang maqom (kewalian) Abuya Ahmad sama dengan Abahnya (yaitu Abuya Muhammad Al maliky) maka beliau akan memberikan sisa Qohwanya kepada saya". 


MASYA ALLAH... sungguh diluar dugaan Abuya Ahmad langsung mengatakan : "Ta'al ya Hasan... isyrob hadzil qohwah (kesinilah ya Hasan... minumlah kopi ini), padahal jarak antara KH. Hasanuddin dan Abuya Ahmad lumayan jauh.

Abuya tidak memberikan Qohwah itu kepada orang didekat beliau itu pasti karena Abuya mendengar kata hati KH. Hasanuddin.


Inilah kewalian dan keistimewaan Abuya Ahmad yang pasti beliau meniru dari Abahnya yaitu Abuya Muhammad bin Alawy al Maliky.



ﺭﺏ ﻓﺎﻧﻔﻌﻨﺎ ﺑﺒﺮكتهم ﻭﺍﻫﺪﻧﺎ ﺍلحسنى بحرمتهم ....


Friday, December 20, 2019

Rahasia Di Balik Ayat "LAQOD JAA AKUM RASUULUN..."

 https://syarifalfarisi.blogspot.com/

Diceritakan bahwa pada suatu waktu, Imam Asy-Syibli datang ke majelis Imam Ibnu Mujahid. Begitu melihat Imam Asy-Syibli datang, Ibnu Mujahid segera berdiri untuk menyambutnya, lalu memeluknya dan mencium dahinya.

Melihat kejadian itu, orang-orang bertanya heran: “Kenapa engkau lakukan itu, wahai imam?”

Ibnu Mujahid menjawab: “ Aku bermimpi melihat Asy-Syibli datang ke suatu majelis Rasulullah SAW. Saat itu, beliau sedang duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Asy-Syibli, Rasulullah lalu bangun menyambut Asy-Syibli dan mencium dahinya. Aku heran dibuatnya.

kemudian aku bertanya kepada beliau : "Wahai Rasul, kenapa engkau sampai berbuat seperti itu kepada Asy-Syibli?"


Rasulullah SAW menjawab: "iya, karena setiap selesai sholat fardhu, ia selalu membaca

.
لقد جاءكم رسول من أنفسكم.....الآية
.
hingga akhir surat at-Taubah, dan setelahnya ia membaca sholawat kepadaku “


Thursday, December 19, 2019

Awalnya Ingin Membunuh, Akhirnya Malah Taubat

 https://syarifalfarisi.blogspot.com/


NIAT BURUK WAHABI TERHADAP ABUYA, BERBUAH TAUBAT

Ada seorang wahabi dari kota Riyadh yang berniat ingin membunuh Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani

Ia diperintahkan oleh teman-temannya untuk membunuh As-Sayyid Muhammad dengan imbalan harta yang melimpah. Karena tawaran yang menggiurkan itu ia mengiyakan perintah teman-temannya.

Pada waktu yang direncanakan si wahabi telah berada di Mekkah. Pada saat ta’lim As-Sayyid Muhammad akan diselenggarakan di kediamannya, orang itu telah bersiap-siap bersama dengan banyak murid yang telah menunggu.
Pagar rumah pun akhirnya dibuka, dan orang-orang yang ingin mengikuti pengajian Abuya segera masuk. Anehnya, ketika si wahabi akan memasuki rumah Abuya, hati yang tadinya penuh dengan rasa kebencian yang luber dan amarah yang berapi-api, tiba-tiba lenyap hanya dengan melihat pagar rumah itu.

Subhanallah..

BACA JUGA :


Saat itu ia belum bertemu dengan Abuya, dan ketika ia melihat langsung Abuya untuk pertama kalinya dan mendengarkan untaian-untaian hikmah yang keluar dari mulutnya, ia segera memeluk Abuya sambil menangis sejadi-jadinya, seraya mengungkapkan permintaan maaf yang mendalam.

Dalam hatinya ia berkata, “Bagaimana mungkin sosok Abuya yang lembut yang dihiasi dengan ilmu, hikmah, ketaqwaan, dan kesholehan itu dibenci oleh banyak orang (wahabi)?!”

Sungguh niat buruknya hilang entah kemana, tentu karena berkah As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani.

 La haula walaa quwwata illaa billaah..



[ Musthofa Husain Al-Jufri, al-injaz fii karomati fakhril hijaaz ]

Tuesday, December 17, 2019

Nasihat Lukmanul Hakim Kepada Anaknya Tentang Hidup Terbaik

 https://syarifalfarisi.blogspot.com/


HIDUP TERBAIK


قال حكيم لابنه : يا بني، في حياتك لا تتنازل عن ثلاثة :

Lukman Al-Hakim mengatakan kepada anaknya, "Wahai puteraku jangan lepaskan hidupmu dari 3 perkara :

‏١ - ان تاكل، افضل الطعام.
٢ - وان تنام، على افضل فراش.
‏٣ - وان تسكن، في افضل البيوت.

1. Hendaknya kau makan dari makanan terbaik
2. Hendaknya kau tidur di alas tidur terbaik
3. Hendaknya kau tinggal di rumah terbaik

فقال الابن : كيف لي ان افعل ذلك، ونحن فقراء ؟

Lalu anaknya berkata : "Bagaimana bisa aku melakukan itu semua, sedangkan kita ini kan faqir tak punya harta?"

فقال الحكيم : اذا اكلت فقط عندما تجوع، سيكون ما تاكله افضل طعام.

Maka Alhakim mengatakan : "jika kamu ingin makan maka makanlah hanya disaat kau lapar, sehingga yang kau makan menjadi makanan terbaik"

واذا عملت كثيرا ونمت وانت متعب،‏ سيكون فراشك، افضل فراش.

"Jika kau banyak bekerja sampai kau tertidur dalam kelelahan maka alas tidurmu apapun itu akan menjadi alas tidur terbaik"

واذا عاملت الناس بالمعروف،‏ ستسكن في قلوبهم،‏ وبهذا تكون سكنت في افضل البيوت.

"Dan kau bergaul / berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang baik niscaya kau akan ada dihati mereka dengan inilah kau tinggal / menetap di rumah terbaik (berada didalam hati orang lain dengan kecintaan tulus)"


اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على آل سيدنا محمد

Monday, December 16, 2019

Tidak Ada Perbedaannya Antara Hidup Dan Mati

 https://syarifalfarisi.blogspot.com/

Apabila seseorang berkata bahwa memohon bantuan kepada Nabi, mengadukan keadaan, memohon syafaat dan pertolongan kepada beliau dan segala sesuatu yang sejenisnya hanya bisa dilakukan di saat beliau masih hidup, adapun jika dilakukan sesudah beliau meninggal merupakan tindakan kufur. Kadang dengan toleran ia mengatakan tidak disyariatkan atau tidak boleh.

Saya jawab bahwa memohon bantuan dan tawassul apabila faktor yang melegalkannya adalah hidup sebagaimana pandangan mereka, maka sesungguhnya para Nabi dalam kondisi hidup dalam kubur mereka. Para hamba Allah yang diridhai juga hidup dalam kubur mereka seperti halnya para Nabi.


BACA JUGA :


Seandainya seorang pakar fikih tidak menemukan dalil atas keabsahan tawassul dan memohon bantuan kepada beliau sesudah wafat kecuali dianalogikan dengan tawassul dan memohon bantuan kepada beliau sewaktu masih hidup niscaya hal ini cukup. 

Sebab, beliau Shallallaahu 'alaihi wa sallam hidup di dunia dan akhirat, senantiasa memberikan perhatian kepada umatnya, mengatur urusan-urusan umatnya atas seizin Allah, mengetahui kondisi umatnya, disampaikan kepadanya shalawat dari umatnya yang menyampaikan shalawat. Dan salam mereka sampai kepada beliau Shallallaahu 'alaihi wa sallam meskipun jumlah mereka banyak.


Sumber : dari Kitab Mafahim Yajibuu an Tushshohah karangan al Maghfur lahu Abuya as Sayyid Muhammad Alwi al Maliki al Hasani.