Saturday, January 2, 2016

3 Orang Pemuda Yang Bertawasul Dengan Amal Sholeh

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=1590741251602103593;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=1;src=link

Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra.:
Dari Rasulullah saw beliau bersabda: Ketika tiga orang pemuda sedang berjalan, tiba-tiba turunlah hujan lalu mereka pun berlindung di dalam sebuah gua yang terdapat di perut gunung. Sekonyong-konyong jatuhlah sebuah batu besar dari atas gunung menutupi mulut gua yang akhirnya mengurung mereka.

Kemudian sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain: Ingatlah amal saleh yang pernah kamu lakukan untuk Allah, lalu mohonlah kepada Allah dengan amal tersebut agar Allah berkenan menggeser batu besar itu.

Salah seorang dari mereka berdoa: Ya Allah, sesungguhnya dahulu aku mempunyai kedua orang tua yang telah lanjut usia, seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil di mana akulah yang memelihara mereka. Setelah aku mengandangkan hewan-hewan ternakku, aku segera memerah susunya dan memulai dengan kedua orang tuaku terdahulu untuk aku minumkan sebelum anak-anakku.

Suatu hari aku terlalu jauh mencari kayu (bakar) sehingga tidak dapat kembali kecuali pada sore hari di saat aku menemui kedua orang tuaku sudah lelap tertidur. Aku pun segera memerah susu seperti biasa lalu membawa susu perahan tersebut. Aku berdiri di dekat kepala kedua orang tuaku karena tidak ingin membangunkan keduanya dari tidur namun aku pun tidak ingin meminumkan anak-anakku sebelum mereka berdua padahal mereka menjerit-jerit kelaparan di bawah telapak kakiku. Dan begitulah keadaanku bersama mereka sampai terbit fajar. Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu untuk mengharap keridhaan-Mu, maka bukalah sedikit celahan untuk kami agar kami dapat melihat langit.

"Lalu Allah menciptakan sebuah celahan sehingga mereka dapat melihat langit"
Yang lainnya kemudian berdoa: Ya Allah, sesungguhnya dahulu aku pernah mempunyai saudara seorang puteri paman yang sangat aku cintai, seperti cintanya seorang lelaki terhadap seorang wanita. Aku memohon kepadanya untuk menyerahkan dirinya tetapi ia menolak kecuali kalau aku memberikannya seratus dinar. Aku pun bersusah payah sampai berhasillah aku mengumpulkan seratus dinar yang segera aku berikan kepadanya.

Ketika aku telah berada di antara kedua kakinya (selangkangan) ia berkata: Wahai hamba Allah, takutlah kepada Allah dan janganlah kamu merenggut keperawanan kecuali dengan pernikahan yang sah terlebih dahulu. Seketika itu aku pun beranjak meninggalkannya. Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu untuk mencari keridhaan-Mu, maka ciptakanlah sebuah celahan lagi untuk kami.

"Kemudian Allah pun membuat sebuah celahan lagi untuk mereka"

Yang lainnya berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku pernah mempekerjakan seorang pekerja dengan upah enam belas liter beras (padi). 


Ketika ia sudah merampungkan pekerjaannya, ia berkata: Berikanlah upahku!

Lalu aku pun menyerahkan upahnya yang sebesar enam belas liter beras namun ia menolaknya. Kemudian aku terus menanami padinya itu sehingga aku dapat mengumpulkan beberapa ekor sapi berikut penggembalanya dari hasil padinya itu.

Satu hari dia datang lagi kepadaku dan berkata: Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu menzalimi hakku! 


Aku pun menjawab: Hampirilah sapi-sapi itu berikut penggembalanya lalu ambillah semuanya! 

Dia berkata: Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu mengolok-olokku! 

Aku pun berkata lagi kepadanya: Sesungguhnya aku tidak mengolok-olokmu, ambillah sapi-sapi itu berikut penggembalanya! 

Lalu ia pun mengambilnya dan dibawa pergi. Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu untuk mengharap keridhaan-Mu, maka bukakanlah untuk kami sedikit celahan lagi yang tersisa.

"Akhirnya Allah membukakan celahan yang tersisa itu. (Shahih Muslim No.4926)"

Nabi Adam a.s Dan Malaikat Jibril a.s

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=1905718920370539661;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=0;src=link

Ketika Allah swt menurunkan Adam a.s. dari surga, Adam a.s. terkena penyakit cacar hitam dari wajah hingga kakinya. Lama sekali dia bersedih dan terus menangis karena apa yang dialaminya itu. Melihat hal itu, Jibril a.s. mendatanginya seraya berkata, "Apa yang menyebabkan kamu menangis, wahai Adam?"

Adam a.s. menjawab, "Karena cacar yang bermunculan ini yang tak segera sembuh."

Jibril a.s. berkata, "Dirikanlah shalat, karena sesungguhnya ini adalah waktu shalat yang paling utama!"

Adam a.s. pun mengerjakan shalat, sehingga cacar itu menghilang dari wajahnya sampai ke dadanya.

Beberapa waktu kemudian, Jibril a.s. pun mendatangi Adam a.s. kembali pada waktu shalat yang kedua seraya berkata, "Wahai Adam, dirikanlah shalat! Karena sesungguhnya saat ini adalah waktu shalat yang kedua." Adam a.s. pun mengerjakan shalat, dan cacar itu menghilang dari dada hingga pusarnya.

Beberapa waktu kemudian, Jibril a.s. pun mendatangi Adam a.s. kembali pada waktu shalat yang ketiga seraya berkata, "Wahai Adam, dirikanlah shalat! Karena sesungguhnya saat ini adalah waktu shalat yang ketiga." Adam a.s. pun mengerjakan shalat, dan cacar itu menghilang dari pusar hingga kedua lututnya.

Beberapa waktu kemudian, Jibril a.s. pun mendatangi Adam a.s. kembali pada waktu shalat yang keempat seraya berkata, "Wahai Adam, dirikanlah shalat! Karena sesungguhnya saat ini adalah waktu shalat yang keempat." Adam a.s. pun mengerjakan shalat, dan cacar itu menghilang dari kedua lutut hingga kedua mata kakinya.

Beberapa waktu kemudian, Jibril a.s. pun mendatangi Adam a.s. kembali pada waktu shalat yang kelima seraya berkata, "Wahai Adam, dirikanlah shalat! Karena sesungguhnya saat ini adalah waktu shalat yang kelima." Adam a.s. pun mengerjakan shalat, dan cacar itu menghilang dari seluruh tubuhnya.

Adam a.s. pun segera memuji Allah dan menyanjung-Nya. Kemudian Jibril a.s. berkata, "Wahai Adam, shalat dan penyakit cacarmu ini adalah perumpamaan bagi seluruh keturunanmu. Barangsiapa di antara keturunanmu mengerjakan shalat sehari semalam (sebanyak) lima waktu shalat (fardhu), dia terbebas dari dosa-dosanya sebagaimana sembuhnya kamu dari penyakit cacar ini."

Sumber :
'Ilal Al-Syaraa'i, jilid 2 h. 134, Al-Jazairi, Dari Adam hingga Isa a.s., bab Nabi Adam a.s. Riwayat ini bersumber dari Abu Abdillah.
Buku 'Jibril alaihissalaam, Menjejak Langkah Malaikat Pembawa Wahyu' oleh Muhammad Syahir Alaydrus.

Friday, January 1, 2016

Para ilmuwan Dan Sangkakala Malaikat Isrofil

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=7538984104592730992

Sekitar tahun 2005 silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja. 

Dengan menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet..!! 

Di mana pada bagian ujung belakang wilayah “terompet” alam semesta itu merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable)


https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=7538984104592730992

 
Beginilah bentuk cosmos jagat raya yang ditemukan oleh saintis, berbentuk terompet. Semakin kearah ujung "terompet" (sebelah kanan) maka semakin banyak galaksi dan bisa diamati.

Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata :

Rasulullah saw bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy (Singgasana kekuasaan) menantikan bilakah ia diperintah”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”

Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.”

Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”

Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali.

Tiupan pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan).

Tiupan kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan).

Tiupan ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya.

Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuknya laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang–orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.


https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=7538984104592730992

Akhir dari pangkal "terompet" (sebelah kiri) di alam semesta ini tidak terbatas panjangnya dan sangat sempit. Hal ini membuat para saintis semakin tidak bisa mengamati dan menyelidikinya.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah).

Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bagaikan rama-rama (kupu-kupu) yang hidup di tengah-tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

Satu lagi contoh dari banyaknya bukti tentang kebenaran Kitab Suci akhirnya terkuak. Contohnya seperti dalam Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa janin berkembang dengan tiga fase, yang akhirnya menjadi patokan bidang kedokteran di seluruh dunia.

Juga, bahwa matahari dan semua benda langit bergerak tanpa kecuali yang pada masa dahulu disangkal oleh para ilmuwan ternyata juga ada di dalam Al-Qur’an dan masih banyak kebenaran lainnya yang manusia belum dapat menguaknya.

Perlu diketahui pula bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang saintis apalagi seorang astronomis, namun itu semua sudah ada di kitab yang berusia lebih dari 1.400 tahun yang lalu.

Bukti yang tadinya untuk akal manusia saja masih merupakan misteri. Kenapa dan apa yang dimaksud dengan terompet (sangkakala) malaikat Isrofil itu?

Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :

“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.” (An Naml 87)

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian.”

"Maha Besar dan Maha Benar Allah SWT dengan segala firmanNya"

Thursday, December 31, 2015

sajak : Aku, Kamu, Kita Dan Kalian

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=5541590159780609100;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=0;src=link


Aku, Kamu, Kita Dan Kalian


Aku, kamu, kita dan kalian..
Tak akan pernah tahu seperti apa nantinya
Yang kita tahu dan mengerti hanyalah usia
Sedang usia Nabi SAW adalah 63 diakhir hayatnya
Lalu bagamana kita nanti..??

Kita hanya bisa mengira, menduga dan menghitung dengan jari..
Pas kah..??
Kurang..??
Ataukah lebih dari itu..??
Kalaupun lebih, mungkin itu hanya sekedar bonus dari Allah swt untuk kita..
Yang kita bisa hanyalah berusaha untuk tidak salah dalam "melangkah"
Tuk tidak jauh dari Allah Azza Wajalla..

Namun terkadang mengapa Zahir selalu mudah khilaf..
Selalu mudah "terjatuh" padahal tahu..


Ku tak tahu..
Pas..??
Kurang..??
Ataukah lebih..??
Yang kan ku alami kelak..


Terkadang diri ini berfikir sejenak, ternyata hanya sebentar kita "disini"

Hanya beberapa tahun lagi disini..
Bagaimana ini..
Sedangkan jiwa raga ini raja nya Pendosa..
Setiap saat selalu dalam keadaan hina dina..


Yaa Raabii..
Hanya kepada engkaulah sebaik-baiknya tempat kembali.. 

Terjagakanlah aku, kamu, kita dan kalian atas rahmat serta inayahmu..
Agar semuanya tak sia-sia dalam menghadapmu..



                                                                                           -syarif alfarisi-

Anak Kecil

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=2119457032457138932;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=1;src=link

Ketika kau melihat seorang anak kecil, apakah yang akan ada di benak mu??
Apa yang akan ada di isi kepala mu??
Kesenangan..
Kebahagiaan..
Kebebasan..
Ataukah rasa riang..??

Kesemua itulah yang mungkin, bahkan seringkali melekat pada setiap diri sang anak kecil.
Kadang sempat terfikir, "alangkah indahnya menjadi anak kecil"..
Kadang sempat diri ini merasa iri dengan kelakuan aktivitasnya. Seolah tiada beban di pundaknya.
Oleh sebab itu tak heran sebagian orang berkata, "masa kecil adalah masa-masa yang paling indah"..

Mudah tertawa..
Begitu mudah juga ia menangis..
Yaa mungkin memang seperti itulah sosok sang anak kecil.

Entah keadaan sang orang tuanya susah ataupun senang ia (sang anak kecil) pun tak mau tahu, tak mau ambil pusing dan tak memperdulikannya, asalkan yang penting ia (sang anak kecil) itu bisa mewujudkan segala keinginannya, yaitu : Kesenangan,, Kebahagiaan,, dan Kebebasan untuk dirinya.

Ketika kedua mata ini menatap lagi ke arahnya, sempat hati ini bergumam, "seperti apakah ia nanti".. "mau jadi apakah ia esok".. "bahagiakah ia nanti, terlebih ketika ia dewasa kelak"..
Karena waktu, hari dan tahun terus berjalan..
Masa demi masa.. zaman demi zaman terus berganti tak ayal jiwa dan raga pasti terkena sebab serta akibatnya, dan engkau sang anak kecil berjalan di atas dunia yang tak jelas ini.

Alangkah banyak pelajaran, i'tibar, serta hikmah di balik sebuah sosok sang anak kecil terlebih ketika kita merenunginya di balik itu semua. Apalagi ketika sosok sang anak kecil itu adalah bagian dari hidup diri sendiri, mungkin akan lebih mudah dan banyak lagi i'tibar yang bisa kita petik di dalam sebuah sosok sang anak kecil.

Sungguh bila di tanya atau bahkan sebuah waktu yang berdetak ini tak berjalan, maka diri ini lebih memilih untuk menikmati sebagai sosok sang anak kecil selamanya, karena begitu indahnya masa-masa itu, tiada hampa, tiada kecewa, tiada keluh kesah.. seolah dunia adalah surga selama-lamanya yang tak perlu tahu seperti apakah itu surga.

Kemudian setelah itu hanyalah berlari,, berlari,, dan berlari tanpa henti, dengan celoteh yang ceriwis tanpa masalah, dengan gelak tawa yang tanpa amarah, dan dengan pijakan kedua kaki yang lincah, kesemua itu melebur jadi satu bagian di setiap detik, waktu, dan hari nya. mungkin tiada akan pernah habis kebahagiaan nya. mungkin akan kekal selamanya hingga sebuah kedewasaan lah yang mengusik semuanya. 

Dan pada akhirnya waktu lah yang berkata. Waktu lah yang mengubahnya. Merubah celoteh menjadi diam. Merubah sebuah langkah menjadi hanya berpijak. Merubah gelak tawa yang dulu kadang menjadi sebuah tangis sendu yang haru serta bisu. Dan waktu lah jua yang jadi pemenangnya. Sedang diri ini hanya bisa apa..??

"Duhai engkau sang anak kecil..
Engkaulah sebaik-baik kisah yang melengkapi naungan sanubari ini..
Senyum..
Gelak tawa..
Serta riangan yang terpancar, tak ayal menebar inspirasi di dalam kepala ini"


                                                          -syarif alfarisi-


Apakah Malaikat Kiraman Katibin itu??

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=6585520431299130792

Diterangkan dalam sebuah hadits bahwa manusia dijaga oleh malaikat, salah satunya berada di sebelah kanan sebagai pencatat amal kebaikan tanpa kesaksian yang lain, dan yang satunya lagi berada di sebelah kiri sebagai pencatat amal yang jelek, dan dia tidak akan mencatat amal jelek tanpa kesaksian di sebelah kanannya.

Jika manusia duduk, satu malaikat berada di sebelah kanannya dan malaikat lainnya di sebelah kirinya. Sedangkan jika manusia berjalan, maka satu malaikat berada di belakangnya dan malaikat yang lain berada di depannya, dan jika manusia tidur, malaikat yang satu berada di dekat kepalanya dan yang lain berada di dekat kirinya.

Kesaksian Malaikat
 
Dalam riwayat yang lain dijelaskan, ada 5 malaikat yang menyertai manusia, yaitu:

  • Dua malaikat menjaga pada malam hari.
  • Dua malaikat menjaga pada siang hari.
  • Dan satu malaikat yang tidak pernah berpisah dengannya.
Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT,

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Artinya:
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
(QS. Ar-Ra'd: 11).

Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa Malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa Malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah Malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut Malaikat Hafazhah.

Tuhan tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.

Yang dimaksud malaikat yang bergantian yaitu malaikat malam dan siang yang melindunginya dari jin, setan dan manusia.

Kedua malaikat menulis amal kebaikan dan kejelekan diantara kedua bahunya. Lidahnya sebagai pena, mulutnya sebagai tempat tinta, keduanya menulis amal manusia sampai datang hari kematiannya.

Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya malaikat di sebelah kanan itu lebih dapat dipercaya daripada malaikat di sebelah kiri. Maka jika manusia beramal jelek dan malaikat di sebelah kiri akan menulisnya, maka malaikat di sebelah kanannya berkata kepadanya, 'Tunggu dulu, tunggulah selama 7 jam, jika dia beristighfar kepada Allah jangan kau tulis dan jika dia tidak beristighfar maka tulislah satu kejelekan.'"

Maka ketika dicabut nyawa manusia dan diletakkan dalam kuburnya, kedua malaikat berkata,
"Wahai Tuhanku, Engkau telah menyerahkan kepada kami hamba-Mu untuk menulis amalnya dan sungguh Engkau telah mencabut ruhnya, maka ijinkanlah kami naik ke langit."

Maka ALlah SWT berfirman,

"Langit telah dipenuhi dengan malaikat yang membaca tasbih, maka kembalilah kalian berdua dan bertasbihlah kepada-Ku, bacalah takbir dan tahlil, dan tulislah bacaan-bacaan itu untuk hamba-Ku sampai dia dibangunkan dari kuburnya."

Kiraman Katibin

Allah SWT berfirman tentang malaikat Kiraman Katibin,

Aku menanamkan mereka Kiraman Katibin karena ketika menulis amal kebaikan mereka naik ke langit dan memperlihatkannya kepada Allah dan mereka bersaksi atas hal tersebut dengan berkata, "Sesungguhnya hamba-Mu si Fulan berbuat sesuatu kebaikan demikian dan demikian."

Dan ketika menulis atas seorang hamba amal kejelekan, mereka naik dan memperlihatkannya kepada Allah dengan rasa susah dan gelisah.

Maka Allah SWT berfirman kepada malaikat Kiraman Katibin, "Apa yang diperbuat hamba-Ku?"

Mereka diam hingga Allah berfirman untuk yang kedua dan ketiga kalinya, lalu mereka berkata,
"Ya Tuhanku, Engkau Dzat yang mengetahui aib dan Engkau memerintahkan hamba-hamba-Mu agar menutupi aib-aib mereka. Sesungguhnya setiap hari mereka membaca kitab-Mu dan mereka mengharap kami menutupi aibnya."

Lalu malaikat Kiraman Katibin mengatakan yang mereka ketahui tentang apa yang diperbuat seorang hamba.

"Maka sesungguhnya kami menutupi aib-aib mereka dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui aib-aib."

Karena inilah mereka dinamakan Kiraman Katibin (yang mulia di sisi Allah) dan yang mencatat amal perbuatan.

Referensi dari kitab Daqoiqul Akhbar Fii Dzikril Jannati Wan Nar.

Wednesday, December 30, 2015

Aisyah r.a Serta Keluasan ilmunya

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=5788631615695429154

Beliau, Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq, atau juga biasa dipanggil dengan al-Shiddiqiyah yang dinisbatkan kepada al-Shiddiq yaitu orang tuanya sendiri Abu Bakar, kekasih Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Seorang wanita mulia dan istimewa di mana sebagian dari ilmu agama kita ini bersumber darinya. Begitu banyak keutamaan dan kemuliaan yang dimilikinya, semoga Allah meridhainya dan mengumpulkannya dengan kekasihnya yang paling dicintainya yaitu Nabi kita Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.

Semoga setelah membaca kisah ini hati kita akan tersentuh dan semakin menambah rasa cinta kita kepada istri-istri Beliau. Beberapa keutamaannya tidak dapat dihitung dengan jari sehingga hanya sebagian kecil yang dapat dipaparkan di sini, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kecintaan Rasulullah kepadanya melebihi kecintaannya kepada istri-istri beliau yang lainnya yang semuanya ada 9 orang. Pada suatu ketika Rasulullah ditanya, “Siapakah orang yang paling engkau cintai?” Maka beliau menjawab, “Aisyah.” Hal ini didasarkan kepada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Amr bin ‘Ash, di mana dia datang kepada Nabi seraya bertanya,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab,”Aisyah.” Kemudian Amr bin Ash bertanya, ”Siapakah orang lelaki yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, ”Bapaknya (Abu Bakar).” Dia bertanya, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab,”Umar ”, yakni Ibnu Al Khaththab, semoga Allah meridhai semuanya.

2. Malaikat menyampaikan salam untuknya bukan hanya sekali. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim darinya (Aisyah), di mana Rasulullah telah bersabda, “Sesungguhnya Jibril telah mengucapkan salam untukmu.” Maka aku menjawab, ”Alaihis as-Salam.”

3. Allah telah menurunkan ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan pembebasan dirinya dari tuduhan dusta sebanyak sepuluh ayat dalam surat An-Nuur, di mana di dalamnya Allah menjelaskan bahwa laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik, dan beliau tergolong wanita yang baik, membebaskan mereka dari tuduhan orang-orang yang menyebarkan tuduhan dusta itu, dan memberi kabar gembira bahwa bagi mereka surga, sebagaimana Allah berfirman, ”... dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).“ An-Nuur:26.

4. Pada saat Rasulullah sakit, beliau minta untuk tinggal di kamarnya (aisyah), sehingga dia dapat mengurusnya sampai Allah memanggil ke hadirat-Nya (wafat). Karena itulah, maka Rasulullah meninggal di rumah Aisyah, di mana beliau meninggal dalam pangkuan dan dekapannya. Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan darinya (Aisyah), dia berkata: ”Allah mewafatkan Rasulullah di mana kepala beliau berada di antara paru-paruku dan bagian atas dadaku, sehingga air liur beliau bercampur dengan air liurku.” Bagaimana hal itu bisa terjadi, Abdurrahman saudara laki-laki Aisyah masuk ke rumah mereka, di mana ketika itu dia membawa siwak (alat penggosok gigi), lalu Rasulullah melihatnya. Aisyah memahaminya bahwa beliau ingin bersiwak, dan dia mengambil siwak dari Abdurrahman dan melembutkannya, lalu Rasulullah bersiwak dengannya. Setelah Rasulullah meninggal, maka siwak itu dipakai Aisyah. Inilah pengertian yang dimaksud dengan “air liur beliau bercampur dengan air liurku.”

5. Berdasarkan sabda Rasulullah, ”Keutamaan Aisyah atas wanita yang lainnya bagaikan keutamaan tsarid (roti yang dibubuhkan dan dimasukkan ke dalam kuah) atas makanan-makan yang lainnya.”
Berkenaan dengan keluasan dan keunggulan ilmunya, tidak ada seorang ulamapun yang mengingkarinya. Banyak kesaksian dan pengakuan yang dikemukakan para ulama berkenaan dengan kredibilitas keilmuwan Aisyah. Hal ini menunjukkan betapa luas dan mumpuninya ilmu yang dimilikinya. Di bawah kesaksian empat pakar ilmu pengetahuan dari kalangan ulama terdahulu:

1. Kesaksian putra saudara perempuannya (keponakannya) Urwah bin Zubair tentang kredibilitas dan keunggulan ilmu yang dimiliki oleh Aisyah, sebagaimana yang diriwayatkan putranya Hisyam, ”Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pintar dalam ilmu fiqih (agama), kedokteran dan syair selain Aisyah."

2. Kesaksian Az-Zuhri yang juga berkenaan dengan kredibilitas dan keunggulan ilmu yang dimiliki Aisyah, seraya berkata, ”Seandainya diperbandingkan antara ilmu Aisyah dengan ilmu seluruh istri Nabi dan ilmu seluruh wanita, niscaya ilmu Aisyah jauh lebih unggul.”

3. Kesaksian Masruq berkenaan dengan ilmu yang dimiliki Aisyah yang berkenaan dengan masalah faraidh, sebagaimana yang terungkap dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Abu Darda darinya seraya berkata, “Aku melihat para syeikh dari kalangan sahabat Rasulullah bertanya kepada Aisyah tentang faraidh (ilmu waris)"

4. Kesaksian Atha’ bin Rabah, di mana ketika Allah berfirman, maka Aisyah merupakan orang yang paling faham, paling mengetahui dan paling bagus pendapatnya dibandingkan dengan yang lainnya secara umum.

5. Kesaksian Zubair bin Awwam, di mana dia berkata sebagaimana hal ini telah diriwayatkan putranya Urwah, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pintar tentang Al-Qur’an , hal-hal yang difardhukan, halal dan haram, syair, cerita Arab dan nasab (silsilah keturunaan) selain Aisyah."

Dengan mengemukakan lima kesaksian yang dipaparkan oleh para ulama besar dari kalangan sahabat dan tabi’in cukuplah sebagai bukti yang menunjukkan kredibilitas dan keunggulan ilmu yang dimiliki oleh Aisyah dibandingkan dengan ilmu yang dimiliki oleh para Sahabat Rasulullah dan para tabi’in lainnya.

Aisyah meninggal pada bulan Ramadhan yang agung tepat pada tanggal 17 Ramadhan, pada usia 66 tahun, dan dimakamkan di Al-Baqi’ kawasan pemakaman yang terletak di kota Madinah. Hal ini sesuai dengan wasiatnya, di mana beliau berwasiat agar dimakamkan di temnpat pemakaman istri-istri Rasulullah. Semoga Allah meridhainya .

 

Sumber: Ilmu dan Ulama Pelita Kehidupan Dunia dan Akhirat, Pustaka Azzam.