Thursday, December 12, 2019

KISAH ORANG YANG MENGEJEK SIWAK

 https://syarifalfarisi.blogspot.com/


Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobiy hafidzahullah berkata: “Telah disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah didalam Al-Bidayah wan Nihayah tentang kejadian-kejadian pada tahun 665, beliau rahimahullah berkata Asy-Syaikh Qathbuddin Al-Yunani berkata: “Telah sampai kepada kami bahwasanya seorang laki-laki yang dipanggil dengan Abu Salamah dari daerah Bushra, dia suka bercanda dan berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu

Disebutkan disisinya tentang siwak dan keutamaannya, maka dia berkata: “Demi Allah, aku tidak akan bersiwak kecuali di dubur, kemudian dia mengambil sebatang siwak dan memasukkannya keduburnya kemudian dikeluarkan kembali.”
Berkata Qathbuddin Al-Yunani: “Setelah melakukan perbuatan tersebut, ia tinggal selama sembilan bulan dalam keadaan mengeluh sakit perut dan dubur

Berkata Qathbuddin Al-Yunani: “Lalu ia melahirkan anak seperti tikus yang pendek dan besar, memiliki empat kaki, kepalanya seperti kepala ikan, memiliki empat taring yang menonjol, panjang ekornya satu jengkal empat jari dan duburnya seperti dubur kelinci. Ketika lelaki itu melahirkannya, hewan tersebut menjerit tiga kali, maka bangkitlah putrinya laki-laki tadi dan memecahkan kepalanya sehingga matilah hewan tersebut

BACA JUGA :


Laki-laki itu hidup setelah melahirkan selama dua hari, dan meninggal pada hari yang ketiga. Dan ia sebelum meninggal berkata “Hewan itu telah membunuhku dan merobek-robek ususku.” Sungguh kejadian tersebut telah disaksikan oleh sekelompok penduduk daerah tersebut dan para khotib tempat tersebut. diantara mereka ada yang menyaksikan hewan itu ketika masih hidup dan ada pula yang menyaksikan ketika hewan itu sudah mati.” (Al-Qaulul Mufid, hal. 106-107)

Semoga dengan kisah tersebut menjadikan kita sebagai orang-orang yang mudah dan menerima As-Sunnah dan menjauhkan kita dari sifat meremehkan dan menentang As-Sunnah.
Sungguh Allah telah memberikan peringatan bagi kita:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (63)
“…..maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi ajaran Rasul takut ditimpa fitnah atau ditimpa azab yang pedih.” (An-Nuur: 63).


Tuesday, December 10, 2019

TABARRUK DALAM ARTI KATA MANHAJ ASWAJA

         Abuya Ahmad al Maliki mencium rambut Rasulullah Muhammad SAW


TABARRUK DALAM ARTI KATA MANHAJ ASWAJA

Diambil dari rujukan Kitab Mafahim Yajibu An Tushohih karya Prof.Dr.As Sayyid Alawi al-Maliki al-Hasani Hal.269-270

Banyak orang keliru memahami arti tabarruk , dengan Nabi SAW ,jejak-jejak peninggalan Beliau,keluarga & para Pewarisnya dari para ulama dan wali. Mereka menilai bahwa setiap orang yang melakukan tabarruk telah melakukan tindakan syirik dan sesat sebagaimana kebiasaan mereka menyikapi hal-hal baru yang tidak diterima oleh pandangan mereka dan tidak terjangkau pemikiran mereka.

Perlu kami sampaikan bahwa tabarruk tidak lain adalah bertawasul kepada Allah dengan objek yang dijadikan tabarruk baik berupa jejak peninggalan, tempat atau seseorang.

BACA JUGA :


Adapun TABARRUK dengan orang orang sholeh adalah karena meyakini keutamaan dan kedekatan mereka kepada Allah dengan tetap meyakini ketidak mampuannya memberi kebaikan atau menolak keburukan kecuali atas izin Allah.

Adapun TABARRUK dengan jejak peninggalan-peninggalan (artefak) adalah karena peninggalan tersebut dinisbatkan kepada orang-orang dimana kemuliaan peninggalan itu berkat mereka ia dihormati, di agungkan, dan dicintai karenanya.

Adapun TABARRUK dengan tempat-tempat (situs), maka subtansi tempat itu sama sekali tidak memiliki keutamaan dilihat dari statusnya menjadi tempat, Tempat memiliki ke utamaan karena kebaikan dan ketaatan yang pernah dilaksanakan dan terjadi di dalamnya seperti sholat, puasa, dan semua bentuk ibadah yang pernah di lakukan oleh para hamba Allah di tempat-tempat yang dijadikan objek tabarruk.
.
.

Ketika Habib Umar Bin Hafidz Dikatakan Syirik Oleh Seorang Pemuda



Seorang pemuda bertanya kepada Habib Umar: “Kenapa engkau membiarkan murid-muridmu menundukkan badannya dan mencium tanganmu berbolak balik?

Tidak tahukah engkau itu perbuatan yang syirik? Engkau seolah-olah membuat murid-muridmu menyembah sesama mahkluk?, tidakkah hanya Allah lah yang layak disembah? Tunduk atau menunduk kepada makhluk adalah perbuatan syirik.”

Habib Umar hanya tersenyum mendengar ucapan dan pertanyaan dari seorang pemuda tersebut. Lantas Habib Umar memanggil pemuda tadi dan mendekatinya.

Habib Umar mengambil pena yang ada di dalam saku baju pemuda tersebut kemudian menjatuhkannya kebawah.

  BACA JUGA :

Ketika si pemuda ini menundukkan kepala dan badannya kebawah guna mengambil pena tersebut, Habib Umar menahannya dan berkata:


“Jangan menunduk!, tidakkah menunduk kepada makhluk adalah bathil?”

“Tidak, aku hanya ingin mengambil penaku dibawah.”

Lantas Habib Umar berkata:

“Aku ini ibaratkan pena, seorang pencari ilmu tidak akan mendapat ilmu jika tidak mempunyai pena, begitu juga dengan murid-muridku, mereka menghargai dan menghormatiku bukan atas permintaaanku, aku tidak pernah memaksa, aku tidak pernah menyuruh mereka mencium tanganku, tetapi ketahuilah wahai pemuda; Seorang tholabul ilim tidak akan mendapatkan setetespun ilmu yang bermanfaat jika dia tidak menghormati gurunya”.

Diceritakan dari Al-Habib Umar bin Agil Al-Hamid

يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق

Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh...

Aamiin..

Thursday, December 5, 2019



Mutiara Pagi:
"KAPAN BICARA DAN KAPAN DIAM"

"Barangsiapa beriman kepada Alloh dan Hari Akhir Kiamat,   maka hendaklah ia berbicara YANG BAIK atau DIAM..."
(HR BukhariMuslim)

• Alangkah indahnya DIAM,
bila BICARA dapat menyakiti orang lain.

• Alangkah terhormatnya DIAM, 
bila BICARA hanya utk merendahkan orang lain.

• Alangkah bagusnya DIAM,
bila BICARA bisa mengakibatkan terhinanya orang lain.

• Alangkah cerdiknya DIAM,
bila BICARA dapat menjerumuskan orang lain.

• Alangkah bijaknya DIAM,
bila BICARA hanya untuk merugikan orang lain.

Akan tetapi....

» Betapa dahsyatnya BICARA,
bila DIAM itu mengakibatkan celakanya orang lain.

» Betapa saktinya BICARA,
bila DIAM itu menjadikan ruginya orang lain.

» Betapa hebatnya BICARA,
bila DIAM membuat tidak sadarnya kesalahan yang terus dilakukan orang lain.

» Betapa pentingnya BICARA,
bila DIAM mengakibatkan semakin bodohnya orang lain.

» Betapa TAJAM-nya kata2 kita saat kita sedang marah & betapa TEDUH-nya kata2 kita saat kita sedang senang.

Maka pertimbangkanlah....

Kapan kita DIAM & kapan kita harus BICARA.

"Jangan bicara tentang hartamu dihadapan orang miskin.

"Jangan bicara  Kesehatanmu dihadapan orang sakit.

"Jangan bicara kekuatanmu dihadapan orang lemah.

"Jangan bicara kebahagiaanmu dihadapan orang yang sedang sedih.

"Jangan bicara kebebasanmu dihadapan orang yang terpenjara.

Seorang yang BIJAK ibarat AIR.
Yang Selalu Tenang dan menenangkan.
Suci dan menyucikan.
Sejuk dan  menyejukkan.
Segar dan menyegarkan.
Lembut dan melembutkan.
       
Jadilah seperti Air yang selalu mencari tempat yang lebih rendah.
Bermakna  TAWADHU (rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri dan tidak pernah merendahkan atau menghina orang lain.

Jadilah seperti air yang selalu memberi kehidupan bagi apapun dan siapapun.

MARI KITA JADIKAN DIRI INI MENJADI BAIKNYA DIRI & ORG LAIN DENGAN MENCINTAI SESAMA DAN TIDAK MEMBENCI SIAPAPUN, KRN ALLAH

Semoga Bermanfaat.

Thursday, August 25, 2016

Musa Sang Hafidz Cilik & Atlet indonesia


 MUSA & Rio, Keduanya Pahlawan, tetapi.....

Kedua nama ini sedang menjadi trending topik di media sosial tanah air maupun dunia... Mereka adalah Musa sang hafidz dan Rio Hariyanto... Kedua anak bangsa ini sedang berjuang menjadi yang terbaik di dunia dalam pertarungan di medan mereka masing-masing....

Musa sang hafidz sedang bertarung menjadi penghapal Al-Qur'an terbaik di dunia. Rio sang pembalap juga bertarung menjadi manusia tercepat di dunia...

Mereka adalah aset bangsa yang langka...
Dipundak mereka harga diri bangsa sedang dicoba diangkat tinggi-tinggi. Namun perlakuan kepada keduanya sangat berbeda...

RIO sang pembalap, begitu gegap gempita, asa kemenangan begitu tinggi walau sebenarnya tidak pernah memulai pitcnya di 10 besar pada saat start. Dengan dukungan dana yang melimpah 15 juta euro (hitung sendiri kalau dirupiahkan), yang diberikan para sponsor*(Pertamina, Garuda Indonesia, dll)* wajarlah jika harapan memenangkan pertarungan di aspal ini dapatlah menjadi kenyataan....

(Termasuk beberapa hari lalu, Bulutangkis ganda campuran Indonesia, mendapatkan medali emas. Semua mengelukan, dan negara memberi bonus besar Rp5 milyar. Fantastis!)

Musa sang hafidz, dengan kegigihannya, minim bahkan hampir tidak ada sponsor dan hampir tidak terdengar dana sepeserpun menyertainya, mampu meraih tempat terhormat dengan menjadi juara ke tiga... DI DUNIA...

Ketidakadilan sedang berlangsung di negeri ini... Semua kehidupan sosial masyarakat... tanpa rasa keadilan oleh negara...media hanya memberitakan yang sesuai dengan kepentingannya...


BACA JUGA :

Bahkan nama Kementerian Agama pun yang semestinya menyertai perjalanan Musa, tak pernah disebutkan. Berita kemajuan tentang Islam telah menjadi anak tiri di negeri muslim terbesar di dunia...

Perkenalkan... Ini adik Musa...
Seorang penghapal Al-Qur'an cilik..
usianya baru 7th.. Bicaranyapun masih cadel. Namun prestasinya melimpah.. bukan saja terbaik se Indonesia.. tapi juga terbaik se-Dunia dalam ajang kompetisi penghapal Al-Qur'an...

Yang terbaru..

14 April 2016 kemarin.. dengan Batik Nusantara khas Indonesia... adik Musa berhasil jadi juara 3, mengalahkan 80 peserta dari 60 Negara Musabaqah Hifzil Al-Qur'an International di Mesir...

Hebatnya lagi.. adik Musa adalah peserta termuda, saat peserta lain berusia rata-rata di atas 10 tahun. Tetesan air mata haru.. Kagum.. Mengiringi Musa, saat tiba giliran menjawab pertanyaan dan ujicoba dari Juri yang tentu saja penguji-penguji kelas dunia...

Soal-soal dijawabnya dengan tenang..

Selesai Lomba..

Yang berlomba kemudian adalah penonton..

Mereka berlomba berfoto dan mencium kepala Musa.. kagum!

Bahkan Presiden Mesir akan memberi penghargaan khusus buat adik kita itu.

Itulah dia Musa.....

Seorang putra bangsa Indonesia Ia tak butuh trilyunan rupiah jika sekedar untuk mengharumkan nama bangsa. Ia juga tak perlu mengemis sponsor milyaran untuk sekedar mengharumkan nama bangsa. Ia juga tak perlu merepotkan negara ratusan milyar. Bahkan tanpa perlu menodong kementrian agar pegawainya potong gaji.. untuk sekadar mengharumkan nama bangsa..

Iya..!!!

Ia Tak perlu keribetan itu semua untuk sekedar terkenal di dunia. Paling keren kita hanya mendapat berita kemenangan nasionalnya di salah satu stasiun TV...

Karena..

Standar definisi "Bangga" dan "Mengharumkan Nama Bangsa" Masih belum kita sepakati..

Aku bangga padamu nak..
Aku bangga padamu..

"Jika media mainstream tak memberitakanmu Nak. Kami saja yang mengabarkan tentangmu pada dunia melalui medsos ini..."

Tuesday, August 23, 2016

Doa Buka Usaha Dari Habib Umar Alhafidz


Dalam islam, dalam hal apapun selama masih dalam melakukan hal yang positif pastilah ada do'anya. Begitupun dengan yang namanya usaha atau buka usaha. Suatu hal yang wajar dan lumrah apabila seseorang yang baru memulai menggeluti dibidang wirausaha ia ingin usahanya maju dan berkembang pesat. Maka dengan hal ini alfaqir ingin berbagi sebuah do'a yang berkenaan dengan hal tersebut diatas. Dan do'a ini yang bersumber dari guru mulia kita yaitu Habib Umar bin Salim bin Hafidz, berikut do'anya :

Do'a membuka toko / TEMPAT USAHA
Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Mengijazahkan doa supaya di baca setiap kali mau membuka toko atau tempat usaha,

-Ta'awwud 1x (أعوذ بالله من الشيطان الرجيم )
- Basmalah 1x (بسم الله الرحمن الرحيم)
- Ayat Kursi 1x

اَللهُ لآَإِلهَ إِلاَّهُوَالْحَىُّ الْقَيُّوْمُ ج لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ ط لَهُ مَافِى السَّموَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ قلى مَنْ ذَالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه اِلاَّبِاِذْنِه ط يَعْلَمُ مَابَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ ج وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِه اِلاَّبِمَاشَآءَ ج وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضَ ج وَلاَيَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَالْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

- Al-Ikhlas 3x
- Al-Falaq 1x
- An-Nas 1x

Insya ALLAH yang membacanya, akan dimudahkan rezekinya dari ALLAH juga akan diberikan:
- Himayah ( Penjagaan, di jaga rezekinya oleh ALLAH )
- Kifayah (diberikan kecukupan dalam rezeki )
- diberikan Keberkahan
Kemudian Habib Umar mengucapakan "Ajaznaakum" ( saya beri ijazah pada kalian semua )
Selamat mengamalkan....
Semoga berkah.


"Semoga bermanfaat untuk kita semua"

Friday, August 12, 2016

Hati Adalah Raja Dan Do'anya

http://syarifalfarisi.blogspot.com

Hati adalah Raja, dan Raga adalah prajuritnya. Jika Rajanya baik, maka baik pulalah prajuritnya. Jika Raja nya zhalim, maka buruk juga lah para prajuritnya. Ia adalah segumpal daging yang terletak didalam setiap tubuh manusia. Ketika mulut berkata maka itu adalah komando dari sebuah daging yang singgah didalam tubuh manusia itu sendiri. Ia amat hebat, dan harus selalu kompak dan sejalan dengan sebuah otak. Itu jikalau manusianya ingin menginginkan sebuah kebaikan berjalan.

Berikut beberapa Do'a mengenai segumpal daging tersebut :
 
ﻳﺎﻣﻘﻠﺐ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﺛﺒﺖ ﻗﻠﺒﻲ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻨﻚ
'Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi‘Ala Diinik'

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”
[HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]
ﻳﺎ ﻣﻘــﻠـﺐ ﻟﻘــﻠــﻮﺏ ﺛﺒــﺖ ﻗــﻠﺒـــﻲ ﻋــﻠﻰ ﻃـﺎ
ﻋــﺘـﻚ
'Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi‘Ala Ta'atik'

Artinya: “Wahai Dzat yg membolak-balikan hati teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepadamu”
[HR. Muslim (no. 2654)]
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻣﺼﺮﻑ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﺻﺮﻑ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﻃﺎﻋﺘﻚ
'Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Tho'atika'

Artinya: “Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.” (HR. Muslim)
ﺭﺑﻨﺎ ﻟﺎ ﺗﺰﻍ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ ﺑﻌﺪ ﺇﺫ ﻫﺪﻳﺘﻨﺎ ﻭﻫﺐ ﻟﻨﺎ ﻣﻦ ﻟﺪﻧﻚ
ﺭﺣﻤﺔ ﺇﻧﻚ ﺃﻧﺖ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ
'Rabbabaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab'

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7)


"Semoga bermanfaat uktuk kita semua kususnya bagi para pengunjung blog saya ini"