Sunday, May 15, 2016

Saat-saatnya Jin Takut, Tertawa Dan Menangis

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=4705416353163988862;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=2;src=link


Kapan Waktunya Jin bisa Takut, Tertawa dan Menangis ?

TAKUTNYA JIN PADA MANUSIA

Jin dan manusia memiliki perbedaan derajat. Manusia lebih tinggi derajatnya dari pada jin. Karena itulah
sebenarnya jin sangat takut pada manusia. Namun karena jin berhasil menakut-nakuti manusia maka manusia menjadi takut pada jin. Sebagai seorang muslim seharusnya kita tidak boleh takut sama jin, tetapi kita pun tidak menantang jin, namun jika jin mengganggu manusia sudah sewajarnya manusia untuk melawannya.

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Ali Imran 3:175)."

Artinya, “Mujahid berkata: “Syaithan itu sebenarnya sangat takut oleh salah seorang dari kalian (manusia). Oleh karena itu, apabila kamu mendapatinya, janganlah takut karena kalau takut, ia akan menunggangi kalian (mengganggu), akan tetapi kerasi (kasarilah), pasti ia akan pergi”. (Riwayat Ibn Abi Dunya)

“Mujahid berkata, “Sesungguhnya setan dan jin kafir itu takut oleh kalian sebagaimana kalian takut oleh mereka” (Riwayat Ibnu Abi Dunya) 

“Imam Mujahid berkata, “Suatu malam ketika saya sedang melaksanakan shalat, tiba-tiba muncul makhluk sebesar anak laki-laki di hadapan saya. Lalu saya desak dia untuk ditangkap. Akan tetapi ia bangun dan lompat ke belakang dinding sehingga saya mendengar jatuhnya. Setelah itu, ia tidak penah datang lagi” (Riwayat Ibnu Abi Dunya).

WAKTU TERTAWANYA JIN

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa setan akan tertawa ketika seseorang menguap dengan mengeluarkan suara misalnya; “euuuay” atau “haaaa”. Hadits bahwa setan tertawa adalah:

“Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci nguap. Apabila seseorang bersin lalu mengucapkan al-hamdulillah, maka muslim yang mendengarnya harus mendoakannya. Adapun menguap datangnya dari setan, karenanya tahanlah sedapat mungkin. Apabila ia menguap terus keluar suara “haaa”, maka setan akan tertawa” (HR. Bukhari dan lainnya).

WAKTU MENANGISNYA JIN

Sementara setan akan menangis ketika seseorang membaca surat as-Sajdah dan ketika sampai pada ayat
sajdahnya yakni ayat yang ke-15, ia melaksanakan Sujud Sajdah. Hal ini sebagaimana dikatakan dalam
sebuah hadits.

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila anak Adam membaca surat as-Sajdah kemudian ia sujud sajdah (ketika membaca ayat sajdahnya ayat ke-15), maka setan akan pergi menangis sambil berkata: “Aduh celaka dan sialnya nasibku” Bani Adam diperintah sujud, maka kemudian dia sujud maka baginya syurga, sedangkan aku ketika diperintah sujud aku menolak maka bagiku neraka (HR. Muslim).


Sumber : masuk-islam.com dari islampos.com/takut-menangis-tertawanya-jin-41693/

Saturday, May 14, 2016

Kisah Penciptaan Malaikat Jibril A.S

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=6364159582477951300;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=0;src=link

Tatkala Allah menciptakan Malaikat Jibril AS, dipilihlah wujud yang paling rupawan. Maka ia dilengkapi dengan 600 sayap. Masing-masing sepanjang jarak antara penjuru paling timur sampai penjuru paling barat. Begitu penciptaan selesai, berdirilah malaikat Jibril memandangi dirinya yang sangat rupawan.

Dan berkata, "Ya Allah..ya Tuhanku, adakah Engkau menciptakan mahluk yang lebih rupawan daripada aku? Allah menjawab, "Tidak ada yang Aku ciptakan yang lebih rupawan daripada engkau ya Jibril".

Mendengar jawaban Allah seperti itu, perasaan Jibril pun berbunga bunga tiada tara.

Sebagai ungkapan rasa syukurnya yang mendalam, ia kemudian mengerjakan shalat 2 rakaat, yang setiap rekaatnya dilakukan selama 20.000 (dua puluh ribu)tahun..Subhanallah, luar biasa dahsyatnya ungkapan rasa syukur malaikat jibril kepada Allah SWT.

Setelah malaikat Jibril selesai mengerjakan shalatnya, Allah SWT berfirman kepadanya, " Hai jibril, begitu bersungguh-sungguh engkau mengerjakan shalat. Demikian engkau telah melakukan penyembahan kepadaKu dengan penyembahan yang tiada bandingnya. Tetapi ketahuilah hai jibril, bahwa pada akhir zaman nanti akan lahir Nabi terhormat yang Aku sayangi, dia bernama Muhammad".

Ia memiliki umat yang lemah, yang banyak melakukan dosa. Sekiranya umat yang bergelimang dosa itu mau mengerjakan shalat dua rakaat, sekalipun shalatnya banyak kekurangan, waktunya pun tergesa-gesa dan tidak konsentrasi, maka demi Kemuliaan dan keagungan-Ku, sungguh shalat mereka itu lebih Aku sukai dari pada shalatmu! Mengapa? Karena shalat mereka berdasarkan perintah-Ku, sedangkan shalatmu itu bukan berdasarkan perintah-Ku

Jibril kemudian bertanya, "Ya Allah, lalu apakah balasan yang bakal Engkau berikan atas 'ibadah mereka?".

Allah menjawab, "Balasan yang bakal Aku berikan untuk mereka adalah Surga Ma'wa".

Begitu mendengar kata-kata surga Ma'wa, malaikat Jibril memohon izin kepada Allah agar diperkenankan melihatnya. Allah pun mengabulkan permohonan Jibril ini, dan langsung berangkat menuju Surga tersebut. Dia bentangkan sayapnya, lalu terbang untuk menempuh jarak yang amat jauh.

Setiap kali ia membuka sepasang sayapnya, maka berarti dia menempuh jarak sejauh 300.000 (tiga ratus ribu)tahun perjalanan. Begitu juga setiap menutupkan sayap, padahal ia terbang selama tiga ratus ribu tahun serta memiliki sayap tiga ratus pasang sayap atau enam ratus sayap.Namun sejauh itu ia belum juga berhasil mencapai tujuannya.

Ketika merasa begitu letih, Jibril beristirahat disebuah pohon raksasa, kemudian ia bersujud kepada Allah SWT seraya mengadu, "Ya Allah, apakah perjalananku telah sampai separonya, ataukah baru dua pertiga atau bahkan separonya?".

Allah SWT berfirman kepadanya, "Hai Jibril, walaupun kau mampu terbang selama tiga ratus ribu tahun dengan sayap-sayapmu yang sudah ada dan Aku tambah lagi enam ratus sayap, niscahya tidak akan kau bisa mencapai seper seratusnya (1%). Itulah keistimewaan yang akan Aku berikan kepada umat Muhammad yang mau mengerjakan shalat!".


"Subhanallah..Betapa Allah begitu memuliakan Manusia. Sementara kita, manusia ini demikian mudahnya melupakan- Nya. Marilah kita senantiasa bersyukur karena telah ditakdirkan kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW"

Thursday, May 12, 2016

MARAH


https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=4237013855544547643;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=1;src=link


Kenapa Orang Berteriak Ketika Marah?

Seorang Syeikh berjalan dengan para muridnya, mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar, dan saling berteriak.

Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : “Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?”.

Salah satu murid menjawab : “Karena kehilangan sabar, makanya mereka berteriak.”
“Tetapi , mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelahnya?
Bukankah pesan yang ia sampaikan , bisa ia ucapkan dengan cara halus ?”. Tanya sang Syeikh menguji murid2nya.

Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.
Akhirnya sang Syeikh berkata : “Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya.

Karena jarak kedua hati semakin jauh”.
“Begitu juga sebaliknya , di saat kedua insan saling jatuh cinta?” lanjut sang Syeikh.
“Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara ke 2 hati sangat dekat.”

“Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi?”, Mereka tidak lagi bicara. Mereka Hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Pada Akhirnya , mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi.”

Sang Syeikh memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut : “Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh”.


Sumber : Habib Taufiq Assegaf

Sibuklah Menilai Diri Sendiri Daripada Menilai Orang Lain

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=2590980673056061899;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=0;src=link


Seorang Guru Sufi ditanya tentang 2 keadaan manusia:

1. Manusia rajin sekali ibadahnya, namun sombong, angkuh dan selalu merasa suci.

2. Manusia yg sangat jarang ibadah, namun akhlaknya begitu mulia, rendah hati, santun, lembut dan cinta dgn sesama.

Lalu Sang Guru Sufi menjawab:

Keduanya baik.

Boleh jadi suatu saat si ahli ibadah yang sombong menemukan kesadaran tentang akhlaknya yang buruk dan dia bertaubat lalu ia akan menjadi pribadi yang baik lahir dan batinnya.

Dan yang kedua bisa jadi sebab kebaikan hati-nya, Allah akan menurunkan hidayah lalu ia menjadi ahli ibadah yang juga memiliki kebaikan lahir dan batin.

Kemudian orang tersebut bertanya lagi, lalu siapa yang tidak baik kalau begitu...???

Sang Guru Sufi menjawab:

"Yang tidak baik adalah kita, orang ketiga yang selalu mampu menilai orang lain, namun lalai dari menilai diri sendiri".

.اللهم إنا نسألك خير هذاليوم فتحه وَ نصره و نوره بركته وَهداه.. ;)


"Subhanallah.. begitu bijak dan penuh hikmah perbincangan tokoh Sufi diatas, Semoga dengan menyimak kisah diatas kita bisa sama-sama memetik i'tibar serta manfaat yang begitu banyak, Serta kita lebih sibuk menilai diri kita sendiri melainkan menilai orang lain"

Wednesday, May 11, 2016

Rahasia Allah Mengirimkan Wali Nyeleneh



Habib Ahmad bin Hasan al-Athos berkisah dalam sebuah kitab, bahwa semua habib terkemuka di Yaman saat ini pasti murid dari muridnya Habib Ahmad bin Hasan, termasuk Habib Umar bin Hafidz, Habib Abu Bakar al-Adni, Habib Salim asy-Syathiri.

Alkisah, ada seorang wali madjdzub (nyeleneh) yang mempunyai rental kendaraan (keledai) khusus perempuan. Anehnya setiap penumpang perempuannya sampai tujuan ia menciumnya. Konon semua perempuan yang pernah diciumnya kelak tidak pernah berzina seumur hidupnya.

Singkat cerita ada seorang ulama (wali syariat) yang mengingkarinya. Ia menarik wali majdzub ke masjid, menghajarnya habis-habisan. Tiba-tiba ilmu wali syariat itu hilang. Keduanya lalu melapor pada Syaikh Ali al-Khawas. Syaikh Ali al-Khawas kemudian yang memintakan maaf pada wali majdzub, dan kembalilah ilmu sang wali syariat.

Jika Anda sangsi dengan kisah ini mari kita buka kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam al-Quran. Nabi Musa menghadapi kaum yang nakal, bayangkan saat Nabi Musa mandi pakaiannya mereka curi. Barangkali karena itu syariat Nabi Musa salah satu syariat paling tegas. Anda tahu hukuman penyembah patung sapi Musa Samiri? Dihukum dengan saling membunuh satu sama lain. Ketegasan hukum Nabi Musa bisa dijumpai dalam Perjanjian Lama: 10 perintah Tuhan (10 of God's Commandment).

Allah mempertemukan Nabi Musa dengan Nabi Khidir. Selama kebersamaan keduanya, Nabi Khidir melanggar 3 dari 10 perintah Tuhan itu; membunuh anak kecil, merusak perahu dan meruntuhkan dinding milik orang lain (membangun dinding tanpa imbalan padahal sangat butuh). Melalui Khidir Allah memperlihatkan pada Nabi Musa bahwa ada dimensi lain dalam syariatNya selain hukum.

Mahaguru al-Habib M. Luthfi bin Yahya mengatakan, bahwa wali majdzub, Nabi Khidir, -selanjutnya kita mungkin bisa menyebut Gus Mik dll. yang ada dalam setiap generasi- untuk menjaga keseimbangan agar syariat tidak berubah menjadi hukum yang rigid dan mengekang. Ketika Islam diaplikasi hanya sebagai fikih, maka Allah mengutus wali-waliNya yang kadang nyeleneh untuk menjaga keseimbangan antara Islam dan Ihsan.

Saat ini makin banyak orang yang berambisi memformalkan syariat, bahkan atas nama amar ma'ruf nahi munkar, menjadi hakim antara satu dan lainnya di masyarakat. Mereka mendistorsi banyak unsur dari Islam, menafikan bahkan mengingkari, seolah-olah Islam (al-Quran dan as-Sunnah) melulu soal jilbab, jenggot, celana dengan segala rigiditas yang miskin dan kering pengalaman spiritual. 


(Oleh: Ust. Ahmad Tsauri via fanspage IlmuTasawuf.com).

"BAHLUL"



https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=4028989975723817473;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=2;src=postname


"Bahlul" adalah kata yang biasa kita gunakan untuk mensifati orang yang bodoh, tapi dari mana asal kata itu.....?

Dikisahkan, sesungguhnya BAHLUL seorang yang dikenal sebagai orang gila di zaman Raja Harun Al-Rasyid (Dinasti Abbasiyah). Pada suatu hari Harun Al-Rasyid lewat di pekuburan, dilihatnya Bahlul sedang duduk disana. Berkata Harun Al-Rasyid kepadanya :

"Wahai Bahlul, bilakah kamu akan berakal.. ?"

Mendengar itu Bahlul beranjak dari tempatnya dan naik keatas pohon, lalu dia memanggil Harun Al-Rasyid dengan sekuat suaranya dari atas pohon.

" Wahai Harun yang gila, bilakah engkau akan sedar....?"

Maka Harun Al-Rasyid menghampiri pohon dengan menunggangi kudanya dan berkata : "Siapa yang gila, aku atau engkau yang selalu duduk dikuburan....?".

Bahlul berkata : "Aku berakal dan engkau yang gila"

Harun : "Bagaimana itu bisa...?"

Bahlul : "Karena aku tau bahwa istanamu akan hancur dan kuburan ini akan tetap ada, maka aku memakmurkan kubur sebelum istana, dan engkau memakmurkan istanamu dan menghancurkan kuburmu, sampai- sampai engkau takut untuk dipindahkan dari istanamu ke kuburanmu, padahal engkau tahu bahwa kamu pasti masuk dalam kubur, maka katakan wahai Harun siapa yang gila di antara kita...?".

Bergetarlah hati Harun, lalu menangis dengan tangisan yang sampai membasahi jenggotnya, lalu Harun berkata : "Demi ALLAH engkau yang benar, Tambahkan nasehatmu untukku wahai Bahlul".

Bahlul : "Cukup bagimu Al-Qur'an maka jadikanlah pedoman".

Harun : "Apa engkau memiliki permintaan wahai Bahlul....? Aku akan penuhi".

Bahlul : "Iya aku punya 3 permintaan, jika engkau penuhi aku akan berterima kasih padamu".

Harun : "mintalah..."

Bahlul : 1. "Tambahkan umurku".

Harun : "Aku tak mampu",

Bahlul : 2. "Jaga aku dari Malaikat maut".

Harun : "Aku tak mampu",

Bahlul : 3. "Masukkan aku kedalam surga dan jauhkan aku dari api Neraka".

Harun : "Aku tak mampu".

Bahlul : "Ketahuilah bahwa engkau dimiliki (seorang hamba) dan bukan pemilik (Tuhan), maka aku tidak perlu padamu".


*Kisah ini dikutip dari kitab yang berjudul عقلاء ﺍﻟﻤﺠﺎﻧﻴﻦ "Orang-orang Gila Yang Berakal"
Tetapi kita menggunakan perkataan BAHLUL untuk mengatakan seseorang itu bodoh sedangkan ia adalah merupakan nama Ulama yang hebat.

"Semoga kita bisa sama-sama mengambil i'tibar dari kisah diatas dan bisa lebih menghargai orang lain"

Monday, May 9, 2016

Syafa'at Pembaca Sholawat


https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6350621372319428354#editor/target=post;postID=6949577109142931092;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts;postNum=1;src=link

Dikisahkan ada seseorang yang melakukan perjalanan dengan ayahnya, dalam perjalanannya tersebut ayahnya sakit dan meninggal dunia diperjalanan,yang membuat si anak ini terkejut dari kematian ayahnya, bahwasanya wajah ayahnya langsung berubah menjadi hitam kelam.

Maka si anak makin bertambah sedih atas musibah yang makin besar ini, Maka dia brpikir "seandainya aku minta bantuan kepada penduduk kampung yang ada disekitar sini untuk mengurus jenazah ayahku tetapi aku malu untuk memperlihatkan kepada mereka wajah ayahku yang mnjadi hitam.

Dikarenakan stres yang mendera pikirannya dia pun mengantuk dan tertidur ditempat itu, Maka dalam
mimpinya Dia melihat seseorang manusia yang demikian putih, indah dan tampan, Maka orang tersebut
mendatangi ayahnya yang sedang terbaring jenazahnya dan mengusap wajah orang tersebut dan berubah wajah ayahnya yang tadi hitam menjadi bercahaya dalam mimpinya.

Maka si anak bertanya, "siapa gerangan engkau yang mana dengan berkat engkau Allah ta'ala mengangkat kesulitanku ini?" maka dijawab "Aku adalah Nabimu Muhammad.

"Dahulu ayahmu adalah orang yang banyak berbuat dosa dan kesalahan akan tetapi disamping itu dia
banyak bersholawat kepadaku maka aku simpan ini, dan aku setelah mengetahui dia wafat aku meminta syafa'at kepada Allah Swt dan Allah Ta'ala mengizinkan aku untuk menolong orang ini.

Maka ketika terbangun dia dapati ayahnya telah berubah menjadi putih, dan sejak saat itu si anak selalu
menyibukan dirinya dengan sholawat dan salam terhadap Nabi Muhammad SAW dalam setiap keadaan
apapun, dia berjumpa didengar dia dilihat oleh sebagian para sholihin yang berada di mekkah, itu ulama mekkah melihat dia, dia bertanya, "aku selalu melihat engkau selalu setiap waktu setiap jalan baca sholawat,  ketika tawaf engkau sibuk dengan sholawat,,bahkan saat sa'i engkau sibuk degan sholawat,, apakah engkau tidak tahu apapun kecuali hanya sholawat saja??

Maka dikatakan "sesungguhnya aku punya kisah tersendiri atas
Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW, maka diapun menceritakan kisah sang ayahnya ini.


Sumber : Habib Umar Bin Salim bin Hafidz