
JENDERAL PARA WALI DARI PULAU JAWA
Al-Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas
Sejarah Ringkas Habib Abdullah Dan Masjid Keramat Empang Bogor
Kawasan Empang Bogor Selatan, Kota Bogor menjadi terkenal karena di lokasi itu berdiri Masjid Keramat An Nur yang lokasinya tepat di Jalan Lolongok.
Di Kompleks Masjid An nur itulah, Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas di makamkan, bersama dengan makam anak-anaknya yaitu Al Habib Mukhsin Bin Abdullah Al Athas, Al Habib Zen Bin Abdullah Al Athas, Al Habib Husen Bin Abdullah Al Athas, Al Habib Abu Bakar Bin Abdullah Al Athas, Sarifah Nur Binti Abdullah Al Athas, dan makam murid kesayangannya yaitu Al Habib Habib Alwi Bin Muhammad Bin Tohir.
Dalam Manakib nya disebutkan bahwa Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas adalah seorang “Waliyullah” yang telah mencapai kedudukan mulia dekat dengan Allah SWT. Beliau termasuk salah satu Waliyullah yang tiada terhitung jasa-jasanya dalam sejarah pengembangan Islam dan kaum muslimin di Indonesia. Beliau seorang ulama “Murobi” dan panutan para ahli tasawuf sehingga menjadi suri tauladan yang baik bagi semua kelompok manusia maupun jin.
Al Habib Abdullah Bin Mukhsin. Bin Muhammad. Bin Abdullah. Bin Muhammad. Bin Mukhsin. Bin Husein. Bin Syeh Al Kutub, Al Habib Umar Bin Abdurrohman Al Athas adalah seorang tokoh rohani yang dikenal luas oleh semua kalangan umum maupun khusus. Beliau adalah “Ahli kasyaf” dan ahli Ilmu Agama yang sulit ditandingi keluasan Ilmunya, jumlah amal ibadahnya, kemuliaan maupun budi pekertinya.
Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas beliau asli dari Yaman Selatan dilahirkan di desa hawrat
salah satu desa di Al Kasar, Kampung kharaidhoh, “hadramaut” pada hari Selasa 20 Jumadi Awal 1275 hijriah. Sejak kecil beliau mendapatkan pendidikan rohani dan perhatian khusus dari Ayahnya. Beliau mepelajari Al Qur’an dimasa kecilnya dari Mu’alim Syeh Umar Bin Faraj Bin Sabah.
Dalam Usia 17 tahun beliau sudah hafal Al Qur’an. Kemudian beliau oleh Ayahnya diserahkan kepada ulama terkemuka di masanya. Beliau dapat menimba berbagai cabang ilmu Islam dan Keimanan.
Diantara guru–guru beliau, salah satunya adalah Assyayid Al Habib Al Qutbi Abu Bakar Bin Abdullah Al Athas, dari guru yang satu itu beliau sempat menimba Ilmu–Ilmu rohani dan tasawuf, Beliau mendapatkan do’a khusus dari Al Habib Abu Bakar Al Athas, sehingga beliau berhasil meraih derajat kewalian yang patut. Diantaranya guru rohani beliau yang patut dibanggakan adalah yang mulia Al Habib Sholih Bin Abdullah Al Athas penduduk Wadi a’mad.
Habib Abdullah pernah membaca Al Fatihah dihadapan Habib Sholeh dan Habib Sholeh menalkinkan Al Fatihah kepadanya Al A’rif Billahi Al Habib Ahmad Bin Muhammad Al Habsyi. ketika melihat Al Habib Abdullah Bin Mukhsin yang waktu itu masih kecil beliau berkata sungguh anak kecil ini kelak akan menjadi orang mulia kedudukannya.
Al Habib Abdullah Bin Mukhsin pernah belajar Kitab risalah karangan Al Habib Ahmad Bin Zen Al Habsyi kepada Al Habib Abdullah Bin A’lwi Alaydrus sering menemui Imam Al Abror Al Habib Ahmad Bin Muhammad Al Muhdhor. Selain itu beliau juga sempat mengunjungi beberapa Waliyulllah yang tingal di hadramaut seperti Al Habib Ahmad Bin Abdullah Al Bari seorang tokoh sunah dan asar. Dan Syekh Muhammad Bin Abdullah Basudan. Beliau menetap di kediaman Syekh Muhammad basudan selama beberapa waktu guna memperdalam Agama.
Pada tahun 1282 Hijriah, Habib Abdulllah Bin Mukhsin menunaikan Ibadah haji yang pertama kalinya.
Selama di tanah suci beliau bertemu dan berdialog dengan ulama–ulama Islam terkemuka. Kemudian, seusai menjalankan ibadah haji, beliau pulang ke Negrinya dengan membawa sejumlah keberkahan. Beliau juga mengunjungi Kota Tarim untuk memetik manfaat dari wali–wali yang terkenal.
Setelah dirasa cukup maka beliau meninggalkan Kota Tarim dengan membawa sejumlah berkah yang tidak ternilai harganya. Beliau juga mengunjungi beberapa Desa dan beberapa Kota di Hadramaut untuk mengunjungi para Wali dan tokoh–tokoh Agama dan Tasawuf baik dari keluarga Al Alwi maupun dari keluarga lain.
Pada tahun 1283 H, Beliau melakukan ibadah haji yang kedua. Sepulangnya dari Ibadah haji, beliau berkeliling ke berbagai pelosok dunia untuk mencari karunia Allah SWT dan sumber penghidupan yang merupakan tugas mulia bagi seorang yang berjiwa mulia. Dengan izin Allah SWT, perjalanan mengantarkan beliau sampai ke Indonesia. beliau bertemu dengan sejumlah Waliyullah dari keluarga Al Alwi antara lain Al Habib Ahmad Bin Muhammad Bin Hamzah Al Athas.
Sejak pertemuanya dengan Habib Ahmad beliau mendapatkan Ma’rifat. Dan, Habib Abdullah Bin Mukhsin diawal kedatangannya ke Jawa memilih Pekalongan sebagai Kota tempat kediamannya. Guru beliau Habib Ahmad Bin Muhammad Al Athas banyak memberi perhatian kepada beliau sehinga setiap kalinya gurunya menunjungi Kota Pekalongan beliau tidak mau bermalam kecuali di rumah Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athos.
Dalam setiap pertemuan Habib Ahmad selalu memberi pengarahan rohani kepada Habib Abdullah Bin Mukhsin sehingga hubungan antara kedua Habib itu terjalin amat erat. Dari Habib Ahmad beliau banyak mendapat manfaat rohani yang sulit untuk dibicarakan didalam tulisan yang serba singkat ini.
Dalam perjalan hidupnya Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas pernah dimasukan kedalam penjara oleh Pemerintah Belanda, mungkin pengalaman ini telah digariskan Allah. Sebab, Allah ingin memberi beliau kedudukan tinggi dan dekat dengannya. Nasib buruk ini pernah juga dialami oleh Nabi Yusuf AS yang sempat mendekam dalam penjara selama beberapa tahun. Namun, setelah keluar dari penjara ia diberi kedudukan tinggi oleh penguasa Mashor yang telah memenjarakannya.
Karomah dan Kekeramatan Habib Abdullah
Selama di penjara ke keramatan Habib Abdullah Bin Mukhsin semakin tampak sehingga semakin banyak orang yang datang berkunjung kepenjaraan tersebut. Tentu saja hal itu mengherankan para pembesar penjara dan penjaganya. Sampai mereka pun ikut mendapatkan berkah dan manfaat dari kebesaran Habib Abdullah dipenjara.
Setiap permohonan dan hajat yang pengunjung sampaikan kepada Habib Abdullah Bin Mukhsin selalu dikabulkan Allah SWT, para penjaga merasa kewalahan menghadapi para pengunjung yang mendatangi beliau Mereka lalu mengusulkan kepada kepala penjara agar segera membebaskan beliau. Namun, ketika usulan dirawarkan kepada Habib Abdullah beliau menolak dan lebih suka menungu sampai selesainya masa hukuman.
Pada suatu malam pintu penjara tiba–tiba terbuka dan datanglah kepada beliau kakek beliau Al Habib Umar Bin Abdurrohman Al Athas seraya berkata, Jika kau ingin keluar dari penjara keluarlah sekarang, tetapi jika engkau mau bersabar maka bersabarlah.
Beliau ternyata memilih untuk bersabar dalam penjara, pada malam itu juga Sayyidina Al Faqih Al Muqodam dan Syekh Abdul Qodir Zaelani serta beberapa tokoh wali mendatangi beliau. Pada kesempatan itu Sayyidina Al Faqih Al Muqodam memberikan sebuah kopiah. Ternyata dipagi harinya Kopiah tersebut masih tetap berada di kepala Al Habib Abdullah Padahal, beliau bertemu dengan Al Faqih Al Muqodam didalam impian.
Para pengujung terus berdatangan kepenjara sehingga berubahlah penjaraan itu menjadi rumah yang selalu dituju, Beliau pun mendapatkan berbagai kekeramatan yang luar biasa mengingatkan kembali hal yang dimiliki para salaf yang besar seperti Assukran dan syekh Umar Muhdor
Diantara Karomah yang beliau peroleh adalah sebagaimana yang disebutkan Al Habib Muhammad Bin Idrus Al Habsyi bahwa Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas ketika mendapatkan anugrah dari Allah SWT, beliau tenggelam penuh dengan kebesaran Allah, hilang dengan segala hubungan alam dunia dan segala isinya. Al Habib Muhammad Idrus Al Habsyi juga menuturkan, ketika aku mengujunginya Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athos dalam penjara aku lihat penampilannya amat berwibawa dan beliau terlihat dilapisi oleh pancaran Illahi. Sewaktu beliau melihat aku beliau mengucapkan bait –bait syair Habib Abdullah Al Hadad yang awal baitnya adalah sbb “ Wahai yang mengunjungi Aku di malam yang dingin, ketika tak ada lagi orang yang akan menebarkan berita fitrah, Selanjutnya, kata Habib Muhammad Idrus, kami selagi berpelukan dan menangis, “
Karomah lainnya setiap kali beliau memandang borgol yang membelegu kakinya, maka terlepaslah borgol itu.
Disebutkan juga bahwa ketika pimpinan penjara menyuruh bawahannya untuk mengikat leher Habib Abdullah Bin Mukhsin dengan rante besi maka atas izin Allah rantai itu terlepas, dan pemimpin penjara beserta keluarga dan kerabatnya mendapat sakit panas, dokter tak mampu mengobati penyakit pemimpin penjara dan keluarganya itu, barulah kemudian pemimpin penjara sadar bahwa penyakitnya dan penyakit keluarganya itu diakibatkan Karena dia telah menyakiti Al Habib yang sedang dipenjara.
Kemudian, kepala penjara mengutus bawahannya untuk mendo’akan, penyakit yang di derita oleh kepala penjara dan keluarganya itu agar sembuh Maka, berkatalah Habib Abdullah kepada utusan itu Ambillah borgol dan rante ini ikatkan di kaki dan leher pemimpin penjara itu, maka akan sembuhlah dia.
Kemudian dikerjakanlah apa yang dikatakan oleh Habib Abdullah, maka dengan izin Allah SWT penyakit pimpinan penjara dan keluarganya seketika sembuh. Kejadian ini menyebabkan pimpinan penjara makin yakin akan kekeramatan Habib Abdullah Mukhsin Al Athas. Sekeluarnya dari penjara beliau tinggal di Jakarta selama beberapa tahun.
Perjalanan ke Empang
Dari sumber lain disebutkan, bahwa awal mula kedatangan Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas ke Indonesia, pada tahun 1800 Masehi, waktu itu beliau diperintahkan oleh Al Habibul Imam Abdullah bin Abu Bakar Alayidrus, untuk menuju Kota Mekah. Dan sesampainya di Kota Mekah, beliau melaksanakan sholat dan pada malam harinya beliau mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW, entah apa yang dimimpikannya, yang jelas ke esok harinya beliau berangkat menuju Negeri Indonesia.
Sesampainya di Indonesia, beliau dipertemukan dengan Al Habib Ahmad Bin Hamzah Al Athas yang ada dipakojan Jakarta dan beliau belajar ilmu agama darinya, lalu Habib Ahmad Bin Hamzah Al Athas memerintahkan agar beliau datang berziarah ke Habib Husein di luar Batang, dari sana sampailah perjalanan beliau ke Bogor, Beliau datang ke Empang dengan tidak membawa apa-apa.
Pada saat beliau datang ke Empang Bogor, disana disebutkan bahwa Empang yang pada saat itu belum ada penghuninya, namun dengan Ilmu beliau bisa menyala dan menjadi terang benderang Diceritakan, ada kekeramatan yang lain terjadi pula ketika beliau tengah makan dipinggiran empang, kebetulan pada saat itu datang kepada beliau seorang penduduk Bogor dan berkata “ Habib, kalau anda benar-benar seorang Habib Keramat, tunjukanlah kepada saya akan kekeramatannya.
Pada saat itu kebetulan Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas tengah makan dengan seekor ikan dan ikan itu tinggal separuh lagi. Maka Habib Abdullah berkata” Yaa sama Anjul ilaman Tabis,” ( wahai ikan kalau benar-benar cinta kepadaku tunjukanlah) maka atas izin Allah SWT, seketika itu juga ikan yang tinggal sebelah lagi meloncat ke empang. Konon ikan sebelah tersebut sampai sekarang masih hidup dilaut.
Masjid Keramat Empang didirikan sekitar tahun 1828 M. pendirian Masjid ini dilakukan bersama para Habaib dan ulama-ulama besar di Indonesia. Di Sekitar Areal Masjid Keramat terdapat peninggalan rumah kediaman Habib Abdullah, yang kini rumah itu ditempati oleh Khalifah Masjid, Habib Abdullah Bin Zen Al Athas. Didalam rumah tersebut terdapat kamar khusus yang tidak bisa sembarang orang memasukinya, karena kamar itu merupakan tempat khalwat dan zikir beliau. Bahkan disana terdapat peninggalan beliau seperti tempat tidur, tongkat , gamis dan sorbannya yang sampai sekarang masih disimpan utuh.
Kitab-kitab beliau kurang lebih ada 850 kitab, namun yang ada sekarang tinggal 100 kitab, sisanya disimpan di “Jamaturkhair atau di Rabitoh”. Tanah Abang Jakarta. Salah satu kitab karangan beliau yang terkenal adalah “Faturrabaniah” konon kitab itu hanya beredar dikalangan para ulama besar,
Adapun karangannya yang lain adalah kitab “Ratibul Ahtas dan Ratibul Hadad.” Kedua kitab itu merupakan pelajaran rutin yang diajarkan setiap magrib oleh beliau kepada murid-muridnya dimasa beliau masih hidup, bahkan kepada anak dan cucunya, Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas menganjurkan supaya tetap dibacanya.
Habib Abdullah Bin Al Athas, adalah seorang Waliyullah dengan kiprahnya menyebarkan Agama Islam dari satu negeri kenegeri lain. Di Kampung Empang beliau menikahi seorang wanita keturunan dalem Sholawat. Dari sanalah beliau mendapatkan wakaf tanah yang cukup luas, sampai sekarang 85 bangunan yang terdapat di kampung Empang didalam sertifikatnya atas nama Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas.
Semasa hidupnya sampai menjelang akhir hayatnya beliau selalu membaca Sholawat Nabi yang setiap harinya dilakukan secara dawam di baca sebanyak seribu kali, dengan kitab Sholawat yang dikenal yaitu “ Dala’l Khoirot” artinya kebaikan yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Menurut Manakib, beliau dipanggil Allah SWT pada hari Selasa, 29 Zulhijjah 1351 Hijriah diawal waktu zuhur Jenazah beliau dimakamkan keesokan harinya hari Rabu setelah Sholat zuhur. Tak terhitung jumlah orang yang ikut mesholatkan jenazah. Beliau dimakamkan di bagian Barat Masjid An nur Empang,sebelum wafat beliau terserang sakit flu ringan.
“Sumber: kitab Manakib Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas dan wawancara “Gentra Madani” dengan Habib Hasan Bin Ja’far assegaf'pendiri majlis nurulmusthofa jakarta (Keturunan Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athos)
Alkisah, dalam kitab “Azhraf al-Zharfa'”, Joha bersama putranya pergi ke
pasar mengendarai keledai, sementara putranya berjalan di sampingnya.
Ketika melewati kerumunan, terdengar celoteh, "Dasar orang tua semena-mena, masak anaknya disuruh berjalan kaki."
Merasa tidak nyaman dengan celotehan, Joha turun dari punggung keledai dan berganti posisi dengan anak.
Di
kerumunan lain, terdengar cemoohan, "Dasar anak durhaka, tega sekali
membiarkan bapaknya berjalan kaki sementara ia duduk enak." Ia menyuruh
putranya turun dan berjalan kaki bersamanya sementara keledainya
dituntun.
Beberapa langkah kemudian, orang-orang berkomentar,
"Orang aneh, mengapa keledai itu tidak dinaiki." Ia bersama sang anak
menaiki punggung keledai.
Di lokasi selanjutnya, orang-orang
berseloroh, "Bapak dan anak sama dungunya, masak seekor keledai lemah
ditunggangi berdua." Tak mau dianggap orang bersalah, Joha dan anaknya
turun, lalu keledai itu dipanggul berdua.
Anak-anak kecil yang
melihatnya girang dan tertawa-tawa. Keduanya berjalan hingga sampai di
jembatan kecil. Joha bingung dan serba salah. Akhirnya, keledai itu
dilemparnya ke sungai.
Cerita di atas adalah gambaran orang yang
tidak teguh dalam prinsip. Nashruddin Joha atau dikenal dengan
Nashruddin Hoja, tokoh unik pada masa keemasan Islam. Ia bermaksud pergi
ke pasar untuk berdagang bersama putranya.
Dalam perjalanan, ia
terjebak dalam tindakan yang membuat dirinya kebingungan. Bingung bukan
lantaran tawar-menawar harga atau menghitung keuntungan, melainkan
bingung karena melakukan tindakan yang tak dimengerti oleh dirinya
sendiri.
Joha lupa bahwa tujuan perjalanannya adalah berdagang
ke pasar. Maksud hati menyenangkan setiap orang, apa daya bingung yang
didapat.
Karakter Joha dalam kisah di atas menurut teori
kepribadian dikenal dengan //conformist personality, pembawaan
kepribadian yang cenderung membiarkan sikap dan pendapat orang lain
untuk menguasai dirinya.
Tindakan ini muncul karena ada perasaan
khawatir tidak mendapat pengakuan dari orang lain. Dampak dari
kepribadian ini adalah rentan untuk dikuasai oleh pengaruh-pengaruh liar
dan tak mampu mempertahankan tujuan atau prinsip.
Menurut
hierarki Maslow, aktualisasi diri merupakan kebutuhan tertinggi
(meta-needs) dalam hidup. Aktualisasi diri muncul karena adanya
konsistensi terhadap tujuan. Aktualisasi diri penting sebab jika tak
terpenuhi (bagi sebagian orang yang telah terpenuhi kebutuhan dasarnya)
bisa berakibat metapatologi (penyakit kejiwaan), seperti sinisme,
kebencian, kegelisahan, depresi dan metapatologi lainnya.
Namun,
dalam kisah Joha, ia terlampau khawatir sehingga melakukan kekeliruan
cara meraihnya, bahkan mengorbankan tujuannya. Akibatnya, Joha menderita
kerugian waktu, energi, dan keledai.
Alquran memberi solusi
untuk mengantisipasi kekeliruan di atas, yaitu dengan istiqamah
(konsistensi). "Tetap teguhlah kamu pada jalan yang benar sebagaimana
yang telah diperintahkan kepadamu." (QS Hud: 112).
Selanjutnya,
bertawakal dengan keputusan yang telah diambil. "Kemudian apabila kamu
telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya." (QS Ali Imran: 159). Wallahu a'lam.

Pintu pertama, Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu
hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu,
ketamakan tersebut akan membutakan, membuat ...tuli
dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak
lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki
sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik
sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang
mungkar.
Pintu kedua, Ini juga adalah pintu terbesar yaitu
marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat
ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan
manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada
Allah.
Pintu ketiga, Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat
tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada (secara berlebihan
mengikuti hawa nafsu). Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi
karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.
Pintu keempat,
Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti
ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada
Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat.
Pintu
kelima, Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat
seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut
padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya.
Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan
orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari
kemungkaran.
Pintu keenam, Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan
tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits
dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sifat
perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin
tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu
Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani
dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Pintu ketujuh, Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat
berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat
seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan
kewajiban yang berkaitan dengan harta.
"semoga kita bisa terhindar dari sifat-sifat di atas dan bisa sama-sama meminta perlindungan dari Allah swt"

Dalam Kitab Al Jami' Liahkam Al-Qur'an karya
Imam Al Qurthubi dijelaskan bahwa ada 2 hal yang bisa menyebabkan iblis
menangis dengan sekeras-kerasnya.
PERTAMA, Ketika diturunkannya
Surat Al Fatihah, yang mana surat ini adalah surat yang paling afdhol
di dalam Al-Qur'an. Jadi dimanapun dan kapanpun surat al fatihah dibaca,
iblis laknatullah akan menjerit dan menangis.
KEDUA,
Kelahiran Nabi Muhammad SAW, makhluk yang paling mulia sejagad raya.
Karena berkat bimbingan Beliau, orang yang sudah memiliki dosa setumpuk
gunung bisa terhapus dosanya hanya dengan mengucapkan syahadat saja.
Sebagai contoh saja, pada zaman Rasulullah SAW ada orang yang tua renta
kisaran berumur 100 tahun lebih mengadu kepada Rasulullah SAW.
"Ya Rasulullah, apakah agamamu bisa menghapuskan dosa-dosa yang telah
aku perbuat, yang mana dosaku setumpuk gunung, berzina, mabuk, berjudi
dan sebagainya dan kalau dikumpulkan akan melebihi dosa orang yang
paling banyak dosanya di muka bumi ini," kata orang tua itu.
"Bisa," jawab Rasulullah SAW
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya orang tua itu.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda,
"Ucapkanlah Syahadat."
Kemudian orang tua itu pergi menuju rumahnya.
Selang 3 hari kemudian terdengar kabar kalau orang tua itu meninggal dunia dan Rasulullah SAW pun bersabda,
"Orang tersebut termasuk golongan orang yang masuk surga."
KETIGA, Ucapan salam.
Ternyata ucapan salam dari seorang mukmin pada mukmin lainnya bisa membuat iblis menangis dengan kerasnya.
Hal ini seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, Ibnu Abbas
berkata, "Sesungguhnya iblis yang terkutuk itu akan menangis pada saat
seorang mukmin bersalam dan dia (iblis) berkata, "Aduh, celakanya, kedua
mukmin itu tidak akan berpisah melainkan akan diampuni dosa-dosanya."
Rasulullah SAW sendiri sangat menekankan ucapan salam bagi seorang
mukmin sebelum perkataan lain diucapkan. Dalam hadits, Rasulullah SAW
bersabda,
"Barangsiapa yang berbicara sebelum memberi salam, maka janganlah kamu jawab."
Hadits lainnya ada yang mengatakan. Rasulullah SAW bersabda,
"Orang yang berkendaraan hendaklah memberi salam kepada orang yang
berjalan kaki, orang yang berjalan kaki hendaklah memberi salam kepada
orang yang duduk, dan orang yang sedikit hendaklah memberi salam kepada
orang yang banyak."
Itulah 3 hal yang bisa membuat iblis
menangis denga keras. Sungguh sangatlah beruntung kita ini dengan
lahirnya Nabi Muhammad SAW.
"Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad..."

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan
sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan
kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari
mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang
Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai
tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya
perbaikan kecil.
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal
dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak
cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke
rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
Di tengah
keputus asaan, dia berjumpa dengan seorang tukang sol lainnya. Wajahnya
cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir
mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti
untuk bercakap-cakap.
“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.
“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”
“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.
“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.
“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”
Akhirnya,
mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang
Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid
tersebut.
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke
warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia
tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,
“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”
Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,
“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”
“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.
“Abang yakin?”
“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.
“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.
“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.
Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.
“Apa kabar mang Udin?”
“Alhamdulillah,
baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa kok
penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya
dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.
Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,
“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”
“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.
“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.
Keesokan
harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin
yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,
“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”
“Bukan
tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan
Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan
menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.
Mang
Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa
hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang
dikatakan oleh bang Soleh.
“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.
Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.
“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.
“Tidak.”
“Tapi
kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut-turut. Mang Udin dapat
rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa
lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh
melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita
jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak
menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak
berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”
Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.
“OK
dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya
yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak
melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin,
matanya terlihat berkaca-kaca.
“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”
Mereka
pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil
diiringi rasa optimis bahwa hidup akan lebih baik.
"semoga sepenggal kisah di atas membawa kita kepada keyakinan yang mantap atas pertolongan Allah swt dan menjadi inspirasi dalam hidup kita"

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke.
Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap
dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si
pengusaha yang terbaring tak berdaya.
Malaikat memulai
pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat
kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam
jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal
dunia!
"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat
pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si
pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak
yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000
orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan
persoalan yang sulit".
Dengan lembut si Malaikat berkata, aku
sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat
ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit
lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang
berdoa buat kesembuhanmu".
Tanpa menunggu reaksi dari si
pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang
yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari
sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang
berdoa dengan khusyuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".
Kata
Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu
kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap
akan kesembuhanmu"
Kembali
terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 02:00 subuh, "Tuhan, aku tahu
kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku
tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur
dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk
popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar
dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau
titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak
mampu membesarkan mereka seorang diri."
Dan setelah itu istrinya
berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya
yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.
Melihat peristiwa
itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul
penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan
ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya..
Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu
terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi. Melihat
waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan
yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam
waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!
Dengan setengah bergumam
dia bertanya,"Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku,
teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"
Jawab si
Malaikat, " Ada beberapa yang berdoa buatmu. Tapi mereka tidak Tulus.
Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua
karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik.
Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah". Si pengusaha
tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir
buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air
matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di
kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di
kursi sambil memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul
24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, Tuhan melihat air matamu dan
penyesalanmu!! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang
berdoa buatmu tepat jam 24:00".
Dengan
terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang
47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat
yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
Bukankah itu Panti Asuhan ?
kata si pengusaha pelan. "Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi
mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya
untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah
dan investor luar negeri."
"Tadi pagi, salah seorang anak panti
asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke
dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin
kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong
mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat
kesembuhanmu."
Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.
Ketika
kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya
kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja
pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari
orang-orang yang mengasihi dia.
Disaat kita berdoa bagi orang
lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat
kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.
Bukan Cinta,,
Tak tahu mengapa
Mata mereka tertutup buta
Tak tahu menahu tentang cinta
Semua mengatas namakan cinta
Padahal..
Cinta bukan sumber bahagia
Namun..
Ketiadaan cinta jadi sumber derita
Lenyapkan saja cinta
Biar tak jadi gila
Permainkan cinta
Sebelum di permainkan cinta
Cinta..
Adalah ocehan indah belaka
Jika cinta datang
Kadang di situlah derita tertanam
-syarif alfarisi-